Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Kembali ke Apartemen


__ADS_3

Setelah menyita rencana kepulangan Marsha dan Abraham, kemudian Sara menyerahkan sebuah paper bag dengan ukuran yang begitu besar untuk Marsha. Serta tidak ketinggalan si kecil Elkan yang memberikan paper bag bergambar Little Pony kepada Marsha dan si baby yang bernama Miranda itu.


"For baby," ucap Elkan.


Lantaran Elkan belum begitu jelas berbicara bahasa Indonesia, justru dia lebih mudah berbicara dengan bahasa Inggris. Sebab, di rumah ada kalanya Belva dan Evan yang mengajarkan berbahasa Inggris kepada Elkan. Sehingga, sedikit-dikit Elkan bisa berbicara bahasa Inggris.


"Wah, terima kasih Kak Elkan ... buat Baby Mira?" tanya Marsha.


"Yes, yes... uat baby (buat baby)," balasnya.


"Makasih banyak Kakak Elkan. Nanti kapan-kapan main sama Adik Mira yuk? Mau," balas Marsha kepada Elkan.


"Iyaaa," balasnya.


Sampai Bu Sara, Pak Belva, Marsha, dan Abraham pun tertawa dibuatnya. Elkan benar-benar lucu, rasanya lucu juga jika suatu hari ini bisa playdate dengan Elkan.


"Baiklah Marsha dan Mas Abraham, kami pamit yah. Semoga segera pulih. Jadi orang tua terhebat untuk Mira. Nanti kalau badannya sudah enak, kerja bareng lagi sama saya yah, saya berencana merintis bisnis skincare, Marsha yang jadi brand ambassadornya yah," ucap Bu Sara.


Wah, tentu ini adalah kesempatan yang baik bagi Marsha. Semoga saja Bu Sara mau menunggu sampai Marsha badannya pulih dan menjadi brand ambassador untuk bisnis skincare milik Bu Sara itu.


"Boleh Bu Sara, cuma ya tetep seizin Mas Bram," balas Marsha.


"Iya ... nanti sepaket saja ya Mas Abraham. Mas Abraham yang motret dan ada usulan kemasan mau didesain kan juga boleh," balas Bu Sara.


"Siap Bu Sara, nanti kalau sudah dekat waktunya calling saja Bu Sara. Kami berdua selalu siap," balas Abraham dengan menganggukan kepalanya.


Kemudian Bu Sara dan keluarganya pun berpamitan. Memberi waktu kepada Marsha untuk bisa beristirahat. Sudah lega dan turut berbahagia untuk keluarga kecil Marsha dan Abraham.


Sementara itu, Abraham dan Marsha akhirnya bersiap untuk pulang. Tampak Marsha yang menggendong Baby Mira, sementara Abraham mendorong koper dan membawakan hadiah yang diberikan Bu Sara dan Elkan.


"Bisa jalan Shayang?" tanya Abraham.

__ADS_1


"Bisa Mas, udah enggak begitu sakit kok," balas Marsha.


"Cuma masih ngilu kan?" sahut Abraham dengan cepat.


Marsha pun tersenyum, "Ya kayak gitu, Mas ... cuma melihat wajahnya Mira, rasa sakitku hilang kok," balas Marsha.


"Ah, semua Ibu hamil yang baru saja melahirkan akan berbicara seperti itu. Padahal ya, mengakui sakit juga enggak apa-apa. Para pria bisa memahami kok," balas Abraham.


"Enggak yo ... tidak banyak pria bisa memahami. Mungkin hanya segelintir saja," sanggah Marsha.


"Cuma kan aku selalu memahami kamu, Shayang. Jadi, ya ... kalau sakit ya bilang sakit aja. Aku akan siaga buat kamu dan Baby Mira," balas Abraham.


Namun, memang mereka yang melahirkan secara normal memang bisa lebih mudah sembuh dan bisa kembali berjalan. Bahkan ada yang pagi ini melahirkan dan beberapa jam kemudian sudah bisa berjalan. Abraham bukannya membiarkan Marsha berjalan, dia sudah menawarkan untuk meminjam kursi roda dari pihak Rumah Sakit, tetapi Marsha menolaknya. Marsha lebih memilih untuk berjalan kaki saja menuju parkiran tempat di mana mobil suaminya diparkirkan. Kendati demikian memang Abraham berjalan lebih pelan, supaya istrinya itu tidak kesakitan.


