Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Kenangan Waktu Pacaran


__ADS_3

Kembali ke Semarang dan menginap di rumah Mama Diah, seakan membuat Marsha teringat saat masih menjadi pengantin baru dan dia tinggal beberapa hari di rumah itu sebelum akhirnya kembali ke Jakarta. Usai dari Taman Air Maerokoco, keluarga Abraham pun memilih pulang dan istirahat. Terlebih juga Mira yang sudah tidur terlebih dahulu.


"Makasih banget ya Marsha dan Bram, Mama sudah diseneng-senengin. Udah malam, Mira juga sudah tidur, kalian istirahat yah," ucap Mama Diah.


"Iya Ma, mungkin Mira juga kecapekan juga. Jadi sudah bobok jam segini," balas Marsha.


"Mira bobok di mana? Seranjang bertiga tidak apa-apa?" tanya Mama Diah lagi.


"Aman Ma, tidak apa-apa. Lagian kadang di Jakarta, kami juga bobok bertiga kok Ma," balas Marsha.


Mama Diah pun menganggukkan kepalanya, “Ya sudah, semoga Mira bobok di rumahnya Eyang enggak rewel dan boboknya bisa pules yah. Sekali lagi makasih Bram dan Marsha. Ini ulang tahun terindah untuk Mama,” balas Mama Diah.


Setelahnya, mereka bertiga masuk ke dalam kamar. Terlihat Marsha yang menidurkan Mira dan berusaha supaya Mira tidak terbangun. Abraham memadamkan lampu utama di kamar dan menggantinya dengan lampu tidur yang lebih redup. Setelahnya, Marsha menaruh guling di samping Mira supaya Mira bisa bobok dan tidak jatuh. Keduanya kemudian berganti baju dan me time sejenak. Biasa menikmati obrolan malam berdua dan sedikit pacaran, ketika Mira sudah tertidur.


"Seneng ke Semarang?" tanya Abraham kepada istrinya.

__ADS_1


"Iya seneng. Terakhir ke sini, ke rumah ini usai pernikahan kita itu. Setahun berarti ya Mas?" tanya Marsha.


"Lebihlah Sayang. Kan Mira saja ini sudah mau setahun. Jadi ya, sama kehamilan kamu sudah lebih dari setahun dong. Enggak menyangka ya Yang," balas Abraham.


Marsha menganggukkan kepalanya, "Iya, enggak nyangka. Kamar kamu begitu menghadirkan rasa kangen ya Mas," balas Marsha.


"Kangen gimana?" tanya Abraham.


"Iya, suasananya itu bikin kangen. Padahal dulu aku menempati kamar ini baru tiga malam, dan baru kembali lagi sekarang, tapi rasanya bikin kangen," balas Marsha.


Marsha tertawa, lantas dia menyandarkan kepala di lengan suaminya, "Kamu lah, kamu itu selalu bikin aku kangen. Kamu baru berangkat kerja aja, aku udah kangen kok. Selalu kangen Papa Bram," balas Marsha.


Abraham terkekeh di sana, "Kamu bisa saja sih Sayang, padahal aku keluar dari rumah paling cuma delapan jam sehari. Sabtu dan Minggu full buat kamu dan Mira," balas Abraham.


"Kalau pulang ke Semarang itu jadi kangen ya Mas. Suasananya beda, memori yang udah-udah itu jadi teringat begitu saja," balas Marsha.

__ADS_1


"Benar Sayang. Ingat waktu pacaran dulu enggak Yang? Seneng banget dulu kalau aku jemput kamu ke rumah dan nganterin kamu kuliah. Kamu sejak dulu cantik banget, Yang. Bikin aku terpesona," balas Abraham.


Setidaknya itulah perasaan Abraham. Dia merasa pagi keluar dari rumah dan menjemput Marsha terlebih dahulu baru ke kampus rasanya begitu menyenangkan. Marsha yang terkadang sudah menunggu di depan rumah dan menunggu kedatangan Abraham. Boncengan dengan sepeda motor berdua menuju kampus. Semua kenangan itu masih Abraham ingat sampai sekarang.


"Kamu masih ingat emangnya Mas?" Marsha bertanya seolah menyelidik kepada suaminya itu.


"Ingat dong. Semua tentang kamu itu aku selalu ingat. Kamu juga suka Kue Lekker itu, aku aja masih ingat," balas Abraham.


"Bener banget, aku jadi kangen Kue Lekker di depan sekolah Santa Maria itu. Enak banget Kue Lekkernya. Dulu kamu selalu beliin aku itu," balas Marsha.


Masih ingat ketika dulu Abraham sering kali membelikan Marsha kue Lekker yang menjadi favoritnya itu. Rasanya seolah kembali bernostalgia di masa keduanya masih pacaran dulu.


"Ya, kapan-kapan aku beliin Lekker itu buat kamu. Mau apa lagi? Kayaknya kita bisa boncengan bersama, Mira kan bisa ikut Mama dulu. Kita berdua pacaran dulu sebentar," balas Abraham.


Mendengar ucapan suaminya, Marsha pun tertawa. Tidak menyangka semua kenangan manis kala pacaran dulu dengan Abraham teringat begitu saja. Rasanya seolah baru kemarin dia pacaran dengan Abraham, kemudian Marsha ke Jakarta usai putus dan berlabuh sesaat ke Melvin, hingga lantas bisa kembali bersama Abraham. Tentu semua momen yang Marsha habiskan dengan Abraham tentu saja selalu berkesan.

__ADS_1


__ADS_2