
"Sebenarnya Kalian berdua kenapa sih hari ini? Sama-sama badmood semua, mas iya menstruasi nya barengan." ucap Riki.
Hena menatap Sophia.
"Kamu kenapa Sophia?" tanya Hena.
"Kamu juga yang Kenapa Hena." ucap RIki.
"Aku hanya ada sedikit masalah, aku tidak ingin membahas nya, lupakan saja." ucap Hena.
"Ya udah deh. Kalau kamu sendiri bagaimana masalah kamu?" tanya Riki pada Sophia. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Kamu Masih sakit? Kalau masih sakit coba langsung periksa ke rumah sakit saja." ucap Hena. Sophia tersenyum.
"Aku baik-baik Saja, jangan terlalu mengkhawatirkan aku." ucap Sophia.
"Tapi wajah kamu berbeda banget dari sebelumnya loh." ucap Hena lagi. "Lebih baik kita pergi ke kantin saja." ucap Sophia. Mereka pun ke kantin sama-sama.
Tidak beberapa lama akhirnya Ujian mereka selesai. "Sophia Ku pulang duluan yah." ucap Hena.
"Kenapa sangat buru-buru ?" tanya Sophia.
"Aku ada urusan." ucap Hena. Akhirnya dia pun pergi duluan.
"Sophia aku juga pulang duluan yah." ucap Riki. Sophia menganguk.
Tinggal hanya Sophia sendirian.
"Ini adalah hari terakhir ujian, aku merasa lega sekali." batin Sophia. Dia keluar dari Sekolah itu.
"Sophia." Gerwyn menahan tangan Sophia dan menarik nya ke dalam mobil.
"Kamu ngapain di sini mas?" tanya Sophia.
"Saya menunggu kamu." ucap Gerwyn.
"Untung apa? aku tidak mau." ucap Sophia.
"Wajah kamu sangat pucat, kita harus ke rumah sakit. Saya juga harus memastikan kamu hamil atau tidak." ucap Gerwyn.
"Aku tetap tidak mau, aku tidak hamil." ucap Sophia. "Kamu diam, saya akan membawa kamu ke sendiri ke rumah sakit." ucap Gerwyn.
"Buka pintu mobil! Aku mau pulang aku gak mau ikut kamu." ucap Sophia. Gerwyn tidak mendengar kan istri nya dia terus melakukan mobil ke rumah sakit.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Ayo turun." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Kamu harus percaya aku mas, aku tidak Hamil, aku tidak merasa kalau aku hamil. Tidak mungkin langsung hamil hanya karena sekali." ucap Sophia.
"Kalau kamu tidak yakin kita harus memeriksa nya." ucap Gerwyn. Namun Sophia tiba-tiba kabur dari genggaman Gerwyn.
Gerwyn menghela nafas panjang. "Ya Allah Sophia." batin Gerwyn.
Dia meminta salah satu orang suruhan nya mengikuti istri nya.
Sebelum pulang ke hotel istri nya dia menjemput adik iparnya terlebih dahulu. Sophia sampai di rumah.
"Aku tidak mau mamah tau isu ini, aku tidak hamil, dia tidak Akan pernah mengijinkan aku lanjut kuliah." ucap Sophia. Dia terlihat sangat takut sekali.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Tiba-tiba pintu di Ketuk oleh Gerwyn dan Ano.
"Sophia buka pintu nya sayang." ucap Gerwyn. "Aku tidak mau! aku tidak mau.." ucap Sophia.
"Maafin saya sudah memaksa kamu, saya tidak akan melakukan itu lagi. Tapi saya hanya ingin memastikan kamu hamil atau tidak." ucap Gerwyn.
"Aku tidak hamil, aku tidak hamil!" ucap Gerwyn.
"Huff seandainya Sophia Akan terpukul seperti ini aku tidak akan melakukan hal itu." batin Gerwyn.
"Sayang buka pintu nya dulu." ucap Gerwyn.
"Aku tidak mau." ucap Sophia.
"Baiklah saya minta maaf, saya tidak akan memaksa kamu untuk memeriksa nya." ucap Gerwyn. "Kamu pembohong Mas, kamu tidak paham pada ku." ucap Sophia.
