Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Kembali Pemotretan


__ADS_3

Pasca hiatus lama dari bidikan kamera dan kini harus kembali berpose di depan kamera, membuat Marsha begitu gugup. Walau yang memotretnya adalah suaminya sendiri, tetapi tetap saja Marsha begitu gugup. Ini pun menjadi syuting untuk iklan komersial pertama untuk Marsha, sehingga Marsha juga berharap bisa menunjukkan hasil yang maksimal.


“Gugup ya Sha?” tanya Bu Sara kala mendatangi lokasi pemotretan dan syuting siang itu.


Marsha yang kala itu sedang di-make up pun menganggukkan kepalanya, “Banget Bu Sara … grogi banget. Terakhir pemotretan waktu menjadi BA-nya Coffee Bay waktu hamil Mira,” balas Marsha.


Jawaban yang diberikan Marsha memang benar. Dia masih ingat bahwa kali terakhir pemotretan dengan kamera dan lighting lengkap adalah saat menjadi brand ambassador untuk Coffee Bay. Setelah itu, Marsha tidak pernah melakukan pemotretan. Sementara untuk foto-foto endorse yang masih dia terima, hanya diambil di rumah saja dengan menggunakan kamera handphone. Sehingga, kembali bergaya di depan kamera dengan lighting yang menyorot dirinya membuat Marsha benar-benar gugup.


"Gugupnya satu atau dua menit lagi saja, setelah itu percaya diri lagi. Aku tahu kamu memiliki potensi dan kepercayaan diri yang luar biasa, Sha," balas Bu Sara.


Marsha pun tertawa di sana, "Bu Sara ini karena terlampau percaya sama saya. Padahal saya tidak ada apa-apanya. Terima kasih ya Bu, sudah mempercayakan Sava Beauty Care kepada saya dan Mas Bram," ucap Marsha yang tak lupa berterima kasih kepada Bu Sara.


"Pasti ... terima kasih juga ya, Sha. Tidak menyangka, aku punya teman dekat seorang model dan bisa aku manfaatkan dengan baik," balas Bu Sara dengan terkekeh geli.


"Tidak dimanfaatkan juga, Bu ... yang aku dapatkan dari Bu Sara begitu banyak. Padahal gratis pun tidak masalah," balas Marsha.


Ya, menurut Marsha untuk pekerjaannya dengan Abraham kali ini tidak seberapa, tetapi Bu Sara berani mengontrak mereka berdua dengan bayaran yang fantastis. Bahkan Marsha sudah siap dan ikhlas jika bekerja untuk Bu Sara tanpa bayaran. Menunggu survei pasar, jika hasilnya baik, barulah akan mendapatkan pembayarannya.


"Tidak dong ... ditabung ya Sha ... untuk kuliah Mira nanti. Sapa tahu kamu juga segera hamil, biar kita barengan hamilnya," balas Bu Sara dengan terkekeh geli.


Tujuannya Bu Sara membayar Marsha dan Abraham mahal rupanya memang mempersiapkan untuk dana pendidikan Mira di masa yang akan datang. Selain itu, Bu Sara mengajak Marsha untuk hamil bersama. Mungkin karena sudah Bestie, jika sama-sama hamil akan menjadi lebih seru.


"Pasang kontrasepsi enggak sih?" tanya Bu Sara kepada Marsha.


"Enggak Bu ... pakai kalender saja," balas Marsha dengan terkekeh geli.

__ADS_1


Selama ini memang dirinya tidak menggunakan kontrasepsi apa pun. Hanya menggunakan kalender saja untuk menghitung masa subur, dan memang Marsha dan Abraham akan sama-sama tidak berhubungan di masa subur itu.


"Aku injak jempol kaki kamu yah, biar ketularan hamil," balas Bu Sara dengan tertawa.


Mitosnya jika seorang Ibu hamil menginjak ibu jari kaki wanita yang lain, maka bisa membuat ketularan hamil. Itu hanya sebuah mitos, tetapi Sara terlihat senang dan bisa bercanda seperti ini dengan Marsha.


"Jangan Bu ... nanti saya hamil loh," balasnya dengan tertawa.


"Tidak apa-apa, seru kan kalau hamil barengan. Nanti anak-anak kita bisa bermain bersama," balas Bu Sara dengan senangnya.


Hingga akhirnya, Bu Sara pun mengipasi wajahnya sendiri dengan telapak tangannya, bercanda dengan Marsha membuatnya bahagia. "Makasih ya Sha, bisa diajak bercanda. Bumil jadi bahagia nih bisa tertawa seru."


Marsha pun juga menganggukkan kepalanya, "Sama-sama Bu Sara ... sebentar lagi akan take lagi."


"Dipotret suami sendiri grogi enggak sih?" tanya Bu Sara lagi.


Bu Sara kemudian menepuk bahu Marsha, "Sukses yah ... jangan grogi. Hasilnya pasti luar biasa," balas Bu Sara.


Setelah di-make up selesai, kini Marsha bersiap untuk berlaga di depan kamera. Lantaran untuk iklan komersial, ada beberapa kalimat yang harus Marsha hafalkan.


"Siap?" teriak Abraham dengan kamera di tangannya.


Marsha menganggukkan kepalanya perlahan, sebagai bentuk isyarat bahwa dirinya juga sudah siap. Abraham pun tersenyum dan mengangkat satu ibu jarinya kepada Marsha.


"Kita pemotretan dulu yah," ucap Abraham.

__ADS_1


Mulailah Abraham mengarahkan gaya untuk istrinya sendiri itu. "Lihat sini, Shayang ... kepala miring sedikit ke kanan. Oke, pertahankan."


Mulailah Abraham membidik Marsha dengan gaya yang sudah dia arahkan. Pria itu tersenyum ketika melihat hasilnya di kameranya yang benar-benar bagus.


"Sedikit tersenyum yah ... arah mata kepada skincare yang kamu pegang. Yah, begitu ... one ... two ... three!"


Abraham benar-benar totalitas untuk mengarahkan istrinya itu, kembali bekerja sama setelah sekian lama, seolah membuat keduanya sama-sama bernostalgia dengan masa ketika Marsha masih menjadi foto model dulu. Bahkan Abraham juga fotografer yang beberapa kali membidik Marsha dengan lensa kameranya.


"Oke ... selesai!"


Semua orang bertepuk tangan untuk proses pemotretan dan syuting siang itu. Pun Bu Sara yang tampak puas dengan prosesnya.


"Gimana Mas Bram, ada kendala?" tanya Bu Sara.


"Tidak Bu ... tapi masih proses editing," balas Abraham.


"Oke ... menurut kamu, foto mana yang bagus Mas Bram?" tanya Bu Sara lagi.


"Kok saya yang nentuin Bu ... kan Ibu punya sudut pandang tersendiri," balas Abraham.


Bu Sara pun tersenyum, "Bukan sih ... kan suami itu yang paling tahu angle terbaik istrinya. Aku percaya itu sih," balas Bu Sara.


Abraham pun kemudian menunjukkan beberapa foto kepada Bu Sara dan memberitahu pendapatnya. "Tiga foto ini paling bagus jika menurut saya," balas Abraham.


"Setuju ... gunakan ketiga itu yah. Makasih ya untuk kerja samanya," balas Bu Sara.

__ADS_1


Abraham dan Marsha pun sama-sama menganggukkan kepalanya. Bukan hanya Bu Sara yang merasa senang dan puas. Marsha dan Abraham pun merasakan hal yang sama, dia juga merasa begitu puas. Begitu juga bagi Marsha yang seolah menemukan passionnya lagi setelah cukup lama pensiun dari dunia modelling.


__ADS_2