
Keesokan harinya Sophia dan temen-temen nya jalan ke sebuah wisata kuliner yang ada di kota itu, namun cukup jauh dan juga termasuk sudah di hutan sehingga sinyal tidak ada.
"Sophia kamu lagi ngapain di atas sana?" tanya Hena pada Sophia yang berusaha mengangkat ponsel nya lebih tinggi agar mendapatkan sinyal namun ternyata usaha nya percuma saja.
"Aku lagi cari sinyal, aku belum bilang pada supir kalau Ano pulang lebih cepat hari ini." ucap Sophia.
"Yahh bagaimana dong, di sini tidak ada Sinyal sama sekali." ucap Hena. "Huff sudah lah supir last pasti tau kalau Buk Ena menelpon nya." ucap Sophia.
Mereka pun melanjutkan untuk makan. Di tempat lain Frans tau kalau Sophia tidak di rumah dan tidak bisa menjemput Adik nya. Dia kebetulan lewat sekolah Ano.
"Eh Kamu juga di sini Frans?" tanya kakak laki-laki Papah nya Enjel.
"Iyah kak. Anak-anak belum keluar yah?" tanya Frans.
"Mungkin sebentar lagi." ucap Kakak nya. "Kamu mau jemput Adik nya Sophia yah? Kenapa kamu yang menjemput nya?"
"Kebetulan Sophia lagi di luar kota, dia tidak bisa menjemput Adik nya, aku juga lewat sini sekalian saja." ucap Frans.
"Humm kamu mau cari perhatian Sophia kan?" goda kakak nya.
"Kakak ngomong apa sih? Aku hanya kasihan pada adiknya kalau lama menunggu." ucap Frans.
"Hum iyalah Iyah." ucap kakak nya.
"Permisi Bapak-bapak semua nya, anak-anak sudah selesai belajar, bisa di jemput langsung ke kelas nya." ucap buk Ena.
"Terimakasih buk." Ucap Frans.
"Bapak mau jemput Ano yah?" tanya buk Ena pada Frans yang mau masuk.
"Iyah, kenapa yah?" tanya Frans Heran.
"Kami tidak bisa memberikan Ano begitu saja Pak, kami harus waspada." ucap Buk Ena.
"Tenang saja buk, kebetulan Sophia lagi di luar kota, saya di minta untuk menjemput Ano ke sekolah." ucap Frans. Buk Ena sedikit ragu karena tidak ada kabar dari Sophia.
"Ibu jangan khawatir, Frans adalah teman dekat Sophia. Sebelum nya juga ibu pasti sudah bertemu dengan Frans." ucap kakak Frans.
Akhirnya buk Ena mengijinkan. Mereka pun masuk bersama kedalam kelas.
"Hayy putri papah. Bagaimana belajar nya seru kan?" tanya Papah Enjel. Sementara Ano langsung di samperin oleh Frans.
"Frans kali ini pulang sama Om yah." ucap Frans. Ano mengangguk.
__ADS_1
"Frans kali ini ikut kita yok ke Cafe yang baru saja buka." ucap kakak nya.
"Iyah om, ayo ikut." ajak Enjel. Frans menoleh ke arah Ano yang hanya diam saja
"Bagaimana kalau Ano ikut juga?" tanya Papah nya Enjel.
"Iyah om aku mau ikut." ucap Ano, seketika wajah Enjel langsung berubah menjadi datar.
Sementara Ano merasa senang karena di ajak bisa bersama dengan Enjel lebih lama.
Mereka sampai di sebuah Cafe yang di pilih oleh Enjel. Enjel adalah Anak paling manja di keluarga Frans.
Orang tua atau paman, Bibik dan kakek nenek nya Akan menuruti semua keinginan nya.
Ano melihat papah nya sangat sayang pada Enjel membuat nya iri.
Saat setelah selesai makan dia pergi dari sana. Frans menyadari kalau Ano keluar.
"Ano kenapa kamu duduk sendiri di sini?" tanya Frans.
Ano Menggeleng kan kepala nya.