Begitu telah sampai di depan mobilnya, Abraham segera membukakan pintu mobil bagi Marsha, kemudian memasukkan berbagai koper dan barang bawaannya ke dalam bagasi mobil. Tidak lupa, Abraham bertanya apakah istrinya itu sudah duduk dengan nyaman. Sebab, kenyamanan Marsha dan bayinya adalah prioritas bagi Abraham.


"Sudah enak belum duduknya Shayang? Perlu apa lagi?" tanya Abraham.


"Enggak, udah enak kok Mas. Senengnya bisa mengajak Baby Mira pulang ke apartemen Papanya," ucap Marsha.


Hingga akhirnya, Abraham melajukan mobilnya perlahan. Sore yang cukup redup, matahari pun tidak begitu terik. Tentunya Abraham merasa bahagia karena bisa kembali ke unit apartemennya. Jikalau dua hari yang lalu, dia berangkat dari unitnya menuju Rumah Sakit hanya berdua, kini dia pulang bertiga. Dengan Baby Mira yang sudah pasti akan menambah keceriaan keluarganya.


Hampir setengah jam berlalu, kini Abraham, bersama Marsha dan Baby Mira sudah sampai di unitnya.


"Hati-hati turunnya Shayang," ucap Abraham sembari menaruh tangannya di atas pintu mobil supaya kepala Marsha tidak terantuk.


Diperlakukan sebegitu manis oleh Abraham, Marsha pun tersenyum, "Makasih Papa," balasnya.


"Sama-sama Mama," sahut Abraham lagi.


Keduanya kemudian memasuki unit apartemennya, menggunakan lift untuk tiba di lantainya dan menyusuri koridor. Hingga sampailah mereka ke unitnya.

__ADS_1


"Welcome home Mama Marsha dan Baby Mira yang cantik," ucap Abraham ketika berdiri di pintu unitnya.


Rupanya yang di dalam rumah, Mama Diah segera membukakan pintu begitu terdengar bel di unit itu terbuka. Dengan senyuman lebar dan kedua mata yang berkaca-kaca, Mama Diah menyambut menantu dan cucunya itu.


"Selamat datang Marsha dan cucunya Eyang," ucap Mama Diah.


"Marsha pulang, Mama ...."


"Gimana Sha, sudah lebih enakan?" tanya Mama Diah.


"Lumayan Ma, cuma udah senang dan lega banget sudah diperbolehkan pulang," balas Marsha.


Mama Diah kemudian mengamati bayi kecil yang masih digendong Marsha itu, kemudian tersenyum menatap wajah mungil Mira.


"Uluh, cantiknya cucu Eyang. Namanya siapa ini?" tanya Mama Diah.


"Miranda Lastika Narawangsa, panggilannya Mira, Eyang," balas Marsha.


"Namanya bagus banget. Cantik juga namanya secantik si baby," balas Mama Diah.


Kemudian Marsha menidurkan si baby kecil ke dalam box bayi yang ada di kamarnya. Sementara itu, Abraham memilih mengeluarkan pakaian kotor dari dalam koper dan segera mencucinya. Setelah, Mama Diah menyusul ke dalam kamar Marsha.


"Kamu makan dulu yuk, Sha ... biar Mama yang jaga Mira. Mama sudah masakin sayur bening daun katuk buat kamu. Biar ASInya lancar dan sehat," ucap Mama Diah.


Daun katuk memang jenis daun yang bisa menambah produksi ASI. Biasanya ibu yang menyusui akan disarankan untuk mengonsumsi jenis sayuran ini. Begitu juga Mama Diah yang rupanya sudah membuatkan sayur bening daun katuk untuk Marsha.


"ASInya sudah keluar belum?" tanya Mama Diah lagi.


"Sudah Ma, sudah keluar. Cuma ya belum banyak, baru dia hari," balas Marsha.


"Ya sekarang makan dulu, biar produksi ASInya meningkat. Sana makan sama Abraham dulu, biar Mama saja yang jaga Mira," ucap Mama Diah.

__ADS_1


Lantaran memang lapar, Marsha pun menitipkan Baby Mira kepada Eyangnya. Sementara Marsha mengajak suaminya untuk makan bersama. Mengisi perutnya yang memang sama-sama kosong.


Pulang ke rumah kini tak lagi hanya tentang Marsha dan Abraham, tetapi juga tentang bayi mereka Mira. Semoga saja unit apartemen yang luasnya tidak seberapa ini bisa menjadi tempat tumbuh kembang yang nyaman bagi Mira.


__ADS_2