"Saya tidak tau apa yang kamu mau, kamu tidak pernah membicarakan hal ini kepada saya." ucap Gerwyn. "Apapun masalah nya, apa mau kamu bicarakan dengan baik kepada saya Sophia." ucap Gerwyn.
"Buka pintu nya Sophia, saya tidak akan memaksa kamu untuk pergi memeriksa lagi." ucap Gerwyn. "Mbak buka pintu nya, aku sudah sangat lelah." ucap Ano.
Sophia akhirnya membuka pintu nya. Gerwyn mau memegang tangan nya namun dia tidak mau. "Jangan sentuh aku!" ucap nya.
Gerwyn Menghela nafas panjang.
"Tenang kan Diri kamu dulu Sophia." ucap Gerwyn. "Bagaimana bisa aku tenang mas? Bagaimana kalau aku benar-benar hamil? Sementara aku belum menyelesaikan sekolah ku sampai tuntas." ucap Sophia.
"Kalau benar kamu hamil kita bisa menyembunyikan nya Sophia untuk sementara waktu." ucap Gerwyn. "Tidak semudah itu Mas." ucap Sophia.
Gerwyn memegang pipi Sophia. "Jangan pikirkan itu untuk sekarang, saya ingin kamu mementingkan kesehatan kamu. Kamu membuat saya khawatir." ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Aku tidak tau bagaimana aku harus menahan malu kalau teman-teman ku, tau kalau aku hamil." ucap Sophia.
"Aku takut.." ucap Sophia menangis.
"Bukan hanya aku saja yang malu, kamu dan keluarga kamu pasti akan malu." ucap Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak pernah mempermasalahkan itu, saya tidak perduli pada tanggapan orang lain, saya mencintai kamu, apapun yang terjadi saya akan terus ada di samping Kamu." ucap Gerwyn.
"Bagaimana kalau pihak sekolah tau, dan aku di keluar kan?" tanya Sophia. "Saya yang Akan turun yang sendiri." ucap Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya.
Dia langsung memeluk Sophia. "Jangan memikirkan semua nya. kamu tidak harus memikirkan hal itu." ucap Gerwyn.
Sophia melepaskan pelukan Gerwyn.
"Aku mohon Mamah jangan sampai mendengar masalah ini." ucap Sophia. "Kenapa?" tanya Gerwyn. Sophia terdiam.
"Mamah sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Gerwyn.
"Aku tidak ingin membuat mamah memikirkan tentang ku." ucap Sophia.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, saya tidak akan memberi tahu mamah." ucap Gerwyn. Sophia duduk di pinggir kasur.
"Ini semua salah saya, seharusnya saya membicarakan hal ini terlebih dahulu pada kamu." ucap Gerwyn.
"Saya ingin memberikan apa yang di inginkan Mamah. Saya juga ingin mengendong anak saya sendiri." ucap Gerwyn menunduk kan kepala nya.
Sophia Menghela nafas panjang. "Maafin aku mas. Tapi aku belum siap dan belum bisa menerima semua ini." batin Sophia.
"Saya akan pulang ke kantor hari ini, saya akan datang nanti malam ke sini." ucap Gerwyn. Sophia menganguk.
"Kakak pasti datang kan? Nanti kalau mbak Sophia tiba-tiba sakit lagi gimana?" tanya Ano.
"Kakak pasti datang kok, kamu jangan khawatir yah." ucap Gerwyn mengelus kepala Ano.
dia mencium kening istrinya dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Mbak Sophia kenapa tidak mau mempunyai anak? Aku juga pengen punya keponakan." ucap Ano.
Sophia menoleh ke arah Ano.
"Mbak belum siap dek." jawab Sophia. "Tapi kalau Mbak sudah menikah itu artinya mbak sudah siap memberikan anak pada kak Gerwyn. Itu yang di ajarkan guru kami." ucap Ano.
"Mbak minta maaf yah. Kamu pasti tidak nyaman karena masalah mbak." ucap Sophia. Ano memeluk Sophia.
__ADS_1
"Sebaiknya mbak memeriksa nya, aku juga curiga mbak hamil. Mau yah mbak." ucap Ano mencoba membujuk Sophia.