Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Lighting Crocth


__ADS_3

Saat Abraham sudah ingin menaiki anak tangga untuk menuju ke dalam kamarnya, Abraham berniat untuk mengganti celana pendek rumahan yang dia kenakan, dengan celana panjang untuk membelikan Roti Gambang dan juga Dodol Betawi yang diinginkan Marsha, ada Mira yang berjalan cepat keluar dari kamar dan mencari Papa serta Eyangnya.


"Papa, Eyang ... itu Mama menangis. Perutnya sakit katanya, Eyang," ucap Mira.


Baik Abraham dan Mama Diah pun sama-sama panik, keduanya bergegas menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar Marsha. Ya Tuhan, ketika Mira mengatakan bahwa perut Mamanya sakit, yang dipikirkan Abraham dan Mama Diah tentu saja adalah hal yang negatif. Keduanya takut terjadi apa-apa dengan Marsha.


"Sha, ada apa Sha?" tanya Mama Diah mendekati menantunya yang meringkuk di atas ranjang dengan menangis itu.


"Perut ... Marsha sakit Ma," rintihnya dengan menangis dan memegangi perutnya yang terasa begitu kencang.


"Kram?" tanya Mama Diah.


"Kelihatannya iya, Ma ... sakit," balas Marsha dengan terisak.


Lantas tangan Mama Diah menyentuh beberapa tempat di perut Marsha, ketika telapak tangannya menyentuh perut Marsha memang terasa ada bagian perut yang mengeras.


"Ya ampun, perut kamu keras banget, Sha," ucap Mama Diah.


Abraham pun bingung dibuatnya. Tidak mengira juga bahwa istrinya akan mengalami hal seperti ini.

__ADS_1


"Ke Puskesmas dekat rumah dulu ya, Sha ... ada bidan di sana, biar bisa diperiksa kandungan kamu," balas Mama Diah.


"Sakit Ma ... Marsha tidak bisa berjalan," balas Marsha dengan menangis.


Mama Diah lantas melihat Abraham, "Gendong Marsha, Bram ... bawa ke Klinik, Bram ... ini perut istri kamu keras banget," balas Mama Diah.


Setelahnya Mama Diah mengambil tissue dan menyeka air mata di wajah Marsha, kemudian membantu Marsha duduk bersandar di head board.


"Tenang dulu, jangan menangis dulu. Nanti kalau sudah tenang ke Klinik yah, biar dicek dulu kandungan kamu," balas Mama Diah.


Marsha pun akhirnya berusaha untuk menenangkan dirinya dan juga menghentikan tangisannya. Bahkan Marsha beberapa kali menghirup oksigen dalam dengan hidungnya dan kemudian mengeluarkannya perlahan dengan mulutnya. Supaya lebih tenang, tangan Marsha juga bergerak mengusapi perutnya.


Marsha membuka tangannya, mengisyaratkan kepada Mira untuk masuk ke dalam pelukannya. "Sini Sayang," balas Marsha.


Tidak menunggu waktu lama, Mira pun menghambur ke dalam pelukan Mamanya. "Kenapa Mama hamil justru sakit. Mira sedih kalau Mama sakit," ucap anak berusia 3 tahun itu.


"Tidak apa-apa, nanti juga sembuh kok," balas Marsha.


"Sembuh ya Ma ... sehat ya Ma," balas Mira.

__ADS_1


Hingga akhirnya, hampir sepuluh menit berlalu, Abraham dan Mama Rina, serta Mira mengantar Marsha ke klinik yang berada di dekat cluster perumahan mereka. Memeriksakan apakah kondisi Marsha ini berbahaya.


Begitu tiba di klinik, untung ada Dokter Kandungan yang bertugas di sana dan mulai memeriksa kondisi perut Marsha. Bahkan Marsha diminta ke kamar mandi terlebih dahulu untuk melihat apakah mungkin terjadi flek. Sebab, kram perut saat hamil muda yang disertai dengan flek bisa menjadi gejala awal terjadinya keguguran.


"Tidak flek, Dokter," ucap Marsha memberitahukan bahwa tidak terjadi flek.


Dokter itu pun menganggukkan kepalanya, "Berarti hanya terjadi kram perut saja ya Bu ... jika terjadi kram dan terjadi flek bisa menjadi gejala awal keguguran. Atau kehamilan ektopik," jelas Dokter tersebut.


Kehamilan ektopik adalah kehamilan di luar kandungan yang terhadi akibat adanya pembuahan sel telur di luar rahim. Selain kram perut, gejala lain yang dapat dialami ibu hamil akibat kehamilan ektopik adalah munculnya rasa nyeri pada rongga panggul, perdarahan dari ******, pusing dan lemas, nyeri di bagian bahu, bahkan tanda-tanda syok akibat perdarahan yang harus segera ditangani oleh dokter.


"Kalau tidak disertai flek, berarti hanya kram perut hamil muda biasa karena peregangan ligamen. Ini terjadi karena ligamen harus menopang rahim yang mulai membesar dan menebal seiring perkembangan janin. Nyeri ligamen rasanya begitu tajam dan menusuk, terutama saat ibu hamil mengubah posisi tidur secara tiba-tiba dan batuk. Bisa juga karena hormon progesteron akan meningkat dan menyebabkan penurunan fungsi saluran cerna. Hal ini bisa mengakibatkan makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan diolah secara lambat di dalam saluran cerna yang akhirnya memicu terjadinya sembelit dan munculnya kram perut.Yang ketiga biasanya karena stress," balas Dokter.


Ketika Dokter menjelaskan itu, ada rasa menyesal pada diri Abraham. Mungkin memang istrinya itu sedih dan stress yang berakibat pada terjadinya kram perut.


"Dikelola emosinya dengan sebaik mungkin ya Bu ... jangan sampai terjadi kram sampai terjadi flek. Berbahaya untuk ibu dan janinnya," balas sang Dokter.


Merasa memang kram perut atau yang istilah medisnya disebut lightning crotch. Mereka merasa lega, ketika kram datang Dokter menyarankan untuk minum air putih, mengubah posisi tidur, dan juga menyeka perut dengan air hangat.


Kini ketiganya kembali pulang ke rumahnya, dan tidak ada yang diobrolkan Marsha dan Abraham. Mama Diah yang melihat anak-anaknya itu diam, hanya tersenyum dalam hati, tetapi Mama Diah lega karena itu hanya kram biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2