
Setelah hampir dua bulan berlalu, kali ini keluarga Agastya kembali bermain di rumah Abraham dan Marsha. Ada Bu Sara, Pak Belva, dan juga Duo E yang turut mengunjungi keluarga Abraham dan Marsha.
“Permisi,” sapa mereka begitu memasuki kediaman Marsha dan Abraham sembari mengetuk pintu rumah.
“Mari, silakan masuk ….”
Marsha mempersilakan tetangga baik yang sudah seperti saudara baginya itu untuk masuk. Ada Bu Sara, Pak Belva, Evan, dan juga Elkan. Sama seperti biasa, Evan dan Elkan pun segera memberikan salam kepada Marsha dan Abraham di sana dengan mencium punggung tangan keduanya.
“Maaf yah … ganggu,” ucap Bu Sara kepada mereka.
Marsha pun tersenyum, “Tidak mengganggu sama sekali kok Bu … justru kami senang Bu Sara dan keluarga bisa main di sini,” balasnya.
Bu Sara pun kemudian menyerahkan sebuah paper bag untuk Marsha, “Ini buat Mira yah … oleh-oleh dari kami waktu di Paris. Ada cokelat dan boneka. Sebenarnya sudah agak lama, cuma aku lupa untuk memberikannya. Maaf yah,” ucap Bu Sara.
Memang belum lama ini Bu Sara dan Pak Belva menikmati perjalanan bulan madu kedua ke London dan Paris, ada suaminya Pak Belva yang mengatakan ingin menambah momongan sehingga bulan madu kedua pun dilakukan, dan Evan serta Elkan baru menyusul ke Paris setelahnya.
“El melihat Efifel Tower di sana loh Om dan Onty,” cerita Elkan kepada Abraham dan juga Marsha.
“Kak El suka enggak melihat Eiffel Tower?” respons Abraham kepada Elkan yang sedang bercerita.
“Suka Om … tapi ingin melihat Monas,” balas Elkan kemudian.
Abraham pun tersenyum dan mengusapi puncak kepala Elkan, “Kapan-kapan ikut Om ke Monas mau? Sama Mira,” balasnya.
Elkan pun melihat kepada Mama dan Papanya terlebih dahulu, ketika ada anggukan kecil di sana, barulah Elkan memberikan jawaban. “Mau Om … tapi, kalau Mama dan Papa memberikan izin,” balasnya.
“Kapan-kapan yah, Om ajakin Elkan ke Monas,” balas Abraham.
Lantaran memang ada tamu, Marsha pun membuatkan minuman untuk tamu-tamu mereka. Juga Marsha membuatkan minuman untuk Evan dan juga Elkan. Dari jauh, Marsha tersenyum karena Evan dan Elkan sudah heboh mengajak Mira kecil bermain. Terlihat seperti kedua kakak yang mengajak adiknya bermain.
“Kalian bertiga kalau sudah bermain itu, seru banget sih,” ucap Marsha kemudian.
__ADS_1
“Tidak lama lagi, mereka akan bermain berempat, Marsha,” balasnya.
Mendengar apa yang disampaikan oleh Bu Sara, Marsha dan Abraham pun sama-sama membolakan matanya dan menunjukkan wajah yang bertanya-tanya. Apakah memang tetangga rasa keluarga bagi mereka itu kini tengah berbadan dua?
“Bu Sara … sudah positif?” tanya Marsha dengan berhati-hati.
Bukan hanya Bu Sara yang tersenyum, rupanya Pak Belva pun tersenyum di sana. “Iya … sudah berhasil. Bayi ketiga on the way,” balas Pak Belva dengan begitu ceria.
Wah, Marsha dan Abraham rasanya tidak percaya. Rasanya baru kemarin Bu Sara berpamitan melalui pesan Whatsapp kepadanya untuk pergi ke London dan Paris, rupanya tidak berselang lama, Bu Sara kini justru sudah positif.
“Cepat banget sih Bu?” tanya Marsha dengan wajah bahagia.
“Iya, memang sengaja kami ke sana waktu aku di periode masa subur. Jadi, ya langsung berhasil. Nanti kalau main ke sini, bawa tiga Kiddos,” balas Sara dengan tertawa.
“Aman Bu Sara … gantian nanti kami yang main ke sana,” balas Abraham kemudian.
“Usiaku juga sudah tiga puluh lebih sedikit, Sha … ya masih terbilang produktif untuk melahirkan dan mengurus bayi nanti. Jadi, kalau diberikan anugerah anak dari Tuhan sekarang, aku sih bersyukur banget. Elkan juga sudah tiga tahun. Dia lebih siap untuk menjadi Kakak,” ucap Bu Sara.
