Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Hena yang tiba-tiba mau merawat Vano


__ADS_3

Untung saja dia tidak bertanya lanjut di mana kejadian itu." ucap Gerwyn.


Kalau di kasih tau Sophia akan Heran karena rumah Sakit itu tidak jauh dari kampung nya .


Gerwyn tidak bisa tidur. Dia berfikir siapa yang melakukan itu, karena sudah lama juga tidak terjadi seperti ini.


"Tidur lah mas ini sudah tengah malam." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk dia pun memeluk Sophia dan akhirnya dia bisa tidur.


Di pagi hari nya, Sophia ada pesan dari Hena Kalau dia akan datang bersama Riki ke rumah. Sophia tidak masalah karena Gerwyn juga pagi sudah berangkat ke kantor.


"Balas pesan siapa?" tanya Gerwyn yang baru saja turun dengan pakaian rapi.


"Ini Hena sama teman aku mau datang." ucap Sophia. "Oohhh." ucap Gerwyn.


"Pagi Ano." ucap Gerwyn. Ano sudah duduk di kursi Meja Makan dari tadi menunggu Gerwyn turun.


"Pagi juga kak." ucap Ano.


"Oh iya Soal kemarin kakak minta maaf yah, bukan kakak marah. Mbak Sophia sudah cerita sama Kakak." ucap Gerwyn. Ano hanya tersenyum Saja.


"Ya udah ayo sarapan sama-sama. Kamu berangkat sekolah sama kakak saja." ucap Gerwyn.


"Apa nanti mas gak telat d


ke kantor nya? Biar saja supir yang mengantar kan Ano." ucap Sophia.


"Sudah lama dia tidak berangkat dengan saya. Apa salahnya kan?" ucap Gerwyn.


"Oohh baiklah kalau begitu." ucap Sophia.


Mereka Makan sama-sama.


"Mas bagaimana dengan Vano? apa dia sudah ada yang nemanin di sana? Mamah nya pasti tidak bisa datang, apalagi kalau papah nya. Sementara kakak nya pasti sibuk bekerja juga." ucap Sophia.


"Dia sudah besar, dia bisa mengurus diri sendiri." ucap Gerwyn. "Gak gitu mas, Enjel tau dia di rumah sakit dan meminta ku ke sana karena dia tidak bisa datang." ucap Sophia.


"Kamu tidak boleh kemana-mana, kamu di rumah saja." ucap Gerwyn. "Saya akan meminta Bodyguard saya merawat nya." ucap Gerwyn.


"Baik lah mas." ucap Sophia.


"Masakan kamu enak banget. Tapi lain kali kamu tidak perlu masak kesukaan saya Tiap hari nya, kamu bisa memasak sesuai apa yang ingin kamu Makan." ucap Gerwyn.

__ADS_1


Sophi tersenyum.


"Ini lah yang ingin aku Masak. Aku juga sangat suka ini, Ano juga tidak pemilih tentang Makanan." ucap Sophia.


"Ya udah kalau begitu berangkat dulu yah, ingat kamu gak boleh kemana-mana! Harus di rumah." ucap Gerwyn. Sophi mengangguk.


Dia mendekati suami nya.


Sophia merapikan Dasi dan juga jas suami nya.


"Sudah tampan." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum dia memberikan satu kecupan tulus di kening istrinya.


"Saya berangkat yah.' ucap Darel. Sophi mengangguk.


"Semangat yah belajar nya dek." ucap Sophia mencium pipi Ano. "Oke mbak. Assalamualaikum." ucap Ano dia pun langsung berangkat.


Sophia tiba-tiba ingat sesuatu.


"Mas.. Mas tunggu dulu. Aku lupa bilang kalau ibu ingin berbicara dengan mas." ucap Sophia. "Kamu sudah mengingatkan saya tentang itu Sophia. Saya akan menelpon nya setelah sampai di kantor." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum. Gerwyn pun segera pergi. Setelah Gerwyn pergi Sophia mau masuk namun ternyata Hena dan juga RIki sudah datang.


"Pagi juga. Kalian ada apa pagi-pagi ingin Main ke sini?" tanya Sophia heran karena tidak biasa nya.


"Sebenarnya aku tidur di rumah nya Riki tadi malam. Aku tidak mau pulang ke rumah selagi ada Nia di sana." ucap Hena.


