Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Kecelakaan kecil


__ADS_3

Jam tiga sore Sophia sudah ada di rumah. "Ano!" panggil Sophia mencari Adik nya ke kamar. "Iyah mbak, kenapa?" tanya Ano.


"Mbak mau jajan di luar kamu mau ikut gak?" tanya Sophia.


"Enggak ah mbak, aku udah capek. Aku mau di kamar saja." ucap Ano.


"Kalau di kamar terus kamu seperti anak cewek saja, ayo ikut mbak aja, mbak Bosan banget di rumah." ajak Sophia membujuk Ano.


"Ya udah deh, ayo." ucap Sophia.


Mereka menggunakan motor yang ada di garasi.


"Mbak yakin mau keluar naik motor? Mbak sudah lama tidak naik motor, aku takut." ucap Ano.


"Udah gak apa-apa percaya saja, mbak dengar di dekat sini ada taman, kebetulan ada orang jualan ramai di sana kita harus ke sana." ucap Sophia.


Ano naik ke motor. "Non Sophia mau kemana?" tanya Bibik.


"Mau keluar sebentar cari jajanan bik." jawab Sophia langsung pergi.


"Motor itu belum di servis mbak, masih tidak enak di pakai." ucap Bibik, karena itu salah satu motor Bibik yang ada di sana.


"Enak kok bik, aku bisa memakainya." ucap Sophia langsung meninggalkan halaman rumah. Kebetulan juga Gerwyn masuk ke halaman rumah. Dia turun dan melihat Sophia dan Ano ke lain Arah.


"Mereka mau kemana Bik?" tanya Gerwyn.


"Kata nya mau beli jajan Pak, saya juga khawatir karena motor itu kurang Bagus." ucap Bibik.


"Dia sudah biasa naik motor biarkan saja, dia sedikit keras kepala." ucap Gerwyn. Bibik tetap saja khawatir.


"Bik tolong buat kan minuman yang dingin, saya sangat lelah." ucap Gerwyn.


Gerwyn duduk di ruang tamu sambil meminum Jus buatan Bibik namun tiba-tiba ponsel nya berdering. "Sophia?" ucap Gerwyn.


"Halo ada apa?" tanya Gerwyn.


"Kak tolong kak, kamu Jatuh dari motor. Sekarang mbak Sophia Pingsan." ucap Ano.


Gerwyn langsung mengambil kunci mobil nya mencari di mana istri nya itu. Setelah ketemu langsung di bawa ke klinik Terdekat.


"Ano kamu gak apa-apa kan? Gak ada yang sakit kan?" tanya Gerwyn. "Enggak Kak, hanya mbak Sophia yang jatuh ke aspal." ucap Ano.

__ADS_1


Gerwyn melihat lecet di bagian kaki kiri Ano.


"Huff Lagian ngapain keluar motor tadi? Kenapa tidak minta di antar supir?" tanya Gerwyn.


Ano memeluk Gerwyn dia sangat trauma. Kecelakaan yang mereka alami adalah kecelakaan Tunggal, motor Sophia tiba-tiba nge rem mendadak di saat laju.


Tidak beberapa lama Sophia Keluar dari ruangan pengobatan. "Duduk dulu!" ucap Gerwyn membantu Sophia duduk.


"Kamu ngapain sih pakai motor keluar? untung saja tidak terlalu parah dan juga kamu membawa Ano." ucap Gerwyn.


"Kalau kamu mau mati sendiri pergi saja sendiri!" ucap Gerwyn.


"Kamu sama sekali tidak bisa di bilangin!"


"Naik motor tapi tidak mengunakan helm, kamu jangan membuat orang lain kerepotan." ucap Gerwyn..


"Kamu dengar saya berbicara gak? Jangan mengulangi nya lagi." ucap Gerwyn.


Sophia tetap saja menunduk sambil melihat lutut nya yang sakit. Gerwyn mengangangkat dagu Sophia agar melihat ke arah nya. Ternyata Sophia menangis.


"Kenapa kamu menangis? Saya hanya menasehati Kamu." ucap Gerwyn. "Menasehati tapi mas selalu meninggi kan suara, aku tidak tau kalau Akan seperti ini aku tidak akan pergi." ucap Sophia.


