Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Berakhir Pekan


__ADS_3

Akhir pekan ini ada yang berbeda di rumah Abraham dan Marsha. Jika biasanya, Papa Abraham akan berada di rumah dan menikmati akhir pekan dengan Marsha dan Mira. Akan tetapi, tidak untuk hari ini. Sebab, hari ini Papa Abraham justru mengambil pekerjaan di akhir pekan. Ya, hari ini adalah hari yang dipilih oleh Sara dan Belva untuk melahirkan anak ketiganya, sehingga memang Abraham yang sudah diminta untuk mendokumentasikan persalinan Sara harus siap sedia di Rumah Sakit.


“Kok Papa hari ini bekerja Ma?” tanya Mira kepada Mamanya.


“Iya, hari ini Papa ada kerjaan Nak … hari ini Mama Sara melahirkan, dan Papa diminta untuk mendokumentasikan, videoin dan foto Mama Sara dan adik bayinya nanti,” balas Marsha.


Mira tampak mencoba memahami penjelasan dari Mamanya itu, hingga kemudian Mira kembali bertanya, “Adiknya Kak Evan dan Kak El ya Ma? Cewek atau cowok Ma? Kalau cowok lagi, berarti anaknya Mama Sara tiga cowok semua dong,” balas Mira.


“Kali ini cewek, Sayang … adiknya Kak Evan dan Kak El, cewek nanti,” balasnya.


Mira pun kemudian menganggukkan kepalanya, “Kalau Kak El sudah punya adik cewek, akan sayang enggak ya Ma, sama Mira?”


Pertanyaan yang lucu dari seorang anak kecil. Akan tetapi, memang selama ini Elkan selalu mengatakan sayang kepada Mira dan menganggap Mira sebagai adiknya sendiri. Ketika, sudah ada adik bayi perempuan nanti, mungkinkah Elkan akan sayang kepadanya.


“Sayang … kan kita sayang ke semuanya. Sebagai seorang kakak … sebagai seorang teman,” balas Marsha.


“Iya, Mama ….”


Jika di akhir pekan, Mira memang menghabiskan banyak waktu dengan Papanya. Kali ini, dia harus di rumah lagi dengan Mamanya. Ditambah dengan kondisinya Mamanya yang sedang hamil, sehingga untuk melakukan aktivitas fisik memang dikurangi.


"Yuk, berakhir pekan sama Mama," ajak Marsha kepada anaknya.


"Masak bersama yuk Ma," ajak Mira kali ini.


Marsha pun menganggukkan kepalanya perlahan, "Boleh ... Mira mau masak apa sama Mama?" tanyanya.


"Spaghetti dong Ma ... Bolognese," jawabnya.


"Oke, boleh ... ada pastanya dan sausnya. Yuk, kita ke dapur, Nak," ajak Marsha.

__ADS_1


Keduanya kemudian perlahan-lahan menuju ke dapur dan juga Marsha mempersiapkan di sana pasta spaghetti dan sausnya, tidak lupa dengan keju dan juga bawang bombay.


"Al dente itu apa Ma?" tanya Marsha ketika mendapati ada kata al dente di kemasan spaghetti itu.


"Al dente adalah istilah orang Italia untuk menggambarkan tingkat kematangan pasta yang sempurna. Pasta yang al dente artinya yang teksturnya empuk, tidak terlalu lembek, dan tidak terlalu keras," jawab Marsha.


"Oh, oke ... intinya yang enak lah ya Ma," balas Marsha lagi.


"Iya, Sayang ... aturannya direbus saja 8 hingga 10 menit untuk mencapai al dente. Ini Mama sudah isi pancinya dengan air, nanti Kak Mira yang masukkan pastanya dan kita tunggu yah," ucap Marsha.


"Iyah ... oke Mama," balasnya dengan menganggukkan kepalanya.


Menaiki kursi, Mira pun memasukkan pasta berupa spaghetti itu ke dalam panci. Dia melihat bahwa seluruh spaghetti sudah masuk ke dalam air panas. Tinggal menunggu sampai al dente dengan durasi 8 hingga 10 menit.


Sementara Mama Marsha mengiris Bawang Bombay dan menumisnya dengan Saus Bolognese dan menambahkan cincangan daging sapi. Kemudian Marsha menumisnya hingga aromanya begitu harum.


Tepat ketika saus sudah siap, waktu 8 menit untuk merebus spaghetti pun sudah usai. Kemudian Marsha meniriskan spaghetti itu dengan membuang airnya. Tinggal menyajikannya dan makan bersama Mira.


"Mira mau banyak atau sedikit?" tanya Marsha, memang dia selalu menanyai demikian supaya Mira bisa menghabiskan makanannya.


"Cukup saja Ma," balas Mira.


Akhirnya Marsha menyajikan Spaghetti di piring dan menaruh saus di atasnya, setelahnya Marsha dengan menaburkan keju parut di atas spaghetti itu. Namun, Marsha ingin melibatkan Marsha. Sebab, anak-anak bisa juga dilibatkan untuk kegiatan masak-memasak di rumah.


"Kak Mira bisa memarut kejunya?" tanyanya.


"Bisa Ma ... ajarin yah," balasnya.


"Tentu Sayang," balas Marsha.

__ADS_1


Tangan kecil itu menggenggam keju cheddar dan parutan, kemudian Marsha membantu untuk memarut keju di mangkok yang sudah Marsha sediakan. Mira pun tampak senang bisa memarut keju itu. Walau ada beberapa yang berceceran, tetapi tidak masalah. Yang penting anak berani untuk mencoba.


"Sudah Mama," balasnya.


"Oke, good ... sekarang taburin keju di atasnya. Mira boleh ambil sendiri nih kejunya, yang dimakan dan dihabiskan," balas Marsha.


Mira pun mengambil keju dan menaruhnya di atas sajian spaghetti itu, kemudian Marsha tersenyum di sana. "Wow, eennaakkk ... spaghetti ala Chef Mama!"


"Kamu juga kan ikut memasaknya. Yuk, duduk di meja makan ... mumpung masih hangat dimakan," balas Marsha.


"Mama juga makan dong, Ma," pinta Mira karena dia melihat hanya ada satu piring saja dan itu hanya miliknya.


Akhirnya Marsha juga mengambil satu dan membuat satu miliknya, Mira pun kali ini ikut menaruh keju di atas spaghetti milik Mamanya.


"Ready for eat," ucap Mira dengan girang.


"Selamat makan," balas Marsha.


Begitu senangnya Mira menikmati spaghetti yang dibuat berdua dengan Mamanya itu. Hingga bibirnya belepotan dengan saus bolognese. Marsha pun mengambil tissue dan menyeka bibir putrinya itu.


"Makannya sampai belepotan," ucapnya.


"Heheheh ... enak Mama ... nanti kita buatkan untuk Papa kalau Papa pulang ya, Ma," balasnya.


Marsha pun menganggukkan kepalanya, "Oke Sayang ... nanti kita buatkan untuk Papa yah."


Akhir pekan yang menyenangkan. Walau hanya di rumah, tetapi ada kegiatan seru yang dilakukan bersama, kegiatan seru yang dilakukan Mama dan Kiddos di rumah. Sama seperti Mama Marsha dan Mira yang berakhir pekan di rumah saja dan memasak bersama.


Happy Holiday^^

__ADS_1


__ADS_2