
Melihat Melvin dengan semua pikiran kotornya membuat Abraham justru iba dengan adik tirinya itu. Apa yang sebenarnya membuat Melvin terlihat begitu benci dengan Marsha. Bahkan untuk melihat Marsha hancur sampai Melvin menawarkan sejumlah harta yang nilainya fantastis dan meminta Abraham untuk meninggalkan Marsha.
Satu hal yang menjadi kesimpulan bagi Abraham, ada yang salah di sini dan itu tentunya adalah kebencian Melvin yang seolah tidak mendasar pada Marsha. Ada satu hal yang janggal di mata Abraham, bukankah dulu keduanya terikat dalam pernikahan, lantas kenapa Melvin sebenci ini dengan Marsha.
"Mengapa kamu begitu membenci Marsha dan menginginkannya hancur?" tanya Abraham.
Melvin menyeringai, pria itu kemudian menatap tajam pada Abraham, "Itu semua karenamu. Aku menikahinya, memiliki tubuhnya, tetapi tidak dengan hatinya," balas Melvin dengan begitu yakin.
Abraham yang mendengarkan jawaban Melvin pun kian bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, sampai Melvin mengatakan demikian. Apa yang dilakukan Marsha selama menjadi istri Melvin selama dua tahun itu.
Melvin kemudian menyerahkan sebuah foto di sana. Ya, foto yang dia temukan di dalam kamarnya foto kala Marsha masih menjadi pacar Abraham. Foto yang diambil di depan Lawang Sewu, Kota Lama, Semarang itu menjadi bukti nyata bahwa Marsha masih mencintai Abraham. Keberadaannya memang dengan Melvin, tubuhnya memang bisa Melvin nikmati, tetapi tidak dengan hatinya.
"Foto ini aku temukan di dalam kamar kami, hanya setengah tahun setelah kami menikah. Kamu tahu apa artinya? Ketika seorang istri masih menyimpan foto mantan kekasihnya, sudah pasti pria itu adalah mantan terindah untuk wanita itu. Mantan terindah yang begitu sulit untuk dilupakan, sehingga hanya untuk dikenang. Sejak saat itu aku ingin menyakiti Marsha. Aku memilih syuting stripping dan pulang dini hari. Aku mulai berkenalan dengan Lista dan memakai wanita itu untuk melampiaskan hasratku, dan juga aku mulai melakukan kekerasan kepada Marsha. Hahaha ... itu sudah luar biasa. Pembalasan dendamku karena hati istriku nyatanya tidak menjadi milikku, tetapi menjadi milik mantan kekasihnya," cerita Melvin dengan panjang lebar.
Abraham mencoba mendengarkan semuanya, dan juga menelaah apakah benar bahwa Marsha tidak bisa melupakannya walaupun mereka berpisah dan Marsha pada akhirnya menikah dengan Melvin. Ada perasaan bahagia di hati Abraham karena Marsha selalu mengingatnya.
"Lalu, sekarang apakah kamu menerima penawaranku? Tinggalkan Marsha, aku sangat yakin begitu kamu meninggalkannya, hidupnya akan benar-benar hancur," balas Melvin.
Abraham hanya tersenyum tipis dan menatap Melvin, "Aku tetap berada di keputusanku bahwa aku tidak pernah meninggalkan Marsha. Kalau pun aku meninggalkannya itu jika memang Tuhan yang menggariskan kami untuk berpisah. Kami akan saling menjaga sampai maut yang melepaskan."
__ADS_1
Abraham menjawab dengan begitu yakin bahwa keyakinan untuk Marsha begitu kuat. Tidak akan pernah meninggalkan Marsha. Seumur hidupnya, bahkan sampai hembus nafasnya yang terakhir Abraham ingin selalu mendampingi Marsha. Biarlah semua kesukaran dalam hidup silih berganti, tetapi cinta dan kesetiaannya untuk Marsha akan selalu ada.
"Kamu lupa satu hal Melvin, bahwa banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dibeli dengan uang. Banyak orang yang tidak silau dengan harta dunia. Banyak orang yang merasa bahagia walau hidupnya hanya kecukupan saja. Mumpung masih ada waktu, berubahlah. Bertobatlah dan berjalanlah ke jalan yang benar. Bahagiakan almarhum dengan hidup baik," balas Abraham.
Lagi Abraham memberikan nasihat kepada Melvin dan juga mengingatkan kepada pria itu untuk berubah. Masih belum terlambat untuk memperbaiki diri dan membahagiakan almarhum Papanya. Masih ada waktu untuk bertobat. Selama hayat masih dikandung badan, selama itu pula waktu yang begitu banyak untuk memperbaiki diri.
