Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Candi Gedong Songo


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi Abraham sudah bersiap untuk menuju ka Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Tempat yang akan dituju Abraham kali ini adalah Candi Gedong Songo. Candi Gedong Songo sendiri adalah sebuah kompleks bangunan candi peninggalan budaya Hindu di Nusantara. Candi yang dibangun oleh wangsa Syailendra pada abad ke-9 ini masih berdiri sampai sekarang. Candi ini terletak di ketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut dan suhu udara yang dingin.


Sebelum Abraham di sana, rupanya ada Arman dan calon pengantinnya yang sudah sampai di sana terlebih dahulu. Abraham pun membaca pesan yang sudah dikirimkan oleh Arman dan menuju ke Candi Gedong empat. Di sana memang adalah spot terbaik untuk melakukan foto, dengan Gunung Ungaran dan berbagai perbukitan hijau yang mengeliling, kabut yang terkadang turun, dan pemandangan kota Seamrang dan Salatiga yang menghampar di bawah.


"Ar, Arman," sapa Abraham dengan sedikit berteriak dan melambaikan tangannya ketika menjumpai seorang pria gagah dan bertubuh tegap mengenai seragam loreng hijau yang membuatnya kian menawan.


"Hei, Bro ... akhirnya sampai di sini juga," balas Arman.


Keduanya pun melakukan tos dengan membuat kepalan tangan, dan berpelukan sesaat.


"Wah, keren banget ... setelah jadi Prajurit, tambah cakep aja," balas Abraham.


Tawa Arman pun meledak ke udara, pria itu hanya menggelengkan kepalanya, "Prajurit bawahan saja, Bram ... tapi pasti orang menilai seragam ini yang sangat berharga," ucapnya dengan mengangkat bagian seragam lorengnya di dada.


"Keren lah ... aku saja cuma kayak gini, tapi kamu bisa menjadi abdi negara, orang yang kali pertama mengangkat senjata jika ada sesuatu yang buruk terjadi di negeri ini," balas Abraham.


Bagi Abraham apa yang sudah dilakukan Arman sangat hebat. Temannya itu akan berada di garda terdepan untuk membela negara. Siap mengangkat senjata, dan menyerahkan jiwa raga untuk Ibu Pertiwi.


"Kamu juga keren lah. Makin hari makin ganteng (cakep - dalam bahasa Jawa). Sudah nikah belum?" tanya Arman secara to the point kepada Abraham.


Mendengar kata menikah, hati Abraham terasa perih, dia teringat Marsha. Sebab, jikalau Abraham menikah sudah pasti wanita yang ingin dia nikahi adalah Marsha, bukan wanita yang lain.


Melihat Abraham yang belum memberikan jawaban, Arman kembali membuka mulutnya dan bersuara.

__ADS_1


"Mantan kamu rupanya jadi istrinya aktor terkenal itu ya Bram? Sorry, bukan aku mengingatkan kamu ke masa lalu ... cuma, aku melihat beritanya yang heboh di televisi beberapa bulan lalu. Katanya Marsha selingkuh, sampai rumah tangganya hancur," ucap Abraham.


Bagaimana orang-orang tidak tahu, jika waktu itu media memang mengekspose masalah rumah tangga Melvin dan Marsha. Nama besar Melvin dan popularitas yang dimiliki pria itu cukup untuk menaikan sebuah berita yang dikonsumsi masyarakat secara luas.


"Udah ... sekarang mana pengantin wanitanya. Mau difoto di mana nih? Aku akan atur gayanya, tapi bisa fleksibel kok. Kalian berdua bergaya sendiri juga boleh," sahut Abraham.


Sebenarnya Abraham berusaha mengalihkan pembicaraan. Walau hatinya kalut, tetapi biarkanlah saat ini Abraham menyelesaikan pekerjaannya untuk mengabadikan momen prewedding Arman dan calon pengantinnya terlebih dahulu.


"Bentar ... aku panggil yah, tadi katanya tinggal di make up dikit. Oh, iya ... tadi aku berencana sewa kuda juga, dan itu ada Bapaknya yang udah siap nyewain kuda. Jadi, nanti ambil foto juga naik kuda yah Bram," pinta Arman.


Abraham pun tertawa dan menganggukkan kepalanya, "Boleh-boleh ... idenya Mas Tentara pancen (memang - dalam bahasa Jawa) beda. Tambah gagah nanti naik kuda, biar kayak Kstaria Berkuda," balas Abraham.


"Biar temanya enggak monoton, Bram ... lagian prewedding kan sekali seumur hidup, jadi aku memang mau membuat yang berkesan untukku dan calon istri," balas Arman.


"Kenalin Bram, dia Rania ... calonku," ucap Arman dengan begitu bangga.


Abraham pun menganggukkan kepalanya, dan berjabat tengan dengan kekasih Arman itu.


"Abraham," ucapnya singkat.


"Rania," balas kekasih Arman itu.


Setelah berkenalan, mulailah Abraham mengambil foto-foto calon mempelai itu. Sesekali Abraham juga mengarahkan keduanya untuk bergaya.

__ADS_1


"Arman, menoleh ke kiri sana. Terus Rania, pandang wajahnya Arman yah ... nah, gitu. Tahan yah. Satu ... Dua ... Oke!" Abraham memberikan arahan kepada temannya itu berfoto. Saat sedang berfoto dengan menaiki kuda, beberapa kali juga Abraham mengarahkan keduanya, sehingga hasil foto yang didapatkan bisa lebih baik.


Kurang lebih dua jam lamanya, Abraham berada di Candi Gedong Songo dan mengabadikan momen prewedding sahabatnya itu. Setelah itu, Abraham beristirahat sejenak dan meminum air mineral untuk membasahi tenggorokannya yang kering.


"Kamu mau foto mentah atau ada yang dicetak?" tanya Abraham kepada Arman.


"Dicetak besar sekalian bisa enggak Bram?" tanya Abraham.


"Bisa ... tapi nanti aku edit dulu ya fotonya, dan sekarang masih mental fotonya," balas Abraham.


"Siap lah ... aku ngikut Mas Fotograper aja," balas Arman. "Makasih banyak ya Bram ... aku yakin hasil fotonya pasti keren. Kamu mau balik sekarang, atau di sini dulu?" tanya Arman.


Terlihat Abraham melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian mengamati sekitarnya.


"Mungkin mau di sini dulu deh ... aku mau coba naik sampai ke atas," balas Abraham.


Ya, Abraham penasaran untuk mendaki sampai ke atas, dan melihat candi yang ada di perbukitan yang lebih atas. Sekaligus Abraham bisa mengabadikan pemandangan indah layaknya negeri di atas awan itu dengan jepretan kameranya.


Abraham menginginkan refreshing sejenak, usai dari Bandungan ini, Abraham berniat untuk mengunjungi kediaman orang tua Marsha. Siapa tahu Abraham akan menemukan Marsha di Semarang ini. Walaupun satu pun jejak tidak Abraham miliki, tetapi Abraham tidak patah harapan untuk menemukan Marsha.



Ini adalah Candi Gedong Songo yang sering disebut Candi di atas Awan. Tunggu Bab selanjutnya usai ini yah. :D

__ADS_1


__ADS_2