Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Tekad Semakin Bulat


__ADS_3

Dengan masih merasa begitu sesak di dada, Marsha menangis dengan memegangi dadanya yang terasa begitu pilu. Tidak menyangka sebenarnya bahwa Melvin bisa melakukan hal yang demikian kepadanya. Marsha mengunci unit apartemennya itu dari dalam. Bayangan bagaimana Melvin mencumbu wanita di atas pangkuannya itu masih terlintas di benak Marsha.


Bahkan sekilas Marsha melihat bahwa Melvin memperlakukan wanita itu dengan lembut. Sikap itu sangat bertolakbelakang saat Melvin berhubungan dengannya. Sudah berapa kali Melvin memaksanya, dan melukainya. Namun, bersama wanita yang bernama Lista itu terlihat perlakuan Melvin kepadanya sangat baik.


“Kamu benar-benar jahat, Melvin … di belakangku rupanya kamu melakukan semua ini. Kamu bahkan memiliki wanita penghangat ranjangmu. Kamu menebar benihmu dengan sembarangan. Kamu bilang selalu sibuk syuting stripping, tetapi apa arti semua ini Melvin?”


Marsha merintih perih, tidak dipungkiri selalu saja ada hati yang terluka karena Melvin yang saat ini adalah suaminya ternyata justru bermain hati di luar sana.


***


Sementara itu di apartemen Lista …


Melvin dan Lista masih sama-sama mereguk manisnya madu terlarang yang mereka nikmati bersama. Tubuh yang basah karena peluh, hasrat yang membara, dan juga lenguhan yang tercipta seakan mengisyaratkan begitu dahsyatnya penyatuan itu.


Lista, wanita itu masih terengah-engah di atas pangkuan Melvin, memeluk dengan begitu eratnya tubuh Melvin yang terkesan hangat dan basah karena peluh yang mereka hasilkan bersama.


“Kamu selalu luar biasa,” ucap Lista dengan nafasnya yang terengah-engah dan masih belum stabil.


Wanita itu memuji Melvin yang begitu luar biasa. Pejantan yang selalu bisa membawanya hingga nirwana ketujuh. Kenikmatan yang sukar untuk didefinisikan, tetapi selalu mantap saat dirasakan.


“Kamu juga,” ucap Melvin yang masih memeluk Lista. Bibir pria itu masih mengecupi bahu Lista yang tidak tercover apa pun.


Pria itu memejamkan matanya, rasanya bisa mereguk madu cinta seperti ini seakan bisa menghilangkan pikiran berat yang menimpanya. Akan tetapi, di saat bersama Melvin membelalak saat mengetahui bahwa pintu unit apartemen milik Lista belum sepenuhnya tertutup.


“Lista, pintu apartemennya belum sepenuhnya tertutup,” ucap Melvin sembari mengangkat jari telunjuknya menunjuk pada pintu yang masih memiliki sedikit celah itu.


“Ah, sorry Babe … aku terlalu terbakar olehmu. Sampai aku tidak menutupnya dengan benar,” balas Lista.


Sejenak menghela nafas, Lista bangkit begitu saja dari pangkuan Melvin. Wanita itu dengan percaya diri berjalan tanpa busana yang menempel di tubuhnya, dan menutup pintu unit apartemennya. Sementara Melvin tampak memandangi tubuh polos milik Lista dengan tatapan lapar dan masih terlihat begitu lapar.


“Jangan menggodaku, Lista,” ucap Melvin yang turut berdiri. Pria itu kemudian mendekap tubuh Lista dari belakang. Mencerukkan wajahnya di bahu Lista, dan mengecupi bahu hingga tengkuk Lista di sana.

__ADS_1


“I want more,” ucap Melvin kali ini.


Ya Tuhan, rasanya pria itu benar-benar gila. Belum ada lima belas menit berlalu, dan kini Melvin sudah menginginkan lagi untuk memasuki Lista. Seolah-olah Melvin memiliki ketahanan yang begitu kuat. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama, pusaka pria itu sudah tegak berdiri dan siap untuk memberikan hujaman demi hujaman pada Lista.


Wanita itu tersenyum, dengan satu tangan yang berusaha membelai sisi wajah Melvin di sana.


“Kamu tangguh banget,” ucap Lista.


“Lagi boleh?” tanya Melvin kali ini.


“Hmm, iya,” sahut Lista.


“Lebih keras boleh?” tanya Melvin lagi.


“Hmm, iya. Lakukan saja,” jawab Lista kali ini.


