Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Kekacauan di Rumah Melvin


__ADS_3

Setengah jam usai sarapan, Abraham pun bersiap untuk berangkat ke Studio foto miliknya. Papa muda itu hanya mengenakan polo shirt berwarna abu-abu dan juga celana jeans. Pakaian casual dan santai, karena memang pekerjaan Abraham sendiri juga terbilang santai. Tidak mengharuskannya mengenakan kemeja dan celana bahan yang halus layaknya para eksekutif muda.


"Shayang, aku berangkat ke studio dulu yah ... sekalian nganterin Tante," pamitnya kepada Marsha.


"Iya Papa ... hati-hati di jalan yah. Begitu sudah sampai di studio kabarin ya Mas," balas Marsha.


Abraham pun menganggukkan kepalanya, kemudian mencium kening Marsha dan Mira bergantian. Sungguh, aktivitasnya setiap pagi selalu indah dan menyenangkan. Tidak perlu menciptakan kemewahan, diantar istrinya sembari menggendong Mira sampai ke depan rumah saja rasanya sudah begitu senang dan juga ada senyuman sang istri dan Mira yang membuat Abraham selalu bahagia dan selalu bertekad untuk bekerja keras untuk anak dan istri di rumah.


Kemudian Mama Saraswati tampak berpamitan kepada Marsha, "Sha, terima kasih banyak sudah menolong Mama. Maafkan Mama untuk semuanya yah," balasnya.


"Iya Ma ... sama-sama. Sehat selalu, Ma," balas Marsha.


Kemudian Mama Saraswati mengikuti Abraham untuk masuk ke dalam mobil. Jujur saja, Mama Saraswati sangat sungkan dan kikuk harus berada dalam mobil dengan Abraham. Merasa masih bersalah dengan semua kesalahannya di masa lalu. Menurut Mama Saraswati sendiri, kesalahannya kepada Abraham tidak termaafkan. Namun, Abraham menunjukkan sikap yang biasa saja.


Di dalam mobil itu begitu hening. Hingga menuju ke cluster perumahan Melvin, barulah Mama Saraswati bersuara.


"Terima kasih banyak ya Bram ... sudah membantu Tante," balasnya.


"Iya, sama-sama Tante," balas Abraham.


Namun, beberapa meter menuju rumah mewah milik Abraham, terlihat mobil polisi yang berhenti di depan rumah sang aktor. Abraham pun tampak bersuara, "Kenapa banyak mobil polisi di depan rumah Tante?"


Mama Saraswati pun juga terlihat begitu panik di sana, "Ada apa dengan Melvin ya Bram? Itu persis di depan rumah, dan gerbangnya pun tertutup. Sepengetahuan Tante, kemarin Melvin hanya pulang ke rumah dengan Cia saja. Tidak dengan orang lain," ucap Mama Saraswati.


"Coba tenang dulu saja, Tante," balas Abraham.

__ADS_1


Kemudian Mama Saraswati turun dari mobil Abraham, diikuti Abraham dan berusaha untuk masuk ke dalam. Namun, polisi tidak membiarkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.


"Ada apa ya Pak?" tanya Mama Saraswati yang sudah kelihatan begitu bingung dengan penggerebekkan dari polisi ini.


"Ada laporan yang masuk bahwa terjadi pesta obat terlarang di rumah ini semalam," balasnya.


Mendengar ada obat terlarang di sana, Mama Saraswati benar-benar terkejut. Tidak mengira bahwa anaknya, Melvin juga menggunakan obat-obatan terlarang. Mama Saraswati pikir putranya itu bersih dan tidak menggunakan barang haram seperti itu.


"Anda siapa?" tanya pihak yang berwajib.


"Saya Mamanya," jawab Mama Saraswati.


"Kalau Anda," tanya polisi kepada Abraham.


"Saya hanya mengantarkan Tante Saraswati saja, karena semalam beliau menginap di rumah kami, kerabatnya," balas Abraham.


