Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Menelpon Mama Diah


__ADS_3

Selang satu hari berlalu, Marsha mengingat pesan yang diberikan oleh Mama Diah yaitu dengan memberitahukan jenis kelamin bayi mereka jika sudah melakukan pemeriksaan dengan USG. Oleh karena itu, kali ini Marsha pun akan menelpon Mama Diah dan juga memberitahukan mengenai jenis kelamin anak kedua mereka. Tidak lupa, Mira yang juga ingin berbicara dengan Eyangnya yang sekarang masih berada di Semarang.


“Mira, Mama mau telepon Eyang dulu. Volume televisinya tolong dikecilkan sedikit dong,” pintanya kepada Mira yang kala itu sedang menonton channel Youtube anak-anak di televisi pintar mereka.


“Mau apa Ma?” tanya Mira yang terlihat sedang memegang remote dan juga sekarang hendak mengecilkan volume televisi tersebut.


“Mama mau telepon Eyang dulu,” jawab Marsha lagi.


“Video call aja Ma … Mira kangen sama Eyang,” balasnya.


Menuruti permintaan Mira, akhirnya Marsha meminta Mira untuk mengurangi volume televisi terlebih dahulu dan kemudian barulah melakukan panggilan video kepada Mama Diah.


Mama Diah


Berdering


"Halo ... selamat siang Eyang," sapa Marsha begitu terlihat wajah Mama Diah di layar smartphone miliknya.


"Iya halo ... wah, ada Mama Marsha dan Mira. Kalian baru ngapain?" tanya Eyang Diah kepada Marsha dan Mira.


"Eyang ... Eyang kapan ke Jakarta?" tanya Mira yang agaknya sudah kangen dengan Eyangnya dan juga mengharapkan Eyangnya itu bisa ke Jakarta lagi.


"Nanti kalau Mamanya Mira mau melahirkan Adik bayi, Eyang akan ke Jakarta yah," balas Eyang Diah.


"Iya Eyang," balas Mira yang bisa memahami kondisi dan tentunya juga akan menunggu sampai Eyangnya itu bisa datang ke Jakarta nanti.

__ADS_1


Setelahnya, Marsha giliran yang berbicara dengan Eyang Diah. "Ma, baru ngapain Ma?" tanya Marsha.


"Baru nyantai saja, Sha ... habis jemur baju tadi, mumpung di Semarang masih panas. Biasanya kalau menjelang sore tahu-tahu hujan," balas Mama Diah.


"Kalau di Jakarta masih panas Ma ... belum hujan. Ini Marsha mau ngabarin nih sama Mama," ucap Marsha kemudian.


Rupanya Mira kembali lagi turut menyahut di sana, "Eyang ... kemarin Mira ikut Mama dan Papa ke rumah sakit, Eyang. Periksakan adik bayi. Coba tebak Eyang, jenis kelaminnya adik bayi apa Eyang?"


Belum sempat Marsha memberitahukan jenis kelamin bayinya rupanya Mira sudah mengajak Eyangnya untuk menebak terlebih dahulu apa jenis kelamin adik bayinya. Eyang Diah yang mendengarkan Mira berbicara pun turut tertawa di sana. Begitu gemas rasanya dengan Mira.


"Kelihatannya sih cewek lagi. Soalnya Mama Marsha hamil kali ini banyak menangisnya, sensitif juga. Jadi Eyang sih menebaknya cewek," tebakan dari Eyang Diah.


Bukan tanpa sebab, tetapi melihat Marsha yang lebih sensitif, moodyan, dan juga banyak menangis agaknya Mama Diah mengira bahwa bayi yang dikandung Marsha sekarang adalah perempuan. Hanya sekadar tebakan, tapi sebenarnya seperti apa juga tidak terlalu tahu.


Eyang Diah yang mendengar bahwa bayi Marsha sekarang berjenis kelamin cowok pun juga merasa senang. Itu artinya dia akan memiliki dua cucu yang lengkap, putri dan putra. Sebelumnya Eyang Diah pikir, cucunya adalah cewek lagi, rupanya justru cowok.


"Wah, senengnya ... Eyang punya cucu cowok," balas Eyang Diah.


Marsha pun menganggukkan kepalanya perlahan, "Iya Eyang ... kami berdua juga tidak menyangka kalau si baby ini cowok. Sudah lengkap Eyang," balas Marsha.


"Ya, bersyukur Sha ... sudah lengkap. Jadi, ini kehamilannya berapa bulan usianya?" tanya Mama Diah.


"Sudah 20 minggu Ma ... sudah setengah jalan, dan tidak lama lagi akan lahiran Ma," balasnya.


"Di hati-hati ya Sha ... jangan kecapekan. Kerjaan rumah itu dikerjakan kalau kamu tidak kecapekan saja. Banyak istirahat. Mau dikirimin makanan dari Semarang enggak?" tanya Mama Diah kepada Marsha.

__ADS_1


Betapa senangnya Marsha memiliki mertua yang super perhatian. Tak jarang Mama Diah dari Semarang selalu mengirimkan aneka makanan yang tahan lama kepada Marsha di Jakarta. Juga, saat Mama Diah tiba di Jakarta, pastilah ada oleh-oleh khas Semarang yang dibawakan oleh Mama Diah.


"Boleh Ma ... yang kering dan tahan lama saja Ma. Kalau Mama tidak repot," balas Marsha.


"Iya, nanti Mama kirimin yah. Ada sesuatu yang khusus enggak? Buat cucu biar enggak ngidam nanti," sahut Mama Diah lagi.


"Eyang, Mira mau jenang dodol itu dong Eyang ... yang kotakan rasa cokelat itu loh Eyang," pinta Mira yang sudah bisa request kepada Eyangnya.


"Yang mana Nak?" tanya Eyang Diah.


"Yang kotakan dikira kotak rokok itu loh Eyang ... yang dibelikan Eyang waktu di Semarang," balas Mira.


Mama Diah pun mengangguk-angguk perlahan, "Oh, itu ... jenang Mubarok yah?" tanya Eyang Diah.


"Iya Eyang ... yang banyak ya Eyang," pintanya.


Marsha yang mendengarkan permintaan Mira pun tertawa, "Sedikit saja Eyang ... daripada tidak dimakan," balasnya.


"Ya, nanti Eyang belikan yah," balas Mama Diah.


Setelahnya Eyang Diah kembali berbicara kepada Marsha di sana, "Ya sudah ... dihati-hati ya Sha ... sehat-sehat. Nanti kalau sudah waktunya bersalin Mama pasti akan ke Jakarta lagi. Yang rukun sama Bram yah," ucap Mama Diah.


"Iya Ma ... Mama di Semarang juga sehat selalu ya Ma," balas Marsha.


Setidaknya Marsha bisa semarang tenang karena sudah memberitahukan jenis kelamin bayinya kepada Mama Diah. Ya, ini adalah kabar yang baik. Eyang Diah pun juga menyambut baik bahwa cucu keduanya nanti akan berjenis kelamin laki-laki. Artinya Mama Diah juga sudah lengkap memiliki cucu perempuan dan laki-laki.

__ADS_1


__ADS_2