Di benak Marsha, ketika Bu Sara mengatakan itu memang Bu Sara sudah memperkirakan sebelumnya. Termasuk usianya dan juga Elkan yang sudah berusia 3 tahun. Hamil dengan persiapan, itu yang ditangkap Marsha sekarang ini.
“Benar, Sha … kalau bisa sih cewek. Lucu kan, ini Papanya sering kali bergumam katanya Mira bajunya lucu-lucu, pengen juga punya anak perempuan satu. Cuma kan selama proses di dalam rahim, kita tidak tahu yah … zigotnya akan menjadi cewek atau cowok. Jadinya, ya cuma bisa berharap,” balas Bu Sara.
“Banyak berdoa Pak Belva, supaya jadinya cewek seperti Mira,” sahut Abraham.
“Iya Bram … ya, anak itu anugerah. Cowok atau cewek tidak masalah, cuma kali ini aku pengen cewek. Akan tetapi, kalau nanti lahirnya ternyata cowok lagi ya tidak apa-apa,” balas Pak Belva.
“Tidak usaha lagi kan Pak untuk dapat anak cewek?” balas Abraham dengan tertawa.
Pak Belva pun menggelengkan kepalanya, “Enggak, kasihan istri, Bram … walau cita-citaku pengen memiliki banyak anak,” balas Pak Belva.
“Pengen punya kesebelasan di rumah itu Mas Bram,” sahut Bu Sara.
__ADS_1
Abraham pun tertawa, “Seru loh Bu Sara … bakalan ada anak-anak setiap tahun yang lahir. Nanti dari 11 anak, bisa memiliki 11 menantu, dan juga begitu banyak cucu,” balas Abraham.
Seolah Abraham membayangkan jika memang benar Pak Belva memiliki 11 anak, akan betapa besarnya klan dari keluarga Agastya nanti. Sudah pasti bisa melebihi gen artis yang sedang viral sekarang.
“Gen Agastya dong nanti,” balas Bu Sara dengan tertawa.
“Benar … benar ….”
Marsha dan Abraham pun begitu kompak menjawabnya. Sampai Pak Belva dan Bu Sara menjadi ikutan tertawa karenanya.
“Ayo Marsha … hamil lagi, nanti kita bisa konsultasi ke Dokter barengan,” ajak Bu Sara kepada Bestienya itu.
“Bu Sara duluan saja … nanti saya nyusul deh sama Mas Bram,” balas Marsha.
Bu Sara pun menganggukkan kepalanya, “Iya, ditunggu yah … sekalian ini, aku tuh mencoba bisnis baru, bisnis skincare. Marsha, nanti kamu yah Brand Ambassadornya,” ucap Bu Sara kali ini.
Marsha pun mengernyitkan keningnya, “Kok saya Bu? Saya sekarang sudah tidak pernah pemotretan ala-ala loh, Bu … cuma ngurus Mira saja di rumah,” balasnya.
Bu Sara pun tertawa, “Aku maunya kamu … Sava Beauty White namanya. Nanti kamu aku ajak untuk testing produk dulu dan juga biar tahu produk yang kita pakai itu aman tidak. Sudah uji higienistas, dan uji lainnya. Biasanya kita kerja samanya paket dengan Mas Bram,” balas Bu Sara.
“Bagaimana ini Mas? Agaknya kita harus membuat manajemen paketan ini Mas,” balas Marsha dengan tertawa.
“Harus paketan … saya juga maunya kalian berdua,” balas Bu Sara kemudian.
“Kalau wajah saya tidak menjual bagaimana Bu Sara?” tanya Marsha lagi.
“Tenang saja, Marsha … kamu juga tahu sendiri, kerja sama kita tidak pernah didasari dengan hal seperti itu. Namun, lebih ke kepercayaan,” balas Bu Sara.
Ya, memang jika sudah percaya dengan seseorang biasanya ada rasa nyaman dan juga lebih enak untuk menjalankan kerja sama. Begitu juga Bu Sara yang akan menggunakan Marsha sebagai brand ambassador untuk bisnisnya lagi.
“Kalau Mas Bram bisa, sekalian saja Mas Bram yang bikin iklannya nanti. Pokoknya saya terima bersih saja,” balas Bu Sara.
__ADS_1
Abraham pun tersenyum, jika dengan yang lain dia bisa menolak, tetapi karena percaya dengan Bu Sara dan Pak Belva, Abraham tidak bisa menolak karena juga sudah saling percaya dan saling mendukung satu sama lain.
“Siap Bu Sara … aman nanti,” balas Abraham dengan penuh keyakinan.