"Masalah hati Marsha, biarlah Marsha sendiri yang tahu. Lagipula, kamu suaminya seharusnya kamu bertanya baik-baik kepadanya. Meminta penjelasannya, bukan malah berbuat yang tidak benar dan melakukan kekerasan kepada Marsha. Semua bisa dibicarakan dengan baik-baik. Pantas saja kelakuanmu seperti itu. Aku sangat yakin bahwa tindakanmu yang seperti yang membuat Marsha akhirnya berlari kepadaku. Aku sangat yakin jika waktu itu kamu berdiskusi dengan baik-baik, menanyakan perihal foto-foto itu, mencari solusi bersama, mungkin saat ini Marsha masih akan berada di sampingmu. Sayangnya, kamu yang memilih menghancurkan rumah tanggamu sendiri. Kamu yang memulai perselingkuhan dengan Lista," balas Abraham.
Sungguh, telinga Melvin rasanya begitu panas mendengarkan Abraham. Niat hati dia ingin membuat Abraham risau dan menginginkan harta, justru sekarang Melvin yang mendapatkan ucapan yang layaknya nasihat dari Abraham itu.
"Kamu pemicunya. Kamu yang sejak awal berada di antara aku dan Marsha," balas Melvin.
"Namun, kamu yang memperkeruh semuanya. Andai kamu bertanya kepada Marsha dengan baik-baik, menanyakan apa arti dari semua foto ini, dan berkomitmen pada pernikahan tentu semuanya tidak akan seperti ini. Oh, iya ... tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan, melakukan hubungan dengan kekerasan bukan hanya menyakiti fisik seorang wanita, tetapi juga melukai wanita secara mental," balas Abraham lagi.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini, Melvin. Ambil semua harta kekayaan almarhum, aku sama sekali tidak menginginkannya. Oh, iya ... jika kamu tidak mau menerimanya, wakafkan saja untuk kepentingan bersama orang-orang yang membutuhkannya," balas Abraham dengan yakin.
Memang tidak ada niat dalam hati Abraham untuk menerima pemberian Papanya. Sebab, Abraham lebih menginginkan kasih sayang yang tulus sewaktu almarhum masih hidup, daripada mendapatkan harta yang pada akhirnya justru menjadi sengketa. Abraham sudah memikirkan untuk mewakafkan semuanya itu. Wakaf sendiri adalah pemberian suatu harta dari milik pribadi menjadi kepentingan bersama, sehingga kegunaannya mampu dirasakan oleh masyarakat luas tanpa mengurangi nilai harta tersebut.
"Jadi, kamu menolak penawaranku?" tanya Melvin.
__ADS_1
"Iya," jawab Abraham tanpa ragu.
"Jadi, kamu ingin mempertahankan Marsha?"
"Tentu, jika ada satu hal yang harus kupertahankan dalam hidup itu adalah Marsha."
"Kamu tidak takut dengan ancamanku bahwa aku bisa melakukan apa pun dengan uangku?" tanya Melvin dengan menatap tajam pada Abraham.
Abraham tersenyum, rupanya dengan diam dan sengaja dia meremakan ucapan Melvin yang mengatakan bahwa dia yang memulai untuk selingkuh, menyakiti Marsha secara seksual, dan melakukan apa pun. Abraham memutar suara Melvin itu.
"Jangan main-main denganku, Melvin. Sekali saja kamu mengusik keluargaku, aku akan menghancurkan karirmu sampai kamu tidak bisa bangkit lagi. Sekali saja kamu mengusik Marsha, aku akan membuatmu mendekam di penjara untuk waktu yang begitu lama. Aku akan benar-benar melupakan hubungan darah yang ada di antara kita," gertak Abraham kali ini.
Sungguh, Melvin tidak menduga, ceritanya yang layaknya sebuah pengakuan dosa itu justru direkam Abraham. Itu artinya jika rekaman itu sampai bocor, karirnya akan kembali terguncang, dengan skandal yang begitu besar sudah pasti Melvin akan hancur dan tidak bisa bangkit lagi.
"Sialan," Melvin mengumpat karena merasa Abraham begitu licik kepadanya.
Abraham tersenyum menyeringai di sana, "Sebaiknya perbaiki dirimu. Temukan wanita yang menerima dan mencintai kamu apa adanya. Jangan membuat dirimu hidup dalam dendam yang justru merugikan dirimu sendiri. Ada kalanya untuk memulai hal yang baru dalam hidup, perbaikilah dirimu sendiri," balas Abraham.
Melvin benar-benar geram dengan Abraham. Tidak menyangka bahwa Abraham melakukan tindakan seperti itu. Kini, Melvin seakan tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
"Jika sudah tidak ada keperluan lagi, pergilah dari sini ... oh, iya ... ingat ada kalanya waktu yang Tuhan berikan untuk memperbaiki diri itu tidak banyak. Jadi, sekarang bertobatlah," balas Abraham.
Dengan hati yang bergemuruh penuh amarah, Melvin pun keluar dari ruangan Abraham. Niatnya kembali gagal, dan kini gertakan Abraham justru membuatnya risau. Jika, rekaman suara itu sampai bocor, karir Melvin akan benar-benar hancur. Tidak ada lagi yang bisa membuatnya bangkit dalam waktu yang cepat jika citra benar-benar rusak.