Akhirnya Mama Saraswati dan Abraham menunggu di luar. Tidak berselang lama, polisi keluar dengan memborgol tangan Melvin Andrian di sana. Pria yang kala itu hanya mengenakan kaos hitam dan celana training, wajahnya begitu kuyu dan juga menundukkan wajahnya. Di kala mata Melvin beradu dengan Mamanya, tampak Melvin menghentikan langkah kakinya dan menatap sang Mama.


"Maafkan Melvin, Ma," ucapnya.


Jika semalam Melvin terlihat begitu arogan bahkan dengan begitu kejamnya mengusir sang Mama dari rumah. Kali ini, Melvin seolah kehilangan taringnya. Pria itu meminta maaf dengan wajah yang menunduk kepada Mamanya.


"Bawa tersangka," ucap pihak yang berwajib.


"Sebentar Pak ... saya perlu bicara dengan Mama saya," balas Melvin.

__ADS_1


Kemudian Melvin masih berdiri di depan Mama Saraswati, "Ma, maafkan Melvin dan tolong panggilkan pengacara untuk Melvin, Ma ... kali ini Melvin benar-benar menyesal," ucapnya.


Namun, wajah mengiba dan meminta maaf itu seketika berubah menjadi terkejut kala melihat Abraham yang juga ada di sana. Tidak tahu apa yang terjadi, sehingga bisa ada di sana bersama Mamanya.


"Anak saya mau dibawa ke mana Pak?" tanya Mama Saraswati.


"Saudara Melvin tertangkap menggunakan obat terlarang dengan dua rekannya," balas pihak berwajib.


Rupanya setelah Melvin, ada dua orang lainnya yang ditangkap pihak berwajib pagi itu. Sungguh, pagi ini pun menjadi pagi yang sangat menyedihkan untuk Mama Saraswati. Di hadapannya sendiri, dia harus harus melihat anaknya yang digelandang ke kantor polisi.


"Jika ingin memberikan bantuan hukum melalui pengacara, bisa langsung ke kantor kepolisian," ucapnya.


Mama Saraswati benar-benar kehilangan kata-katanya. Bagaimana bisa anaknya itu menggunakan barang haram. Lantas, di mana Cia? Aktris muda yang petang kemarin datang ke rumahnya? Kenapa tidak ada Cia sekarang? Padahal Mama Saraswati begitu yakin bahwa Melvin bercinta dengan aktris pendatang baru itu mendengar decakan yang begitu keras dari dalam kamar Melvin.


Barang bukti yang didapatkan polisi juga dibawa ke kantor kepolisian. Agaknya sekarang Melvin benar-benar tidak bisa mengelak. Selain itu, akan dilakukan tes urin untuk memastikan apakah Melvin positif dengan barang haram itu.


"Ma, tolong Melvin Ma," rengekan Melvin terdengar oleh Mama Saraswati dan Abraham pagi itu.


Ketika Melvin dimasukkan ke dalam mobil polisi, tangis Mama Saraswati tak bisa dibendung lagi. Rasanya tidak rela dan begitu sedih melihat putranya satu-satunya digelandang ke kantor kepolisian.


"Sabar Tante," ucap Abraham yang seakan menguatkan Mama Saraswati di sana.


"Bagaimana ini Bram? Tante benar-benar tidak mengira Melvin akan menggunakan barang haram ini?" balasnya.


"Kita tidak pernah apa yang tersembunyi, Tante. Hanya saja, begitu semua tersingkap ya seperti ini. Lebih baik tenangkan diri Tante dan juga ikuti prosedur pemeriksaannya," balas Abraham.

__ADS_1


Menurut Abraham, dengan barang bukti yang ditemukan dan jika tes membuktikan Melvin benar-benar sebagai pengguna, maka yang bisa dilakukan adalah menjalani hukuman kurungan atau rehabilitasi. Semuanya tergantung pihak yang berwajib menjatuhkan putusannya.


__ADS_2