Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Ditolong Orang yang Dulu Disakiti


__ADS_3

Kali ini perlakuan Melvin kepada Mama Saraswati sudah begitu kelewat batas. Seorang anak yang dengan teganya mengusir Mamanya sendiri. Padahal hari sudah gelap, tetapi Melvin tetap meminta Mamanya itu pergi terlebih dahulu supaya tidak mengganggunya bersenang-senang.


"Kamu sudah kelewatan batas Melvin. Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini kepada Mamamu sendiri," balas Mama Saraswati.


Melvin menyeringai dan menatap tajam pada Mama Saraswati, "Melvin enggak mau tahu, daripada Mama di sini hanya mengganggu kesenangan Melvin," balasnya.


Usai mengatakan semuanya itu Melvin masuk ke dalam kamarnya. Entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar. Akan tetapi, Mama Saraswati masih bisa mendengarkan keduanya yang tertawa dalam kekehan yang cukup riang. Akan tetapi, tidak lama kemudian terdengar decakan dari dalam kamar itu. Mungkin saja, Melvin tengah berciuman dengan wanita yang dia panggil Cia itu.


Lama-lama mendengar decakan demi decakan yang sampai terdengar dari luar. Mama Saraswati masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sling bag miliknya. Sling bag berwarna hitam yang hanya berisi uang, handphone, dan ATM saja. Bahkan kala supir menanyai kepada Mama Saraswati nyatanya Mama Saraswati memilih untuk pergi sendirian.


Dengan hati yang kalut, dengan tak tahu hendak pergi ke mana. Akhirnya Mama Saraswati memilih untuk menuju halte Busway yang tidak jauh dari kediaman Melvin. Cukup lama Mama Saraswati menaiki Bus Transjakarta hingga akhirnya kini Mama Saraswati memilih duduk di depan minimarket yang buka 24 jam. Di kala duduk itu, bahkan Mama Saraswati berpikir untuk menginap saja di hotel, karena tidak mungkin juga Mama Saraswati terkatung-katung semalaman di depan mini market ini. Hari sudah gelap, menjelang jam 20.00, tidak ada orang juga yang bisa Mama Saraswati hubungi. Sementara untuk pulang jelas itu tidak mungkin. Mendengar perilaku Melvin justru membuat Mama Saraswati kian terluka.


Mama Saraswati benar-benar terlihat seperti orang linglung sekarang ini. Lebih meratapi anaknya yang sudah berani padanya bahkan memintanya untuk pergi semalaman. Mama Saraswati percaya pasti Melvin sedang bersenang-senang dengan gadis yang bernama Cia itu. Sebab, jika pergi ke hotel sudah pasti CCTV akan bisa menangkap gerak-gerik mereka. Sementara jika di dalam rumah, rasanya lebih privasi.


Kenangan masa lalu seolah menyeruak, mengingatkan Mama Saraswati dulu kala menggoda mendiang suaminya. Mama Saraswati tahu bahwa Papa Wisesa dulu sudah memiliki istri dan bayi, terlihat dari foto seorang wanita yang menggendong bayi yang berada di dalam dompet Papa Wisesa, tetapi Mama Saraswati dengan kecantikannya sebagai model, bisa menarik hati dan perhatian mendiang suaminya.


“Apakah ini karmaku ya Tuhan? Kenapa putraku menjadi pria seperti itu dan tidak terkendali? Apakah semua ini karma untuk semua dosa yang pernah aku lakukan?” jerit Mama Saraswati dalam hati.


Hampir setengah jam Mama Saraswati berada di depan mini market itu, hingga akhirnya, ada pasangan keluarga yang tampak datang ke mini market itu dengan menggendong anaknya yang masih bayi. Ada sapaan yang memanggil Mama Saraswati di sana.

__ADS_1


“Mama Saras ….”


Mama Saraswati yang semula menundukkan wajahnya, perlahan mengangkat wajahnya. Sungguh tidak mengira bahwa Mama Saraswati justru akan bertemu dengan Marsha dan Abraham di sana.


“Marsha,” sahutnya dengan lirih.


Memilih abai, Abraham masuk ke dalam mini market terlebih dahulu. Sementara Marsha tampak berdiri tidak jauh di depan Mama Saraswati itu.


“Untuk apa Mama ada di sini?” tanya Marsha kemudian.


Mama Saraswati tampak menghela nafas dan kemudian menjawab pertanyaan Marsha, “Melvin … dia meminta Mama untuk pergi dari rumah malam ini,” jawab Mama Saraswati.


Marsha tampak diam, sementara suaminya sudah masuk ke dalam untuk membeli diapers yang memang habis. Mereka datang ke mini market itu karena memang diapers Mira habis dan karena mendesak, mereka memilih untuk membeli di mini market terdekat. Keduanya memilih jalan kaki dari perumahannya yang memang dekat, sementara Marsha juga ingin ikut karena ingin membeli camilan.


“Iya, malam ini saja … karena dia membawa seorang gadis ke rumah untuk bersenang-senang,” balas Mama Saraswati dengan mata yang tampak berkaca-kaca.


Dalam situasi seperti ini, rasanya luruh sudah semua kesombongan dan keangkuhan di masa lalu. Jikalau dulu Mama Saraswati memperlakukan Marsha dengan begitu tidak baik. Akan tetapi, sekarang justru Mama Saraswati mengeluhkan sikap Melvin kepada Marsha. Apa yang terjadi pada manusia memang tidak pernah ada yang tahu. Hanya saja, Tuhan memang bisa membolak-balikkan apa yang terjadi.


"Lalu, malam ini Mama mau ke mana?" tanya Marsha lagi.

__ADS_1


"Entahlah Marsha ... apakah ada hotel di sekitaran sini?" tanyanya.


Marsha tampak menghela nafas dan kemudian dia menyusul suaminya terlebih dahulu, dan mulai berbicara dengan Abraham di sana.


"Mas, itu Mama Saraswati baru ada masalah. Mas bisa tolongin anterin dia di hotel yang dekat sini enggak?" tanya Marsha.


"Hmm, masalah apa?" tanya Abraham kemudian.


"Itu ... Melvin sedang bersenang-senang dengan wanita di rumahnya. Jadi, Mama Saras diminta untuk pergi," ceritanya.


Abraham tampak menghela nafas dan kemudian menatap kepada Mama Saraswati yang ada di luar. "Diminta pergi Melvin?" tanyanya.


"Iya ... disuruh kembali esok hari," balas Marsha.


Abraham kemudian kembali menatap Marsha, "Menginap di rumah kita saja, tidak apa-apa," balas Abraham kemudian.


"Yakin Mas? Tapi, dia kan?"


Marsha kembali bertanya dan seakan memerlukan jawaban dari suaminya. Oleh karena itu, Marsha juga tidak ingin gegabah dan mengambil keputusan sendiri. Makanya, tadi Marsha hanya meminta tolong kepada Abraham untuk mengantar Mama Saras mencari hotel terdekat saja.

__ADS_1


"Iya, kalau semalam tidak apa-apa," jawab Abraham.


Marsha tersenyum di sana, "Makasih suamiku ... kamu hebat. Baiklah, biar di rumah kita untuk satu malam yah," balasnya dengan tersenyum dan menggoyang-goyangkan tangan Abraham yang sekarang digenggamnya.


__ADS_2