
Sudah beberapa hari berlalu, dan hari ini agaknya tiba-tiba Abraham terpikirkan sesuatu. Sehingga tidak perlu menunggu waktu lama, Abraham pun mengutarakan niatan hatinya itu kepada Marsha.
“Shayang, lakuin sesuatu yuk … untuk seru-seruan,” ucapnya.
Marsha yang kala itu tengah membaca sebuah majalah untuk ibu hamil pun mulai menaruh majalahnya itu dan menatap wajah suaminya. “Mau ngapain Mas?” tanyanya.
“Maternity shoot … mau enggak?” tawar Abraham kepada istrinya.
Hari perkiraan lahir bayi mereka masih beberapa minggu lagi, selain itu juga kapan lagi mereka bisa mengabadikan momen yang indah seperti ini. Ya, maternity shoot adalah serangkaian pemotretan yang dilakukan selama kehamilan atau masa bersalin untuk calon ibu. Maternity shoot pun bisa menangkap indahnya bentuk tubuh calon ibu dengan si Kecil yang masih berada di dalam perut.
"Yakin Mas ... tubuhku udah melar banget," ucapnya dengan menundukkan wajahnya.
Jujur saja, Marsha mengalami kenaikan berat badan. Perut yang membuncit, pipi yang kian chubby, dan tumpukan lemak di lengan dan juga paha. Dulu, saat menjadi brand ambassador untuk Coffee Bay dan menjalani pemotretan di usia kandungan 7 bulan saja, rasanya Marsha sudah tidak merasa percaya diri. Lebih-lebih sekarang.
"Enggak melar kok Shayang ... serius deh, kamu itu justru seksi," balas Abraham dengan mengedipkan satu matanya.
Di mata Abraham, Marsha justru kian bertambah cantik dan juga seksi. Hamil justru kian memancarkan pesona kecantikan Marsha.
"Gombal aja sih Papa ini. Aku udah naik banyak banget berat badannya loh ini, Mas ... terakhir periksa kemarin sudah naik 15 kilogram," jawab Marsha.
"Buat seru-seruan aja Shayang ... lagian, kapan lagi aku bisa mengabadikan tubuh kamu yang indah dengan Adik Bayi yang tumbuh di dalam sini," balas Abraham lagi.
Mendengar apa yang disampaikan suaminya, rasanya Marsha pun ingin mencoba. Sebatas untuk koleksi pribadi saja, dan tidak untuk dikomersilkan.
"Fotoku hamil sudah banyak padahal ... yang foto-foto endorse itu. Justru banyak berkahnya, seolah Adik bayi cari berkah sendiri. Dari berbagai produk bayi, Ibu hamil, hingga menyusui semua datang sendiri ke rumah," ucap Marsha.
__ADS_1
Memang berkah yang Marsha dapatkan sungguh luar biasa. Tidak hanya cuan yang terus mengalir karena menjadi selebgram dan menerima endorse, tetapi berbagai pakaian bayi, susu ibu hamil, dan lain-lainnya ada di unit apartemennya.
“Itu kan foto untuk endorse. Foto sama Papanya Adik Bayi dong. Kan belum ada foto sama Papa,” balas Abraham dengan tertawa.
“Ya sudah yuk … kapan Papa. Papanya pengen foto sama Mama atau Adik bayi?” goda Marsha.
“Sama Mama yang cantik dan sama adik bayi. Nanti kalau sudah Papa sendiri yang akan fotoin new born nya Adik bayi,” balas Abraham.
Rupanya Abraham pun sudah memiliki rencana bahwa nanti dirinya juga ingin memotret sendiri new born babynya. Dengan memanfaatkan staf di studio miliknya, dan dibantu dengan temannya yang ahli mengabadikan momen baby new born, maka Abraham pun ingin memotret babynya sendiri nanti.
“Besok yuk, Shayang … biar bisa cetak fotonya sekalian. Kamu cantik-cantik gini, harus foto sama aku dong,” balas Abraham.