Dia berusaha untuk berdiri namun kaki nya sebelah sakit sehingga membuat dia kesulitan untuk berdiri. Tiba-tiba Gerwyn jongkok di depan Sophia.


"Ayo buruan naik, Ano juga ingin cepat pulang." ucap Gerwyn dengan lembut. Sophia pun naik.


Saat naik ke punggung Gerwyn rambut lebat milik Sophia mengenai wajah Gerwyn sehingga Gerwyn bisa mencium aroma wangi itu lagi.


"Jantung ku berdebar sangat cepat. Apa ada yang salah pada ku?" batin Gerwyn. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di dalam mobil.


"Sudah berhenti nangis, kamu sangat jelek dengan hidung merah seperti itu." ucap Gerwyn. Sophia menghapus air mata nya.


"Motor nya bagaimana mas? Bibik Akan marah pada ku." ucap Sophia. "Kamu masih memikirkan motor itu dengan keadaan kamu yang seperti ini? Masih baik kamu tidak meninggal di tempat." ucap Gerwyn.


Sophia langsung diam ketika Gerwyn meninggikan suara nya lagi. Gerwyn lagi-lagi kelepasan meninggi kan suara nya.


"Saya minta maaf, saya hanya khawatir melihat keadaan kamu sekarang, masalah motor nya saya yang akan mengganti pada Bibik." ucap Gerwyn.


Sophia menoleh ke arah Ano yang duduk di belakang hanya diam saja dia terlihat sangat trauma.


"Dia sangat takut dan trauma, lain kali jangan membawa nya lagi." ucap Gerwyn. Sophia menunduk menyesal.

__ADS_1


"Tapi dia tidak ada Luka parah kan?". Gerwyn menggeleng kan kepala nya. "Hanya kamu yang luka parah seperti ini." ucap Gerwyn.


Gerwyn menatap wajah Sophia yang sedikit tergores aspal.


"ini pasti sangat sakit." ucap Gerwyn.


"Jangan menangis, ini akan terasa sangat perih ketika Basah." ucap Gerwyn menghapus air mata Sophia.


Sophia Menatap mata Gerwyn.


"Ya ampun kenapa aku merasa baper dengan sifat Mas Gerwyn. kenapa tiba-tiba dia jadi sangat baik." batin Sophia.


Akhirnya mereka pun pulang.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Aduh non, kenapa bisa seperti ini?" tanya Bibik.


"Bik tolong bantu Ano membersihkan badan nya, biar saya yang membawa Sophia ke Kamar." ucap Gerwyn.


"Baik Pak." ucap Bibik.


Gerwyn membawa Sophia ke Kamar. "istirahat lah." ucap Gerwyn. Dia membuka Jas dan juga Kemeja nya. Dia menukar dengan kaus warna putih.


Dia juga melepaskan sepatu nya. Setelah itu dia duduk di dekat Sophia.


"Biar saya bantu menukar pakaian kamu, celana dan baju kamu sudah robek." ucap Gerwyn. Sophia menutup dada nya..


"Jangan coba-coba untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan yah mas, aku gak mau, aku masih bisa menukar nya sendiri." ucap Sophia.


"Kalau begitu pergi lah tukar sendiri!" ucap Gerwyn. Sophia turun dari kasur. Tangan Sophia satu di gips sehingga tidak bisa leluasa.


"Kalau kamu tidak bisa jangan berpura-pura bisa, kamu tidak perlu malu karena sebelumnya saya juga sudah melihat semua nya." ucap Gerwyn.


Sophia diam. "Saya akan menggunakan penutup mata." ucap Gerwyn. "Atau kamu mau di bantuin Bibik saja?" tanya Gerwyn.


"Aku malu pada Bibik, beberapa tanda yang di tubuh mas tinggalkan belum hilang." ucap Gerwyn.


Gerwyn terdiam. "Maaf kan saya." ucap Gerwyn.


Karena tiap malam semenjak tidur di satu Kasur tanpa sadar Gerwyn sangat sering merabah tubuh Sophia. Bahkan Sophia juga tidak sadar. Namun Sophia Sadar kalau itu sudah hak Gerwyn.

__ADS_1


__ADS_2