Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Kedatangan Nona Lisa


__ADS_3

Mereka singgah Dulu untuk membeli Kopi. Sekalian juga Enjel mau mesan agar lebih segar lagi.


Mereka berdua turun.


"Permisi mbak pesan dua kopi latte dua yah." ucap Sophia.


pesanan nya segera di Buat.


Namun tiba-tiba Frans Berdiri di samping Sophia.


"Mau pesan apa pak!"


"Pesan Satu Kopi susu satu mbak." ucap Frans. Sophia merasa tidak asing dengan suara itu dia menoleh ke samping nya.


"Kak Frans." ucap Sophia.


Frans tersenyum tipis.


Frans membayar kopi nya dan juga milik Sophia.


"Terimakasih kak sudah membayar nya." ucap Sophia menyusul Frans keluar.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Frans.


"Tunggu dulu kak, saya mau minta maaf karena tidak bisa menemani Mamah nya Kakak." ucap Sophia.


"Tidak apa-apa, kamu juga pasti ada kesibukan tidak mungkin saya mengganggu kamu terus." ucap Frans. Sophia terdiam.


"Jangan terlalu di ambil hati, mamah saya juga sudah tau." ucap Frans. "Lalu dengan siapa dia pergi?" tanya Sophia.


"Seperti nya dia tidak jadi pergi." ucap Frans.


"Sophia Ayo buruan." ajak Enjel merangkul tangan Sophia.


"Kalau begitu kami pergi dulu yah kak.' ucap Sophia. Enjel tersenyum permisi pada Frans dan pergi.


"Siapa itu Sophia? Ganteng banget." ucap Enjel. Sophia tersenyum. "Dia adalah keluarga pemilik hotel bintang lima tempat ku magang kemarin. Dan kamu harus tau kalau dia yang bantu aku sama teman-teman ku di berikan nilai yang Bagus oleh Atasan kami." ucap Sophia.


"Wahh Bagus juga yah. Tapi kelihatannya kamu sama dia cukup dekat Yah." ucap Enjel.


"Yah begitulah, karena keponakan dia juga dekat dengan Ano. tidak jarang juga aku di undang ke rumah orang tua nya untuk makan bersama." ucap Sophia.


"Apa om Gerwyn tau?" tanya Enjel.


"Dia pasti tau, apa sih yang tidak di tau oleh mas Gerwyn, tapi dia selalu Sabar. Aku juga selalu menyakinkan kalau aku hanya mencintai dia, aku dengan kak Frans hanya sekedar berteman saja. Kak Frans juga orang yang baik." ucap Sophia.

__ADS_1


Enjel tersenyum. "Kamu mau aku kenalin sama dia? Seperti nya kamu tertarik pada dia." ucap Sophia. Enjel tersenyum.


"Ah tidak perlu. Orang kaya seperti dia mana mungkin mau Sama aku." ucap Enjel.


Sophia tersenyum. "Tapi ngomong-ngomong sebelum nya kamu sudah punya pacar atau belum?" tanya Sophia. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Om Gerwyn tidak akan pernah mengijinkan aku berpacaran." ucap Enjel. Sophia tersenyum.


"Dia tau sifat Pria seperti apa jadinya dia sangat takut karena ulah nya sendiri." ucap Enjel.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. Mereka langsung konsultasi dulu.


"Sophia kamu pasti sudah sering melakukan perawatan bagian luar, sebaiknya kamu harus perawatan demi suami kamu, agar dia semakin jatuh cinta dan juga nyaman." ucap Enjel.


"Maksud kamu? aku gak paham." ucap Sophia. Enjel berbisik seketika Sophia terkejut.


"Kamu sungguh sangat polos banget Sophia." ucap Enjel. Sophia jadi malu. Enjel langsung memberitahukan pada kasir.


Di Kantor Vano mengantarkan formulir yang di minta oleh Gerwyn ke lantai atas karena Gerwyn sedang berbicara dengan tamu penting nya.


"Permisi pak." Vano meletakkan nya di atas meja.


"Kebetulan kamu di sini, saya mau minta tolong bantu Nona Lisa mencari penginapan yang cocok untuk nya." ucap Gerwyn.