Merasa mendapatkan lampu hijau dari Melvin, Melvin segera menggendong tubuh Lista. Kali ini kamar pribadi milik Lista yang dituju oleh Melvin. Bermain-main dengan memberikan gempuran yang keras akan dilakukan Melvin sekarang ini. Tanpa menunggu waktu lama, pria itu sudah menindih tubuh Lista, dan mengungkung wanita itu di bawah kekuasaannya.


Sungguh, jika seperti Melvin berubah layaknya seorang predator yang begitu buas dan siap memangsa mangsanya. Pria itu seakan membutuhkan pelepasan yang lebih.


“You can do it anything,” sahut Lista yang sudah pasrah dengan setiap gempuran demi gempuran yang akan dilancarkan Melvin atasnya.


Hampir satu jam waktu berlalu, sprei di atas ranjang itu sudah berserakan. Baik Melvin dan Lista kembali terengah-engah di atas ranjang itu. Pria itu membawa kepala Lista untuk bersandar di lengahnya.


“Sakit?” tanyanya kepada Lista.


“Tidak, enak,” sahut Lista.


“Kupikir, aku bergerak terlalu keras tadi,” ucap Melvin lagi.


“Babe, bagaimana dengan hubungan kita ke depannya. Apakah akan seperti ini terus?” tanya Lista pada akhirnya.

__ADS_1


“Hmm, kamu menginginkan apa?” tanya Melvin kali ini.


Lista lantas menggelengkan kepalanya perlahan, “Terserah kamu saja, jika pun hanya seperti ini tidak masalah,” sahut Lista.


Semua itu Lista ucapkan karena dia sangat mengenal Melvin. Tidak mungkin Lista mendesak pria itu karena Melvin bukan pria yang mudah untuk didesak. Lebih baik, Lista mengikuti saja apa yang diinginkan pria itu.


“Aku selesaikan semua masalah rumah tanggaku dulu yah,” balas Melvin kali ini.


Terlihat jelas bahwa tidak ada kepastian juga untuk hubungan Melvin dan Lista. Namun, ada satu hal yang akan segera Melvin selesaikan itu adalah menyelesaikan masalah rumah tangganya terlebih dahulu.


“Iya,” balas Lista dengan singkat.


Bukannya menutup mata, tetapi Lista cukup tahu bahwa sedang terjadi masalah dengan rumah tangga Melvin. Namun, saat kabar perselingkuhan Marsha diangkat ke publik, seakan itu menjadi tameng bahwa hubungan gelap Melvin dan Lista tidak akan pernah naik ke permukaan. Publik terlanjur menghakimi Marsha, tanpa mencoba untuk mengorek informasi mengenai Melvin.


Memang begitu sifat para fans, jika sudah begitu mengidolakan seseorang, mereka akan menutup mata terhadap tindakan atau perilaku negatif orang yang mereka idolakan.


“Lista, memang kamu tidak keberatan menghabiskan waktu-waktu seperti ini bersamaku tanpa ada seorang pun yang tahu?” tanya Melvin kali ini kepada Lista.


“Tentu aku ingin menjadi satu-satunya bagimu. Namun, kalau aku harus bersembunyi asalkan kamu aman dan nyaman, tidak menjadi masalah bagiku,” balas Lista.


Sebagai seorang wanita, Lista membutuhkan sebuah pengakuan. Namun, apa daya jika nyatanya Melvin tidak bisa memberikan pengakuan dan kepastian kepadanya. Yang bisa Lista lakukan adalah terus bersembunyi dan menjalin hubungan dengan Melvin dengan sembunyi-sembunyi pula.


***


Di apartemen Marsha …


Wanita yang terluka itu bertekad bahwa dia tidak akan menangis Melvin. Untuk apa yang sudah Melvin lakukan kepadanya, Marsha akan membalasnya. Saat ini dia masih diam. Hanya saja, Marsha memperhitungkan setiap waktu untuk bisa membalikkan keadaan.


Publik boleh menghakiminya, Melvin boleh saja tidak menghubunginya lagi, tetapi Marsha akan bertahan dan membalas semuanya. Lagipula, Marsha sudah mengantongi semua bukti yang sudah dia kumpulkan selama ini. Hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan bukti-bukti yang dia miliki satu per satu.


“Aku tidak akan menangis untukmu lagi, Melvin … sudah cukup dengan semua luka yang kamu berikan. Kamu bisa jumawa sekarang, tetapi tunggu saja tidak lama lagi aku akan membalikkan keadaan!”

__ADS_1


__ADS_2