"Kamu di rumah nya Riki?" ucap Sophia kaget.


"Humm, tapi kamu tenang aja aku tidur dengan Mamah nya, bukan dengan Riki." ucap Hena.


"Ya udah masuk dulu yok. Kalian sudah sarapan belum? aku sudah masak cukup banyak tadi." ucap Sophia. Mereka pun masuk ke dalam.


Setelah selesai sarapan. Riki pamit untuk pergi duluan, karena dia ada janji dengan teman-teman nya.


"Kamu Bilang pada ku tadi malam kalau suami kamu belum pulang, lalu bagaimana kabar nya sekarang?" tanya Hena.


"Sudah pulang kok, Vano kecelakaan. Dia di serang Beberapa musuh sehingga terkena tembakan. Dan sampai sekarang masih koma. Yang aku khawatir kan sekarang dia ada di rumah sakit namun tidak ada teman." ucap Sophia.


"Koma? Bagaimana bisa?" tanya Hena sangat panik. "Aku juga tidak tau pasti, tapi di sana ada bodyguard nya kok." ucap Sophia.


"Aku harus pergi melihat nya," ucap Hena. "Kenapa kamu yang sangat khawatir? Padahal kamu Sama dia tidak mempunyai hubungan yang baik." ucap Sophia.

__ADS_1


"Aku hanya merasa bersalah saja, aku mau menemui nya sekarang juga. Kasih tau sama ku di Mana rumah sakit nya." ucap Hena.


"Aku tidak tau, lebih baik kamu menemui Mas Gerwyn dulu." ucap Sophia. Hena langsung pergi begitu Saja meninggalkan Sophia.


Sophi kebingungan dengan sifat Hena. "Dia sungguh aneh sekali. Kalau di ingat-ingat dia terlalu perduli apa yang terjadi pada Vano. Namun mereka tidak memiliki hubungan yang baik." ucap Sophia.


"Ah sudahlah aku tidak ada urusan dengan mereka." ucap Sophia.


Hena baru saja sampai di kantor Gerwyn.


"Permisi pak, Maaf kan saya mengganggu jam kerja Bapak.. Namun saya ingin bertanya di mana Vano di rawat." ucap Hena.


"Apa urusannya dengan kamu? Kamu jangan mencoba membuat masalah di saat dia sedang sakit." ucap Gerwyn.


"Tidak pak. Saya hanya ingin menjenguk nya saja." ucap Hena. Gerwyn menatap Hena dengan tatapan tidak percaya.


"Percaya pada saya Pak. Saya hanya ingin membantu merawat nya." ucap Hena. "Kalau sampai kamu membuat masalah saya akan memberikan hukuman untuk kamu, saya tidak perduli kamu Sahabat istri saya!" ucap Gerwyn.


Dia pun memberikan alamat pada Hena. "Terimakasih banyak pak. Bapak bisa percaya pada saya." ucap Hena.


"Tunggu dulu. Kamu ke sana naik apa?" tanya Gerwyn.


"Naik bus kalau tidak taksi." ucap Hena. "Supir saya akan mengantarkan kamu ke sana." ucap Gerwyn. Hena menerima nya.


Setelah Hena pergi Gerwyn menghela nafas panjang.


"Ada apa dengan perempuan itu? Sebelum nya dia sangat membenci saya dengan Vano karena tidak terima Sophia di sakitin dan sekarang dia mau merawat Vano?" ucap Gerwyn.


"Apa jangan-jangan dia merasa bersalah dan mau merawat Vano." ucap Gerwyn. "Selamat pagi Pak Gerwyn yang sangat tampan." ucap Bibi yang baru Saja datang.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Gerwyn.


Bibi tersenyum.


"Lihat lah ini. Sesuai yang kamu minta." ucap Bibi memberikan Berkas-berkas pada Gerwyn.


"Huumm saya akan memeriksa nya." ucap Gerwyn.


"Kamu sedang memikirkan apa? Kenapa tadi kamu kebingungan?" tanya Bibi.


"Tidak apa-apa, hanya kefikiran Hena yang tiba-tiba mau merawat Vano di rumah sakit." ucap Gerwyn.

__ADS_1


__ADS_2