Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Inner Child


__ADS_3

"Kamu tahu kan kalau dari kecil aku tidak mengenal kasih sayang seorang Ayah, tetapi untuk baby kita, aku akan menjadi seorang Papa yang mencurahkan kasih sayangnya," ucap Abraham dengan sungguh-sungguh.


Mendengar perkataan Abraham, membuat Marsha mengubah posisinya. Wanita itu memeluk suaminya dari belakanga, membawa tangannya mengusapi dada suaminya itu.


Sepenuhnya Marsha tahu, karena saat pacaran dulu ada kalanya Abraham menceritakan kisah hidupnya kepada Marsha. Bagaimana pria itu yang terkadang merasa iri dengan anak-anak seusianya yang mendapatkan kasih sayang secara penuh dari Ayahnya. Sementara, ingatan dan kenangannya Abraham tentang Ayahnya sama sekali tidak ada. Yang dia tahu, Ayahnya meninggalkannya karena terpesona dengan perempuan lain. Bercerai dengan Mama Diah dan meninggalkannya di saat usianya masih kecil.


"Aku percaya, bahwa kamu adalah Ayah yang baik nanti untuk si baby. Sekarang saja, kamu sudah menjadi suami yang sangat baik untuk aku. Aku yakin, kamu juga akan menjadi seorang Ayah yang baik," balas Marsha.

__ADS_1


Sebagai seorang istri, Marsha tengah menguatkan hati suaminya itu. Apa pun yang terjadi di masa lalu. Biarlah itu tetap menjadi masa lalu. Bagi Marsha, Abraham adalah seorang suami yang baik dan Marsha yakin bahwa Abraham akan menjadi seorang Papa yang baik untuk anaknya nanti.


“Mas, hanya saja kamu tidak memiliki inner child yang terluka kan?” tanya Marsha sekarang ini kepada Abraham.


Inner child adalah bagian dari diri manusia yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak. Artinya, bagian ini terus menetap dan bersembunyi di dalam diri manusia. Bagian ini menggenggam erat setiap ingatan dan emosi yang pernah kita alami saat kecil, baik yang indah maupun yang buruk.  Sayangnya, inner child justru berkaitan dengan kenangan yang buruk baik berupa perilaku maupun ucapan dari orang yang seharusnya bisa memberikan rasa aman.


“Dulu, mungkin saja inner child aku terluka, Shayang … aku berkata dengan jujur padamu. Di kuliah dulu, kamu tahu sendiri bagaimana aku merasa iri dengan saudara atau tetanggaku yang memiliki Ayah. Waktu sore ketika Ayah-Ayah mereka pulang kerja, aku hanya berdiri di depan pintu dan menekan hatiku sendiri. Aku tidak punya Papa … aku tumbuh tanpa kasih sayang Papa. Namun, aku gak akan melakukan apa yang buruk di masa lalu kepada babyku,” balas Abraham.

__ADS_1


Pelukan Marsha di tubuh Abraham kian erat, rasanya Marsha tahu bahwa suaminya itu terluka. Ada helaan nafas yang terasa berat dari indera penciuman Abraham. Pria itu menunduk, mengusapi wajahnya. Berbicara mengenai menyambut bayi dan tentang masa kecilnya selalu membuat Abraham menjadi emosional.


“Apa pun inner child yang masih tersimpan di dalam hati kamu. Aku hanya berharap bahwa kamu bisa mengelola semuanya dengan baik. Jangan membalas dendam ke anak kita nanti. Luka di masa lalu, cukup berakhir di diri kita. Berdamai dengan diri kita dan semua luka yang kita terima di masa kecil dulu. Kita bersatu, kita menjadi pasangan suami istri, dan sebentar lagi kita menjadi Papa dan Mama, jadi mari lakukan yang terbaik. Hujani anak kita dengan kasih sayang. Tidak perlu menerapkan pola pengasuhan lama yang sudah tidak relevan. Cintai dan sayangi anak sebagai seorang pribadi yang istimewa dan berbeda. Dia buah hati kita, tetapi dia adalah pribadi yang istimewa, jadi … kita bisa untuk bisa melakukan yang lebih baik lagi,” balas Marsha.


Abraham menganggukkan kepalanya, dalam sedetik, pria itu mengubah posisinya dan kini bisa berhadap-hadapan dengan Marsha. Tangan Abraham bergerak dan memeluk tubuh Marsha dengan begitu eratnya.


“Makasih Shayang … aku jadi emosional begini. Aku yang terluka dan tidak memiliki Papa, kini justru aku akan menjadi seorang Papa. Ingatkan aku jika aku salah, ingatkan aku untuk terus memberikan kasih sayang untuk anak kita,” pinta Abraham dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Marsha tersenyum, wanita itu membenamkan wajahnya di dada Abraham, dengan kedua tangan yang memeluk erat tubuh suaminya itu.


Keduanya sama-sama memiliki luka di masa lalu dengan perpisahan orang tuanya. Tumbuh menjadi anak yang tidak mendapatkan kasih sayang secara penuh. Tumbuh dengan luka yang tidak berdarah, tetapi menimbulkan perasaan tidak nyaman di dalam hati. Kali ini keduanya sama-sama belajar dan akan melakukan yang terbaik untuk baby mereka.


__ADS_2