"Baik Pak." ucap Vano. Dia pun segera keluar.


Mereka pun keluar dari ruangan itu.


"Oh iyaa saya dengar-dengar kamu sudah punya istri, apa itu benar?" tanya Nona Lisa.


Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.


"Saya ikut senang mendengar nya, semoga cepat di berikan momongan." ucap Nona Lisa.


"Buat sekarang kami lebih fokus pada karier masing-masing, jadi untuk mempunyai momongan Kami mengundur nya." ucap Gerwyn.


"Loh kok begitu? Bukan nya mempunyai anak lebih bagus?" ucap Nona Lisa. "kalau Nona Lisa sendiri bagaimana? Apa ada rencana Akan menikah?" tanya Gerwyn.


Nona Lisa tersenyum.


"Seperti yang kamu tau, saya belum mempunyai pasangan Sama sekali, dengan siapa saya akan menikah?" ucap Nona Lisa.


"Nona Lisa terlalu sangat pemilih. Sebaiknya di usia yang sekarang lebih baik cepat menikah dan mempunyai teman hidup." ucap Gerwyn.


Nona Lisa tersenyum.

__ADS_1


mereka telah sampai di lantai bawah.


"Kapan kamu Akan membawa saya ke rumah kamu? Saya juga ingin berkenalan dengan istri kamu." ucap Nona Lisa.


"Saya bukan nya tidak mau, tapi kebetulan keluarga saya lagi ngumpul, saya takut nona Lisa tidak nyaman." ucap Gerwyn.


"Justru Bagus Dong, sekalian saya juga mau kenalan sama keluarga kamu. Mau bagaimana pun kita pernah dekat dan aku mau hubungan kita selalu baik." ucap Nona Lisa. Gerwyn tersenyum.


"Saya Akan Ijin terlebih dahulu pada istri saya." ucap Gerwyn.


"Humm sejak kapan seorang Gerwyn meminta ijin pada wanita? aku sangat kagum pada istri kamu karena bisa membuat kamu berubah seperti ini." ucap Nona Lisa.


Gerwyn hanya tersenyum saja. "Baik lah kalau begitu saya akan menyusul Sekretaris kamu." ucap Nona Lisa.


"Hati-hati," ucap Gerwyn. Nona Lisa tersenyum.


Nona Lisa memegang tangan Gerwyn sambil tersenyum.


"Sampai jumpa Besok." ucap Nona Lisa. Namun Gerwyn cepat-cepat menarik tangan nya kembali.


"Tidak enak di lihat banyak orang. Saya minta maaf." ucap Gerwyn. Nona Lisa pun segera pergi meninggalkan Gerwyn di sana.


"Pak Gerwyn lebih cocok sama nona Lisa dari pada sama wanita itu bukan? Mereka sama-sama kaya." ucap karyawan wanita yang sedang bergosip.


Gerwyn masuk mereka langsung bubar karena takut dengan tatapan Gerwyn yang begitu tajam pada mereka.


Gerwyn di dalam ruangan nya menghela nafas panjang beberapa kali.


"Kenapa dia harus datang lagi? bagaimana kalau ibu tau dia datang?" batin Gerwyn.


Dia memegang kepala yang tidak pusing.


Gerwyn memeriksa ponsel nya dia mengetik mau memberi tahu Sophia kalau ada teman nya yang mau datang.. Namun dia menghapus nya lagi.


"Huff sudah lah aku tidak mau membuat penyakit di rumah tangga ku." ucap Nya dia meletakkan kembali ponsel nya. Dan melanjutkan pekerjaannya.


Di tempat Lain Vano memberikan kunci penginapan yang Bagus untuk Nona Lisa.


"Terimakasih yah sudah membantu saya." ucap Nona Lisa.


"Sama-sama, semoga Nona Lisa nyaman." ucap Vano.


Nona Lisa tersenyum.


"Baiklah kalau begitu saya permisi." ucap Vano.. Namun Nona Lisa menghentikan nya.

__ADS_1


"SY boleh bertanya sesuatu tentang bos kamu?" tanya Nona Lisa. "Tentang pekerjaan bisa Nona, tapi tentang masalah pribadi saya tidak bisa menjawab nya." ucap Vano.


__ADS_2