
Mama Diah benar-benar tidak menyangka bahwa di hari ulang tahunnya kali ini Abraham datang dengan mengajak serta Marsha dan juga Mira. Tentu saja sebagai orang tua Mama Diah begitu bahagia. Baginya ini adalah ulang tahun terindah karena bisa berkumpul bersama anak, menantu, dan cucu tercinta.
Namun, sebagai orang tua Mama Diah juga merasa tidak menyiapkan apa pun. Secara khusus, Mama Diah tahu bahwa Marsha begitu menyukai Lumpia, tetapi sekarang tidak ada Lumpia di rumah. Andai saja, mereka memberikan kabar sudah pasti Mama Diah akan membelikan Lumpia Gang Lombok kesukaan Marsha.
"Seharusnya kalian memberi kabar terlebih dahulu, jadi Mama bisa membeli Lumpia kesukaanmu, Sha ... atau Tahu Baxo kesukaan kamu, Bram," ucap Mama Diah.
"Tidak apa-apa, Ma ... besok Bram dan Marsha kan bisa beli sendiri. Sambil jalan-jalan," balas Abraham.
"Kaget banget loh Mama bisa melihat kalian yang tiba-tiba ada di sini. Naik apa pesawat atau kereta api?" tanya Mama Diah.
"Naik kereta api saja, Ma ... lebih enak naik kereta api sambil melihat pemandangan di kanan kiri," balas Marsha kali ini.
Mama Diah pun tertawa, "Masuk-masuk ... untuk tadi Mama itu sudah membersihkan kamar kamu, Bram ... rasanya kok pengen bersih-bersih kamar. Tadi itu Mama sampai jemurin bantal dan guling biar bersih dan hangat. Walah, ternyata anak-anak Mama mau datang," ucap Mama Diah.
Marsha dan Abraham pun tertawa, rupanya memang Mama Diah sebenarnya sudah memiliki firasat, hanya saja memang Mama Diah tidak menyangka jika Marsha dan Abraham datang kali ini. Namun, membuat kejutan seperti ini membuat Marsha dan Abraham pun juga merasakan senang bukan main.
"Malam ini kita rayakan ulang tahun Mama yah ... tidak usah masak aja Ma, kita makan bersama di Taman Air Maerokoco. Mama suka seafood kan? Kita bisa makan bersama di sana," ucap Abraham.
Mendengar apa yang Abraham ucapkan, Mama Diah pun tersenyum. Tidak mengira bahwa Abraham sebegitu sayang dan pengertian kepadanya bahkan Abraham masih ingat bahwa kesukaan Mama Diah adalah menikmati olahan boga bahari di Taman Air Maerokoco. Oleh karena itulah, Abraham ingin mengajak Mamanya untuk merayakan ulang tahun dengan makan malam bersama di sana.
__ADS_1
***
Malam harinya ....
Abraham benar-benar mengajak seluruh keluarganya ke Taman Air Maerokoco. Konsep rumah makan apung begitu banyak di sana, dan lampu-lampu yang begitu menawan pada malam hari menjadi suasana di sana begitu indah. Kali ini, tujuan Abraham mengajak Mama, istri, dan anaknya ke sini adalah untuk merayakan ulang tahun Mama Diah.
"Kamu repot-repot loh, Bram," ucap Mama Diah.
Akan tetapi, dengan cepat Abraham menggelengkan kepalanya, "Enggak repot kok Ma ... lagian Abraham mengajak anak dan istri pulang ke Semarang salah satunya juga untuk merayakan ulang tahun Mama," balas Abraham.
Rupanya Abraham sudah mereservasi khusus satu tempat di warung apung. Sehingga kala mereka datang, mereka tidak akan menunggu lama untuk menu makanannya. Bahkan Abraham dan Marsha juga memesan kue ulang tahun untuk Mama tercinta. Benar-benar kejutan yang spesial untuk Mama Diah.
Putranya Abraham memang seperti itu. Ada kalanya, di kala dirinya berulang tahun, ada kado atau bunga yang dikirim khusus ke rumah. Sekarang, justru Abraham sendiri yang pulang dan membawa serta anak dan istrinya. Serta kejutan ini sangat berarti untuk Mama Diah.
"Sama-sama Ma ... Bram juga berterima kasih karena Mama sudah melahirkan Abraham, mengasuh dan merawat hingga Abraham menjadi sosok yang seperti ini. Terima kasih banyak Mama," balas Abraham.
Rupanya Marsha di sana yang justru berkaca-kaca. Mama dan putranya yang saling memiliki, saling menyayangi menjadi pemandangan yang begitu indah untuk Marsha. Sungguh Marsha tidak mengira bahwa Abraham memang sosok anak yang baik dan begitu sayang kepada anaknya.
"Tiup lilin dulu ya Eyang," ucap Marsha menginterupsi.
__ADS_1
Mama Diah pun menganggukkan kepalanya. Terlihat wanita paruh baya itu memejamkan matanya sesaat dan kemudian berdoa di dalam hati, setelahnya meniup lilin-lilin kecil di atas kue ulang tahun itu.
"Mama berharap Abraham, Marsha, dan Mira bahagia dan sehat selalu. Serta, Mama diberi Allah umur yang panjang supaya Mama bisa melihat Mira tumbuh dewasa dan memiliki cucu lagi dari Marsha dan Abraham. Amin"
Usai mengatakan itu, Mama Diah meniup lilinnya. Abraham dan Marsha pun mengaminkan doa yang diucapkan oleh Mama Diah itu.
"Makasih Bram, Marsha, dan Mira ... sungguh Mama tidak mengira bahwa hari ini banyak kejutan untuk Mama. Ulang tahun pertama bagi Mama dengan adanya Marsha dan Mira. Keluarga Mama bertambah, bukan hanya Abraham. Mama juga memiliki menantu dan cucu yang sangat Mama sayangi," ucap Mama Diah.
"Selamat ulang tahun ya Mama kami ... Eyangnya Mira, semoga Eyang selalu sehat dan panjang umur. Ditunggu lagi untuk tinggal lama di Jakarta," balas Marsha.
Usai itu kemudian mereka menikmati makan malam bersama. Marsha dan Abraham juga bergantian menggendong atau menjaga Mira. Sebab, Mira juga sudah bisa duduk, sehingga ada beberapa mainan yang sengaja dibawa oleh Marsha. Setidaknya dengan mainan kesukaannya, Marsha bisa duduk dengan lebih nyaman dan fokusnya teralihkan pada mainan.
"Ayo makan yang banyak ... tambah Sha ... kamu kurusan loh," ucap Mama Diah dengan tiba-tiba.
Marsha kemudian tersenyum. Memang sejak banyaknya masalah yang terjadi, dirinya kehilangan selera makannya, dan juga beberapa kali insomnia. Ada kalanya Marsha juga menenangkan Abraham dan mensupport suaminya itu. Ada kalanya Marsha untuk makan sudah terlalu capek karena mengasuh Mira hingga lupa makan.
"Memang kurusan, Ma ... berkurang lima kilogram," balas Marsha.
"Makanya makan yang banyak. Bram enggak menyuruh kamu diet kan?" tanya Mama Diah.
__ADS_1
"Enggak, Mas Bram enggak nyuruh kok, Ma," balasnya.
Kemudian Mama Diah menambahkan nasi dan lauk di piring Marsha. Mama Diah juga tersenyum, intinya menantunya itu harus makan dan berat badannya bisa kembali bertambah.