Marsha hanya terkekeh geli mendengar ucapan suaminya itu. Jika harus berpose di depan kamera memang adalah profesi Marsha dulu. Hanya saja, terakhir kali dia menjalani pemotretan lengkap dengan lighting adalah saat menjadi Brand Ambassador untuk Coffee Bay, selebihnya Marsha belum pernah menjalani pemotretan lagi.
***
Abraham benar-benar mengajak Marsha untuk menjalani pemotretan. Menurutnya, momen langka di mana istrinya itu tengah hamil harus diabadikan. Bahkan untuk beberapa pose Marsha sendiri, Abraham yang akan memotret istrinya itu secara langsung.
Sekarang di studio foto milik Abraham, Marsha sudah berias sendiri, dan mengenakan gaun tipe off shoulder yang mengekspos bahunya, dan bentuk gaun yang menonjolkan perutnya yang tengah membuncit. Tidak lupa, Marsha mengenakan bandana bunga-bunga di kepalanya. Wanita itu terlihat begitu cantik, bak dewi Yunani yang turun ke bumi. Abraham yang melihat penampilan Marsha pun sangat puas, istrinya itu memang cantik dan good looking. Dengan perut yang kian membesar pun Marsha justru kian mempesona.
“Nanti duduk di sini ya Shayang … aku ambil foto kamu dulu, setelahnya kita nanti foto berdua,” instruksi dari Abraham.
“Oke,” sahut Marsha dengan menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk huruf O dan tersenyum kepada suaminya.
“Ya, gitu Shayang … kedua tangan di perut yah. Pandangan kamu ke perut si baby saja,” instruksi dari Abraham lagi.
__ADS_1
Marsha pun mengikuti pose yang disarankan oleh suaminya itu. Entah berapa kali Abraham mengambil gambar Marsha. Yang pasti pria itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum setiap kali menjepret Marsha dengan kameranya.
“Udah sih … fotonya bagus-bagus. Nanti aku bisa edit biar jadi lebih bagus lagi, sekarang sama aku yah,” balas Abraham.
Staf di studio foto milik Abraham kini yang memegang kamera, sementara Abraham akan berdampingan dengan istrinya, mengabadikan momen kehamilan ini.
“Dipeluk dari belakang saja Bos. Kalian saling tersenyum, tangan yang berada di perutnya Bu Bos,” instruksi dari staf Abraham itu.
Abraham menganggukkan kepalanya, dia memang fotografer. Hanya saja untuk berposes di depan kamera membuatnya grogi. Bahkan pria itu menjadi tegang karenanya.
Marsha tersenyum mengamati wajah suaminya yang begitu grogi. “Mas, rileks … santai saja,” ucap Marsha dengan lirih.
Abraham kembali menganggukkan kepalanya, mengikuti pose demi pose yang disarankan oleh sang fotografer. Mulai dari memeluk dari belakang, saling bergandengan, Abraham yang berlutut dan mencium perut Marsha, bahkan foto dengan membawa sepatu bayi berwarna pink dan biru dilakoni keduanya.
“Senyum Mas … I Love U,” bisik Marsha kali ini. Marsha melakukan itu supaya suaminya tidak terlihat tegang di kamera.
Mendengar ucapan Marsha, Abraham pun tersenyum. Sehingga dengan posisi candid, fotografer pun mulai mengabadikan momen keduanya. Bagi orang yang tidak pernah pose dan bergaya di depan kamera dan lighting tentu akan membuat canggung. Sama seperti Abraham yang canggung, kaku, dan tidak rileks. Untung saja Marsha memiliki cara agar Abraham bisa nyaman untuk berfoto. Walau banyak foto candid yang diambil, tetapi itu cukup menjadi kenang-kenangan bagi mereka berdua.
***
Dear All,
Foto mereka jika bersama kemungkinan besar akan seperti ini. Cocok kan? Anggap saja ini salah satu foto berdua mereka. Hehehehe :D
__ADS_1
Love U,
Kirana