
"Huff sangat sulit kalau sudah seperti ini." batin Enjel.
"Dan satu lagi. Tante sangat membenci wanita yang jadi penghibur om-om yang kurang waras itu, pria-pria yang kegatalan. Seperti tidak ada pekerjaan lain saja!" ucap Bu Linda dia terlihat sangat emosi ketika membahas itu.
"Tante Linda sangat sensitif akan hal seperti ini, tapi dia di kelilingi oleh orang seperti itu." batin Enjel. Dia memegang kepala nya sambil bersandar lemas ke sofa.
"Lalu kapan kamu sampai di sini? Apa jangan-jangan kamu Sudah lama di sini?" tanya Bu Linda pada Enjel. "Sudah tiga Hari Tante. Aku ada kerjaan yang harus di selesaikan itu sebabnya aku tidak ke sini langsung." ucap Enjel.
"Tante Tidak bisa kamu bohongi, kamu pasti ke rumah calon mertua kamu itu kan?" tanya Bu Linda. "Maksud Tante apa?" tanya Enjel.
"Bukan nya Kamu memiliki hubungan dengan Vano? orang tua nya sudah jadi calon mertua kamu dong." ucap Bu Linda. Enjel tertawa kecil. "Tante bisa saja. Aku sama Vano tidak memiliki hubungan apapun. Tante tau sendiri kalau aku dengan Vano sudah lama berteman." ucap Enjel.
"kamu takut sama Gerwyn kalau ada hubungan dengan Vano yah?" tanya Bu Linda. Enjel Menggeleng kan kepala nya.
"Enggak Kok Tante. Tapi aku benar-benar tidak memiliki hubungan dengan Vano." ucap Enjel.
"Humm tapi kamu memiliki perasaan kan sama Vano?" ucap Bu Linda. Enjel tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
"Mumpung Vano masih singel jangan sia-siakan, nanti menyesal loh. Lagian Vano anak yang baik, Tante sangat setuju kamu dengan Dia. Orang tua kamu juga pasti setuju." ucap Bu Linda.
"Aku tidak mau membahas itu Tante, aku tidak memiliki hubungan dengan Vano." ucap Enjel.
"Kamu tidak beda jauh sama Om kamu. Gengsian sekali." ucap Bu Linda. Enjel hanya bisa tersenyum.
Gerwyn baru saja sampai di kantor nya.
"Selamat pagi Pak. Ini pekerjaan yang harus bapak periksa." ucap Vano.
Gerwyn mengambil berkas-berkas itu dari tangan Vano. "Saya minta tangani semua nya, saya belum bisa berfikir dengan jernih." ucap Gerwyn.
Vano menghela nafas panjang. "Baik Tuan, kalau begitu saya akan mengambil alih tanggung jawab ini." ucap Vano.
"Saya permisi keluar dulu pak." ucap Vano. Dia keluar dari ruangan Gerwyn. Namun ternyata Lisa di depan dia mau masuk ke dalam.
__ADS_1
"Apa yang Nona Lisa lakukan di sini? Bos saya belum bisa diganggu." ucap Vano. "Jangan ikut campur!" ucap Lisa.
"Pak Gerwyn tidak ingin diganggu." ucap Vano. "Saya ke sini karena permintaan Gerwyn, jadi menyingkir lah. Menghalangi jalan saja!" ucap Lisa mendorong Vano dan masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.
"Ada apa lagi Vano? saya sudah memberikan semua tanggung jawab pada kamu." ucap Gerwyn.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Lisa. Gerwyn menatap kearah Lisa dan dia langsung berdiri.
"Apa yang kamu lakukan di sini? keluar dari ruangan saya!" ucap Gerwyn. Lisa mendekati Gerwyn.
"Kamu jangan mengusir aku dulu, aku tidak akan melakukan hal-hal yang tidak kamu suka, aku hanya Merindukan kamu." ucap Lisa.
Dia mendekati Gerwyn dan merangkul tangan kanan Gerwyn. "Lepaskan saya! Jangan sentuh saya." ucap Gerwyn.
"Aku merindukan kamu, aku sangat mengkhawatirkan keadaan kamu. Namun kenapa kamu sangat jahat sama ku." ucap Lisa..
