Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Maternity Shoot Jilid Dua


__ADS_3

Keesokan harinya, Marsha mencoba mengobrol dengan Mira perihal keinginannya dan Papa Abraham juga mengajak Mira melakukan pemotretan bersama. Maternity shoot yang akan mengabadikan momen kehamilan Marsha yang kedua ini. Pelan-pelan Marsha mencoba mengajak Mira untuk berdiskusi bersama.


"Kak Mira ... kalau nanti Mama dan Papa ingin mengajak Kak Mira melakukan pemotretan bersama, mau tidak?" tanyanya.


"Fotonya di mana Ma?" tanya Mira kepada Mamanya.


"Di studio foto tempat Papa bekerja, Shayang ... gimana, Kak Mira mau tidak?" tanyanya.


"Yang foto siapa Ma?" tanya Mira lagi.


"Bisa Papa atau minta tolong stafnya Papa nanti. Kalau yang foto cuma Mama dan Mira, Papa bisa ambil fotonya. Cuma kan, kita sekalian foto bertiga sama Papa, jadi nanti minta tolong ke temannya Papa buat ambilin foto kita bertiga. Buat kenang-kenangan bagi Mama waktu hamil adik bayi," balasnya.


"Boleh Ma ... nanti Mira memakai pita yang cantik ya, Ma," pintanya.


"Tentu Sayang ... nanti pakai pita yang cantik. Padahal, anaknya Mama ini selalu cantik loh. Yang penting rambutnya disisir rapi saja, Sayang. Sudah pasti cantik," balas Mama Marsha.


"Masih cantik Mama dong ... iya ya Ma? Katanya Papa, Mama itu foto model yah?" tanya Mira sekarang ini kepada Mamanya,


Perlahan Marsha pun tertawa, "Dulu, Sayang ... setelah Mama menikah dan hamil kamu, Mama sudah tidak menjadi model. Mama memilih menjadi ibu rumah tangga. Mengurus kamu, Papa, dan rumah ini sudah membuat Mama merasa begitu bahagia," balasnya.


"Itu karena Papa hebat yah ... jadi Mama cinta banget sama Papa, sama Mira, dan juga ke rumah ini. Makasih Mama," balas Mira yang kemudian memeluk Mamanya dengan tiba-tiba.


Marsha pun tersenyum, putrinya itu tumbuh dengan baik. Walau terkadang dalam menafsirkan sesuatu belum begitu tepat. Akan tetapi, Mira sudah bisa melihat sesuatu dengan kacamatanya. Selain itu, untuk apa yang dilakukan kedua orang tuanya, Mira juga bisa berterima kasih.

__ADS_1


"Sama-sama Kakak Mira ... wah, beberapa bulan lagi Kak Mira sudah akan menjadi Kakak dan memiliki adik bayi. Pasti adiknya akan seneng banget memiliki Kak Mira sebagai kakak," balas Marsha.


"Mira juga senang kok Ma memiliki adik lagi. Adik yang lucu, dan cakep seperti Papa."


Begitu lucunya Mira karena selalu saja di dalam pikirannya, sosok yang cakep adalah Papanya, Papa Abraham. Dia pun juga berharap bahwa adik bayinya nanti akan secakep Papanya. 


***


Selang beberapa hari …


Hari yang sudah ditentukan oleh Marsha dan Abraham untuk melakukan maternity shoot pun tiba. Kali ini, maternity shoot jilid dua terasa istimewa karena ada Mira yang akan turut serta. Jika, di jilid satu dulu, yang difoto hanya Marsha dengan Mira yang masih berada di dalam kandungan. Sekarang, dia akan difoto dengan anak keduanya, dan Mira yang akan menemaninya.


Mira pun sudah bersiap mengenakan dress berwarna ice blue, disesuaikan dengan kostum Marsha dan Abraham yang sama-sama mengenakan warna ice blue. 


"Iya, cantik banget kamu, Sayang," balas Mama Marsha.


"Mama juga cantik banget, Ma," balas Mira.


Kemudian Papa Abraham pun menunjukkan beberapa pose foto untuk Marsha dan Mira terlebih dahulu. Bahkan untuk memotret istri dan anaknya itu, Abraham akan memotretnya sendiri. Barulah ketika foto bertiga, Abraham akan meminta tolong kepada salah satu pekerjanya.


"Ini contoh fotonya ya Kak Mira ... nanti duduk bersama dengan Mama ... terus gandengan tangan bersama, dan gaya yang natural saja. Sesukanya Mira saja," ucap Papa Abraham yang memberitahukan bagaimana pose pemotretan kali ini.


Mira tampak menganggukkan kepalanya perlahan, "Oke Papa ... kayaknya Mira bisa deh, kan Mamanya Mira seorang model," balasnya.

__ADS_1


Abraham yang mendengarkan jawaban dari putrinya itu pun tertawa. Begitu juga dengan Marsha yang juga tertawa usai mendengarkan jawaban dari Mira. Setelahnya, Abraham menjelaskan sedikit juga akan ada lighting, dan ada jepretan kamera ketika pemotretan itu. Dia hanya memberitahukan supaya Mira tidak takut dan juga terbiasa. Rupanya Mira bisa mendengarkan penjelasan dari Papanya dengan baik, dan mulai berpose dengan Mamanya. Setiap gaya yang diarahkan Abraham pun bisa diikuti Mira dengan baik.


"Our little model, the next step model," ucap Abraham kepada Marsha.


Marsha pun tersenyum di sana, "Pinter ya Mas," balasnya.


"Iya, bakatnya modelling seperti Mamanya," balas Abraham. 


Marsha pun terkekeh geli di sana, bahkan dalam lubuk hatinya, Marsha setuju bahwa hasil foto-foto Mira terlihat begitu fotogenik. Sekarang, giliran mereka foto bertiga. 


Mira pun tampak berpose begitu lucunya dan menggemaskan. Bahkan sesekali Mira meminta digendong oleh Papanya. 


"Oke, bagus Pak Bram," ucap seorang staf yang memotretnya sekarang. 


"Oke, thanks yah. Sudah dibantuin," ucap Abraham. 


"Sudah selesai Pa?" tanya Mira kemudian. 


Abraham pun menganggukkan kepalanya perlahan, "Iya, jadi sekarang Mira mau difoto Papa sendiri? Kalau Mira mau, boleh kok," balas Abraham. 


"Iya, Mira mau dong Pa ... difotoin Papa yah," Pintanya.


Akhirnya, Abraham pun kali ini memotret Mira sendirian. Bahkan, Mira juga meminta berganti baju, supaya koleksi fotonya lebih banyak. Diarahkan berbagai pose dan gaya oleh Papanya sendiri saja, Mira bisa mengikutinya dan menunjukkan hasil foto yang benar-benar bagus.

__ADS_1


Session maternity shoot jilid dua akhirnya bisa dilakukan dengan baik. Mira bisa bekerja dan justru terlihat begitu bahagia. Anak kecil itu tidak menangis dengan jepretan kamera. Akan tetapi, justru seolah Mira sudah berbakat menjadi the next top model. 


__ADS_2