
Selang dua hari berlalu, rupanya keluarga Agastya datang ke rumah Marsha dan Abraham. Tujuannya tentu untuk menjenguk Baby Marvel. Sore itu, seluruh keluarga bahkan datang secara langsung untuk menjenguk Marvel, termasuk si Baby Eiffel yang turut diajak dengan digendong oleh Mama Sara.
"Permisi," sapa Pak Belva yang sudah membuka gerbang rumah Marsha dan Abraham.
Dari rumah pun ada Mama Diah dan Mira yang membukakan pintu untuk keluarga Agastya yang baru saja datang.
"Mari-mari, silakan masuk," balas Mama Diah mempersilakan mereka masuk.
Tampak Pak Belva, Bu Sara, Evan, dan Elkan memberikan salam takzim kepada Mama Diah di sana. Pun dengan Mira yang tentunya melihat kakak-kakaknya datang. Tampak gembira sekali wajah Mira saat itu.
"Halo Eyang," sapa Sara dengan menggendong Eiffel di sana.
"Halo juga ... cucunya Eyang Diah. Cantiknya. Eiffel sudah berapa bulan ini?" tanya Eyang Diah.
"Sudah tiga bulanan, Eyang," balas Bu Sara lagi.
"Ayo, sini ... masuk. Itu ada Om Abraham dan Tante Marsha kok," balas Eyang Diah.
"Adik bayinya mana Eyang?" Elkan bertanya dan juga excited untuk melihat bayi yang baru lahir.
"Ada Kak Elkan, biar Eyang akan panggilin yah," balasnya.
Akhirnya, Mama Diah menaiki anak tangga dan memanggil Marsha dan Abraham untuk turun. Memberitahukan bahwa ada keluarga Agastya yang datang. Oleh karena itu, Marsha dan Abraham serta membawa serta Baby Marvel pun turun ke bawah dan menemui tetangga dan sekaligus Bestie mereka itu.
__ADS_1
"Wah, akhirnya Baby Boy sudah launching yah," sapa Sara begitu melihat Abraham yang turun dengan menggendong Baby Marvel di sana.
"Iya, akhirnya ... lega sekarang," balas Abraham.
"Siapa ini namanya?" tanya Pak Belva kemudian kepada Abraham.
"Namanya Marvel Narawangsa, Marvel panggilannya," jawab Abraham.
"Om Bram ... Marvel itu superhero dong," sahut Evan yang memang begitu hafal dengan berbagai karakter superhero. Sehingga, bocah yang biasanya pendiam itu kali ini bersuara dan mengatakan bahwa Marvel adalah karakter superhero.
Tampak Abraham tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Benar Kak Evan ... Om suka, dulu waktu Tante Marsha mengandung, Om Bram lihat Captain Marvel," balas Abraham.
"Cuma dia kan cewek Om," balas Evan lagi.
Tidak berselang lama, ada Elkan yang mendekat kepada Abraham dan mengamati adik bayi yang tertidur di dalam gendongan Abraham itu. "Adiknya cewek atau cowok, Om?" tanya Elkan.
"Cowok ... besok kalau adiknya sudah besar, boleh enggak ikut main sama Kak Evan dan Kak El?" tanya Abraham.
Elkan pun menganggukkan kepalanya, "Boleh Om ... nanti mainan Lego dan Uno yah sama aku," balasnya.
"Iya, makasih Kak El sudah mau ajakin main kalau Marvel sudah besar," balas Abraham.
"Main sama aku juga boleh Om Bram ... aku punya banyak action figure kayak Captain Marvel loh. Nanti main sama Kakak Evan yah," sahut Evan yang juga tampak ingin bermain dengan Marvel.
__ADS_1
Melihat bahwa Evan dan Elkan ingin main dengan Marvel semua, Mira pun tampak bersedih dan kemudian mengucapkan pertanyaan hingga terdengar oleh semua yang ada di sana, "Kalau Kak Evan dan Kak El mainnya sama Adik Marvel, lalu yang main sama Mira sapa dong?" tanyanya.
"Kakak Mira nanti main sama Eiffel yah, kalau Eiffel sudah besar," balas Mama Sara di sana.
"Iya Ma," balas Mira dengan menganggukkan kepalanya.
"Main sama aku, Mira ... nanti aku temenin main yah ... atau sekarang aja yuk, kita main bersama," ajak Elkan yang sudah menggandeng tangan Mira dan hendak mengajaknya bermain.
Setelahnya, tampak ketiga bocah itu bermain bersama. Sementara, Mama Diah tampak menyajikan minuman dan aneka camilan untuk keluarga Agastya.
"Ayo, silakan diminum," ucap Mama Diah.
"Makasih Eyang," balas Sara dan Pak Belva.
"Sakit Sha?" tanya Bu Sara kemudian.
"Sakit, Bu ... pasca persalinan yang membuat sakit," balas Marsha.
"Benar sih ... kalau normal itu pembukaan sampai persalinan sudah sakit duluan, Sha ... luar biasa. Apalagi waktu digunting. Ya ampun, sakitnya," balas Bu Sara dengan bergidik ngeri membayangkan kembali bagaimana susah payahnya dia melahirkan Evan secara normal dulu.
"Sekarang sakitnya usai bersalin Bu ... sakit di perut dan kayak kram gitu. Untuk menunduk sedikit mengambil diapers saja sakit," balas Marsha.
Para kaum Papa yang mendengarkannya pun sebenarnya turut kasihan dengan cerita persalinan kedua istri mereka. Rasanya memang persalinan itu begitu menyakitkan. Akan tetapi, itu jugalah yang harus dilakukan untuk melahirkan buah hati mereka.
__ADS_1