
Suka dan duka silih berganti dalam hidup manusia. Ada manusia kehidupan manusia penuh dengan aneka bunga yang bermekaran yang menandakan bahwa kita sedang bahagia. Namun, ada kalanya Sang Pencipta akan menghadirkan mendung gelap yang menudungi kita, membuat manusia menangis dan seolah kehilangan harapan. Pun demikian juga yang dirasakan oleh Abraham sekarang ini. Dalam beberapa pekan yang lalu, Abraham merasa begitu bahagia, pindah ke rumah baru, bisa memulai lagi kehidupan barunya bersama Marsha dengan lebih baik, tanpa ada sosok Melvin Andrian yang mengincarnya. Akan tetapi, sekarang Abraham harus menerima fakta bertubi-tubi, mulai bertemu Papanya, kehilangan Papa untuk selamanya, dan juga fakta bahwa Melvin Andrian sebenarnya adalah adik tirinya. Semua fakta yang tidak bisa dielak. Akan tetapi, Abraham berusaha sabar dengan semua kisah pelik dalam hidupnya.
Kini, masih berada di dalam pelukan Marsha, Abraham memilih diam. Abraham memerlukan waktu untuk mengurai semua masalah yang telah terjadi. Semua masalah yang tentu akan ada jalan keluarnya.
"Sabar ya Mas ... aku tahu dalam tujuh hari ini, semua terasa pahit bagimu. Namun, percayalah bahwa pengalaman terpahit dalam hidup manusia pun memberikan pelajaran berharga," ucap Marsha.
Pelajaran dalam hidup bisa didapatkan dari pengalaman yang terpahit. Cara kita menyingkapi masalah, cara merubah sudut pandang, cara menemukan solusi untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi. Pengalaman terpahit memberikan kita makna untuk berjuang dan tidak pernah kehilangan asa untuk menyambut masa depan yang lebih indah tentunya.
"Kalau aku di posisimu, aku mungkin akan lebih hancur dari. Aku tidak memiliki kemampuan bertahan sebaik kamu," balas Marsha.
Abraham masih diam, karena memang banyak hal yang memenuhi gelombang kepalanya sekarang ini. Namun, satu hal Abraham menyadari bahwa apa yang disampaikan oleh istrinya itu adalah sebuah kenyataan.
"Kamu memang dilahirkan untuk menjadi sosok yang kuat, Mas. Ketika Allah memberikan cobaan itu karena Allah mampu bahwa hamba-Nya yang diuji bisa menjalaninya dan mengambil hikmah dari cobaan itu. Sama seperti kamu, dalam satu minggu ini begitu banyak hal yang terjadi. Itu pun atas izin Allah. Ada maksud dari semua peristiwa demi peristiwa yang Allah tengah singkapkan kepadamu," ucap Marsha lagi.
__ADS_1
Satu hal yang Marsha sadari bahwa sedari kecil memang Abraham sudah dilahirkan untuk menjadi sosok yang tangguh dan juga kuat. Marsha yakin bahwa suaminya bisa menemukan solusi untuk setiap masalah yang dia hadapi.
"Aku tidak sekuat itu Shayang. Sekarang kamu bisa melihat sendiri bagaimana rapuhnya aku. Aku bukan anak sebaik itu, aku tumbuh dengan menyimpan dendam di hatiku berpuluh-puluh tahun lamanya. Namun, aku sudah melepaskan pengampunan untuk Papa. Aku tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi aku bisa mengubah masa depanku. Semua sisi dalam hidupku, kamu tahu semuanya Shayang. Jatuhnya aku, rapuhnya aku, bahkan begitu tak berdayanya aku," balas Abraham.
Ya, semua sisi dalam hidupnya Abraham bagi dengan Marsha. Dia menyadari bahwa dia bukan pria yang sempurna. Bahkan lubang di hati dan hidupnya, tetapi Abraham merasa yakin bisa membagi semua itu bersama dengan Marsha.
"Tidak apa–apa. Aku justru bahagia bisa melihat sisi demi sisi dirimu. Aku bahagia menjadi orang yang kamu percayai untuk menunjukkan semua sisi dalam hidupmu. Percayalah Mas, setiap pengalaman terpahit pun memberikan kita pelajaran berharga," balas Marsha.
Chup!
"Boleh bersedih, boleh berduka …, tapi jangan lama-lama yah. Kita harus menyambut hari esok dan Mira juga merindukan Papanya," balas Marsha.
Sekarang Abraham disadarkan bahwa dirinya tidak boleh larut terlalu lama. Ada Mira yang merindukan Papanya. Jika Abraham terus menerus bersedih dan berduka, semua akan berdampak juga kepada Mira.
__ADS_1
"Iya Shayang, terima kasih sudah diingatkan," balasnya.
Malam itu menjadi malam yang panjang untuk Marsha dan Abraham mengurai cerita. Masa lalu dengan semua kepedihannya akan Abraham tinggalkan sejenak. Abraham ingin menyongsong hari depan yang penuh harapan bersama dengan Marsha dan Mira.
Biarlah kegagalannya sebaik seorang anak hanya Abraham saja yang menanggungnya. Namun, sebagai seorang Papa, Abraham tak akan gagal. Dia akan mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya untuk Mira. Juga sebaik suami, Abraham tidak akan mendua hati. Abraham akan selalu mendampingi Marsha.
"Terima kasih banyak yah. Di hari yang penuh kabut duka pun, dengan sudut pandang yang berbeda aku percaya ada hikmah di setiap musibah," ucap Abraham.
"Benar, tepat sekali. Aku pun sangat setuju bahwa ada hikmah di setiap musibah. Jadi, ini sedihnya, besok sudah berusaha bangkit lagi yah," pinta Marsha kepada suaminya itu untuk bangkit.
"Asal kamu mendampingi aku, sudah pasti aku akan bisa bangkit. Jika tidak ada kamu, mustahil Shayang," balas Abraham.
Marsha pun tersenyum, "Yang bisa membuat seseorang bangkit dari keterpurukan karena Allah semata. Dia yang memberikanmu kekuatan untuk bangkit. Sementara aku hanya mendorongmu saja, dan kamu harus yakin pada dirimu sendiri bahwa kamu bisa," balas Marsha.
__ADS_1