Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
MPASI Pertama Baby Mira


__ADS_3

Tidak terasa bulan telah berganti dengan bulan, Mira kini sudah berusia 6 bulan. Bayi berpipi chubby itu kian menggemaskan saja, selain itu Mira juga senang bermain mainan sensorik seperti buku kain, mainan pencet dan kerincingan, serta boneka tangan.


"Mira Sayang ... besok Mira mulai belajar makan yah. Mama akan masakan bubur MPASI untuk Mira," ucap Marsha yang kini sedang mengasuh Mira di kamar bayi milik Mira.


Tampak Mira berceloteh ria dengan bermain ludahnya sendiri, hingga bibirnya menjadi penuh ludah. Marsha yang melihat tumbuh kembang bayinya itu pun tertawa dan segera mengambil tissue untuk menyeka bibir Mira.


"Sukanya baru mainan ludah yah ... gemes banget sih Sayang. Makin ke sini kamu mirip Papa banget," balas Marsha lagi.


Ya, di mata Marsha kian bertambah hari rasanya bayinya itu kian mirip dengan Abraham. Bentuk wajah, bentuk hidung, bahkan matanya juga mirip seperti Abraham. Bahkan menurut Marsha, kenapa tidak ada fitur wajahnya yang seolah terlihat di wajah Mira.


"Semuanya mirip Papa ... lalu, Mama mirip apanya coba?" balasnya lagi dengan menemani Mira bermain.


Sepanjang hari mengasuh Mira dan bermain-main dengan bayinya itu rasanya begitu menyenangkan. Sampai tidak terasa hari sudah sore, dan Marsha segera memandikan putrinya. Setelahnya, Marsha mendudukan Mira di baby chair miliknya dan menaruhnya di depan pintu kamar mandi, kemudian Marsha pun mandi kilat. Para ibu apakah pernah juga melakukan ini? Di kala di rumah hanya berdua dengan bayi, apa pun di lakukan asal bisa sambil mengasuh si kecil.


Begitu juga dengan Marsha. Ada kalanya dia melipat cucian dengan mengasuh Mira yang sedang floor time (melantai), makan sambil memberikan ASI untuk Mira, dan juga melakukan berbagai kegiatan lainnya di rumah.


Menjelang sore hari, Marsha dengan menggendong Mira sudah menyambut Papa Abraham yang pulang dari studio foto miliknya. Sebenarnya, studio foto milik Abraham tetap buka sampai jam 21.00 malam, tetapi Abraham sendiri memilih untuk pulang setiap jam 16.00 sore dan menyerahkan studionya kepada staf kepercayaannya di sana.


"Papa pulang," sapa Abraham begitu memasuki rumah. Tampak Marsha dan Mira yang sudah menyambutnya di sana.


"Senangnya Papa ... tiap sore disambut Mama Marsha yang cantik dan Mira yang cantik," ucap Abraham lagi.


"Mandi dulu, Papa," ucap Marsha yang meminta suaminya itu bisa segera mandi terlebih dahulu. Marsha tidak akan membiarkan suaminya itu langsung menggendong Mira dalam keadaan belum mandi usai bekerja.

__ADS_1


"Sebentar ya Mira ... Papa mandi dulu," ucapnya.


Kemudian Abraham sedikit berlari menaiki anak tangga dan kemudian dia segera bergegas untuk mandi. Lebih cepat mandi, lebih cepat bisa memegang Mira. Sebab, Abraham tahu bahwa Marsha juga pasti capek sudah mengasuh Mira sepanjang hari.


Hanya kurang lebih 15 menit, Abraham sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan juga segera menggendong Mira.


"Sini, Mira sama Papa yah ... Mama biar istirahat sejenak," ucapnya.


"Akhirnya, ada partner mengasuh Mira. Aku mau meracik bahan untuk MPASI-nya Mira dulu Mas. Aku racik dan simpan di kulkas dulu, besok tinggal bikin bubur MPASI untuk Mira. Besok Mira sudah mau makan loh Papa," ucapnya.


Abraham lantas tersenyum dan menciumi puncak kepala Mira itu, "Anaknya Papa sudah mau mam-mam yah ... Mama akan bikinkan bubur yang lezat dan bergizi untuk Mira," kemudian Abraham menatap kepada Marsha, "Enggak capek emangnya? Agak nanti kalau Mira sudah bobok enggak apa-apa. Aku bantuin," ucapnya.