"Apa yang kamu mau dari saya? Apa kamu belum puas membuat istri saya marah?" tanya Gerwyn. Lisa Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku belum puas sebelum kalian berdua berpisah, aku hanya menginginkan kamu kembali pada ku dan menikah dengan ku." ucap Lisa..
"Aku tau aku salah, tapi aku juga tau kalau kamu masih mencintai aku kan? Kamu boleh membohongi perasaan kamu seperti ini." ucap Lisa.
"Saya hanya khilaf. Saya tidak mencintai kamu." ucap Gerwyn. "Bohong! Kalau kamu tidak mencintai aku, mana mungkin kamu membalas ciuman ku." ucap Lisa.
"Sebaiknya kamu keluar dari ruangan saya, saya sangat membenci wanita murahan seperti kamu!" ucap Gerwyn.
Dia melepaskan tangan Lisa dari lengan nya cukup kuat sehingga Lisa terjatuh.
"Auhhh!!" Tiba-tiba Lisa keseleo. Gerwyn jadi panik.
"Jangan berakting seperti itu Lisa. cepat keluar dari ruangan saya! Saya memiliki pekerjaan." ucap Gerwyn.
"Auhh sakit sekali." Lisa berusaha untuk berdiri namun dia jatuh lagi. Gerwyn melihat Lisa kesakitan dia tidak tega.
__ADS_1
"Sini saya bantu." ucap Gerwyn dia membantu Lisa duduk di sofa. "Seperti nya pergelangan kaki ku keseleo. Sakit sekali." ucap Lisa.
Gerwyn membuka Heels yang di pakai Lisa. Dan benar pergelangan kaki nya sudah biru.
Gerwyn merasa bersalah dia pun meminta Staf memanggil dokter untuk mengobati nya, setelah di obati Gerwyn duduk di samping Lisa.
"Saya sudah meminta kamu pergi baik-baik namun Kamu tidak mau, kamu membuat saya Emosi." ucap Gerwyn.
"Aku sudah sakit seperti ini, kamu tetap saja marah-marah. Ini semua karena kamu." ucap Lisa.
"Saya minta maaf. Kalau begitu kamu keluar dari sini, saya mau lanjut bekerja." ucap Gerwyn.
"Kamu tidak mempunyai hati sedikit pun, bagaimana aku bisa pulang kalau kaki ku seperti ini? Kamu harus tanggung jawab." ucap Lisa.
Gerwyn menghela nafas panjang. "Ini semua karena kesalahan kamu." ucap Gerwyn. Lisa Menatap Gerwyn sambil menangis.
"Aku di sini dan sampai kamu lukai seperti ini karena aku mencintai kamu, aku ingin kembali dengan kamu lagi." ucap Lisa sambil menangis.
"Aku masih sangat mencintai kamu, aku sangat cemburu melihat kamu bersama istri kamu. Aku mohon kembali lah pada ku." ucap Lisa.
"Kamu sungguh perempuan yang tidak mempunyai harga diri Lisa!" Bu Linda tiba-tiba masuk. Gerwyn dan Lisa menoleh ke arah Bu Linda.
"Mamah! Kenapa mamah bisa di sini?" tanya Gerwyn.
"Tante!" Lisa menatap wajah Bu Linda. Bu Linda mendekati Lisa.
"Kamu tau perlakuan Tante yang sangat Tante sesali apa?" ucap Bu Linda dengan tatapan tajam. "Ma-maksud Tante Apa?" tanya Lisa.
"Tante sangat menyesal menyanyangi wanita seperti kamu, wanita yang Tante pikir baik dan ternyata sangat egois hanya mementingkan perasaan sendiri." ucap Bu Linda.
"Aku bisa menjelaskan nya Tante, aku tidak seperti yang Tante pikir kan. " ucap Lisa.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi. Tante sudah terlanjur membenci kamu. Tante tidak ingin marah dan menyakiti hati kamu lebih lama, lebih baik kamu meninggalkan kota ini lagi." ucap Bu Linda.
__ADS_1
"Tante kau Mohon jangan mengusir seperti ini, aku sangat mencintai Tante dan juga Gerwyn." ucap Lisa.