Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Menanti Saatnya Launching


__ADS_3

Di tempat yang berbeda, Abraham dan Marsha justru tengah mencoba menyiapkan kamar untuk si Baby dengan tangannya sendiri. Abraham memanfaatnya skillnya dalam fotografi dan desain membuat berbagai aksesoris di kamar bayinya itu. Lantaran tidak tahu jenis kelamin bayinya, kamar si baby pun hanya tetap menggunakan warna putih. Selebihnya gambar di tembok, Abraham sendiri yang melukisnya. Gambar seperti pelangi, boneka, bintang, dan kupu-kupu menghiasi sisi tembok di kamar si baby yang terkoneksi dengan kamarnya itu.


"Coba lihat dulu Shayang, gambarnya bagus enggak? Ini aku buat gambar senatural mungkin dan bisa masuk ke baby kita nanti. Mau baby girl atau baby boy, gambar-gambar ini masuk sih,” ucapnya.


Marsha kemudian berdiri di dekat Abraham, mengamati hasil lukisan tangan suaminya itu. " Bagus kok Mas … bagus banget malahan. Kemampuan kamu melukis itu keren," balas Marsha.


Kali ini Marsha berbicara dengan jujur, bahwa hasil lukisan suaminya itu benar-benar keren. Sebab, Marsha sendiri sama sekali tidak bisa melukis. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, Marsha hanya memiliki satu gambar andalan yaitu dua buah gunung dengan matahari terbit di tengah-tengahnya. Selebihnya, Marsha sangat buruk dalam melukis. Bahkan Marsha di waktu kecil dulu merasa tidak berbakat dalam hal melukis dan mewarnai. Alhasil, di Sekolah Dasar, nilai menggambar Marsha hanya mendapatkan nilai 60 saja.


"Serius, kurang apa lagi?" tanya Abraham kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Sudah bagus kok. Bagus banget malahan. Kenapa sih Mas, untuk melukis, desain, potret gitu kamu jago banget," puji Marsha kepada suaminya.


Itu adalah pujian yang jujur. Sejak di bangku kuliah, Abraham selalu jago untuk melukis, desain, dan fotografi. Pernah dulu saat keduanya masih pacaran, Abraham melukis Marsha. Sampai kini, lukisan tangan Abraham itu masih Marsha simpan.


Tampak Abraham tersenyum dan mengedikkan bahunya, "Ya mungkin karena aku suka, Shayang. Jadi ya hasilnya bagus. Sama seperti aku yang sayang dan cinta mati sama kamu. Walaupun harus menunggu jandamu, hasilnya aku yang menjadi pelabuhanmu. Pelabuhan terakhirmu," balas Abraham.


"Bisa-bisanya sih. Gombal banget sih si calon Papa ini," balas Marsha.


Usai melukis di sudut dinding itu, kemudian keduanya menata lemari penyimpanan milik si Baby. Beberapa kali Abraham menggesernya untuk mendapatkan posisi yang pas. Pria itu tampak menyiapkan dengan semaksimal mungkin untuk menyambut calon buah hatinya.

__ADS_1


Sementara Marsha menata beberapa pakaian ke dalam laci penyimpanan. Personal care untuk si baby juga sudah tersedia dan ditata Marsha dengan begitu rapi.


"Mas, baby boxnya ditaruh di kamar kita saja gimana?  Soalnya aku belum tega kalau si baby nanti bobok sendiri di kamar. Kalau butuh ASI dan sebagainya kan bisa langsung dipegang," ucap Marsha.


"Boleh Shayang ... nanti aku geser yah. Mau ditaruh di mana box bayinya?" tanya Abraham.


"Di dekat tempat tidurku. Cuma kalau kadang bobok seranjang dengan kita tidak apa-apa kan Mas?" tanyanya kepada Abraham.


"Boleh Shayang ... bobok sama Mama dan Papanya, biar dia rasanya lebih hangat. Aku sangat excited untuk menyambutnya. Shayang, kamu tahu kan kalau aku dari kecil tidak memiliki Ayah. Namun, aku ingin memberikan kasih sayang yang tulus dan penuh untuk baby kita," ucap Abraham dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Jika menilik kisah Abraham, pria itu juga lahir dalam keluarga yang tidak utuh. Ayahnya memilih mengakhiri pernikahannya dengan Mama Diah, karena Ayahnya kepincut dengan model asal Ibukota. Abraham yang masih berusia 3 tahun waktu itu, tidak memiliki banyak memori yang indah dengan sang Ayah. Abraham tumbuh dengan kasih sayang Mamanya saja. Mungkin profesi Marsha yang adalah model juga menjadi salah satu pertimbangan bahwa Mama Diah dulu tidak menyetujui hubungan Abraham dengan Marsha.


Namun, Abraham ingin menjadi pria yang dewasa dan bijaksana. Dia akan mengasihi babynya dengan sungguh-sungguh. Tidak akan membiarkan babynya kekurangan kasih sayang darinya sebagai seorang Papa.


__ADS_2