Akan tetapi, Marsha menggelengkan kepalanya, "Sekarang saja. Biar besok pagi aku enggak terlalu hectic, dan juga malam nanti bisa pacaran sama Papanya Mira," balasnya dengan tersenyum lebar di sana.


Abraham pun menganggukkan kepalanya, "Baiklah Shayang ... kalau butuh bantuan teriak saja, dari bawah juga kedengaran kok."


***


Keesokan harinya ....


Mengingat ini adalah hari pertama MPASI untuk Mira, Marsha pun bangun lebih pagi. Mama yang begitu lembut dan juga cantik itu langsung berkutat di dapur dan membuatkan bubur MPASI untuk Mira. Mengingat bubur MPASI harus dimasak dengan menggunakan slow cooker, sehingga memang membutuhkan waktu lama untuk memasaknya. Slow cooker sendiri dipilih supaya nutrisi dari setiap bahan makanan tidak hilang kala dimasak dalam waktu yang lama.


Satu jam lebih membuat MPASI dan menyimpan sarapan, kini Marsha mulai melembutkan bubur MPASI yang sudah dia buat sebelumnya dengan menggunakan food processor, memblendernya dengan tekstur yang lembut. Tidak lupa Marsha nanti akan menyajikan bubur MPASI itu dengan penuh cinta.

__ADS_1


Setelahnya, Marsha kembali naik ke kamar. Ada Abraham yang sudah mandi pagi itu, dan juga Mira yang tampak baru saja bangun. Bayi kecil itu mengangkat-angkat kakinya dan seolah ingin menghisap sendiri tumit kakinya. Semua perilaku Mira benar-benar membuat Marsha begitu gemas karenanya.


"Putrinya Mama sudah bangun? Mandi yuk Mira, setelah ini makan yah ... Mama sudah buatkan bubur MPASI yang lezat dan bergizi untuk Mira."


Lantas, Marsha dan Abraham sama-sama memandikan Mira dan menggantikan baju untuk bayi kecilnya itu. Setelahnya, keluarga kecil itu turun ke bawah untuk sarapan. Terlihat Marsha dengan antusias untuk menyuapi Mira di sana.


"Makanan pertama untuk Mira," ucapnya dengan tertawa riang.


"Hmm, aroma saja udah lezat," ucap Abraham dengan mencium aroma dari bubur MPASI milik Mira itu.


"Iya Mas ... pakai unsalted butter," balasnya.


"Yuk mam-mam Sayang ... disuapin Mama dan Papa bergantian sini," balas Abraham.


Kali pertama merasa bubur MPASI itu seolah Mira merasakan terlebih dahulu makanan yang rasanya asing di indera pengecapnya, seolah Mira membutuhkan waktu untuk bisa menerima makanan pertamanya. Beberapa kali suapan, hanya dikeluarkan saja oleh Mira. Percayalah, masa MPASI itu membuat ibu harus ekstra sabar. Membuatnya begitu lama, dan setelah disuapkan si baby tidak bisa langsung menerima dan memakanannya dengan lahap.


"Mam yuk ... haaak ... mam," ucap Marsha dengan menggerakkan sendok kecil dan kemudian kembali menyuapi Mira.


Setelah bersabar dan merayu Mira dengan candaan dan juga nyanyian, barulah Mira perlahan-lahan mau memakan bubur MPASI buatan Mamanya itu.


"Huh, keringetan deh nyuapin Mira," ucap Marsha dengan menggerakkan bagian kaos yang dia kenakan.


"Isitirahat dulu Shayang ... pelan-pelan. Bayi kan butuh waktu untuk beradaptasi. Cuma ini tadi sudah habis banyak kok. Citra mam yang banyak yah, Mama akan buatkan bubur yang lezat untuk Mira. Good job, Mira," ucap Abraham dengan menyeka bibir Mira dengan menggunakan tissue.

__ADS_1


"Iya, kuncinya sabar saja. Mana habis tissue banyak banget ya Mas ... tapi untuk Mira mau makan sih," balas Marsha.


Tidak apa-apa ekstra sabar jika hasilnya Mira bisa menikmati MPASI pertamanya. Semoga dengan kian bertambah hari, Mira akan semakin lahap memakan MPASInya, bertambah besar, dan kian gemoy.


__ADS_2