"Kamu sama Enjel bertengkar atau bagaimana? Kenapa kelihatan nya Enjel tidak mau berbicara dengan kamu?" tanya Frans.
"Aku hanya berusaha untuk dekat bisa berteman dengan Enjel, tapi dia malah mengira aku mengganggu nya." ucap Ano.
"Tapi sayang nya dia tidak suka pada ku om, dia sangat membenci anak laki-laki seperti ku." ucap Ano.
Frans mengacak-acak rambut Ano.
"Ya udah kalau Enjel tidak mau dekat-dekat dengan Ano atau Enjel merasa terganggu jangan di ganggu lagi, kalau Ano sudah berjuang tidak di hargai untuk apa?" ucap Frans.
Ano tersenyum.
"Om tidak pernah suka sama cewek yah?" tanya Ano.
"Pernah dong, tapi kakak selalu di kejar, tidak pernah kejar-kejar cewek." ucap Frans.
"Huff Om meledek ku lagi." ucap Ano. Frans tertawa.
"Sudah jangan sedih lagi, bagaimana kalau kita langsung pulang saja? Kamu juga harus istirahat siang." ucap Frans.
"Om mau kemana lagi? Di rumah tidak ada mbak Sophia pasti sangat sepi, kalau boleh aku ingin ikut kakak saja." ucap Ano.
__ADS_1
"Boleh juga, Om hari ini mau istirahat juga di apartemen, kalau kamu mau ikut ayo ke sana." ajak Frans, Ano langsung mau, tampa ragu-ragu dia mengikuti Frans keluar dari Cafe itu setelah Ijin pada kakak nya Frans.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di apartemen Frans.
"Wahh apartemen Om sangat bagus sekali." ucap Ano. Frans membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Ini adalah apartemen paling bagus di kota ini, kamu suka?" tanya Frans. Ano mengangguk.
Ano melihat Banyak koleksi-koleksi Foto Motor bahkan ada satu motor termahal hanya terpajang saja di di ruangan itu.
Frans tersenyum melihat Ano yang sangat suka melihat semua koleksi nya.
"Kita harus istirahat, kalau mbak Sophia tau kamu tidak istirahat dia bisa marah." ucap Frans. Ano mengangguk.
Akhirnya mereka berdua tidur di kamar Frans yang sangat rapi.
Tidak terasa sudah Sore. Bus Sophia dan teman-teman nya sudah sampai di depan sekolah mereka.
"Hena aku langsung pulang yah " ucap Sophia.
"Tunggu dulu, ayo pulang Bareng aku saja." ucap Hena. Mobil Om Davit berhenti di depan mereka.
"Ayo naik Sophia." ajak Hena.
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Supir ku sudah datang, terimakasih yah Hena, sampai jumpa besok." ucap Sophia berlari masuk ke dalam mobil.
Hena Menghela nafas panjang.
"Dia pasti sengaja menghindari pulang dengan kita." ucap Hena. Namun Om Davit tiba-tiba memeluk Hena.
"Om sangat merindukan kamu, Nomor kamu Sama sekali tidak bisa di hubungi." ucap Om Davit.
"Di sana tidak ada sinyal sama sekali Om, aku minta maaf, yang penting aku pulang dengan selamat." ucap Hena.
"Malam ini kamu harus menemani Om." ucap Om Davit, Hena tersenyum sambil mengangguk.
Mereka pun pulang meninggalkan Sekolah itu.
Tidak beberapa lama Sophia sampai di rumah, dia langsung membalas pesan Frans yang kasih tau kalau Ano bersama nya, dia pun meminta Frans untuk mengantarkan nya ke rumah, karena Sophia tidak lupa janji nya untuk menemani mencari hadiah ulang tahun Mamah nya.
Sophia sampai di kamar langsung menutup pintu. Dia menelpon Suami nya.
__ADS_1
"Halo mas." ucap Sophia. "Halo! kenapa nomor kamu tidak bisa di hubungi dari pagi tadi?" tanya Gerwyn.
"Tempat wisata yang kami datangi tidak ada jaringan sama sekali." ucap Sophia.