Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Janji


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Gerwyn istirahat ke kamar dia juga mengajak Ano untuk menonton bersama.


"Mas aku Ijin keluar sebentar yah sama temen aku." ucap Sophia tiba-tiba masuk ke dalam kamar. "Sama teman? Teman yang mana?" tanya Gerwyn.


"Aku bilang juga mas tidak Akan tau." ucap Sophia. Gerwyn melihat Ano sudah tidur, dia Turun dari kasur mendekati Sophia.


"Tidak ada Ijin untuk kamu keluar hari ini, kamu harus menemani Saya di sini." ucap Gerwyn mendekati Sophia, namun Sophia terus mundur sehingga mentok ke dinding.


"Apa yang mau mas lakukan?" tanya Sophia.


"Saya sudah tidak sabar menghukum kamu dari tadi, sekarang adalah waktu yang tepat." ucap Gerwyn.


Tiba-tiba Sophia menghindar.


"Aku mohon sadar lah mas, aku minta maaf." ucap Sophia panik. Gerwyn mendekati Sophia terus menerus namun Sophia selalu menghindar.


"Aku mohon jangan hukum aku mas, aku tidak akan keluar, aku janji." ucap Sophia langsung. Gerwyn menatap Sophia dengan tatapan yang tidak biasa sehingga membuat Sophia takut.


Sophia sudah lelah menghindar dia pun langsung mendekati Gerwyn dan mencium Bibir Gerwyn. Karena dia tidak cukup tinggi dia harus menjinjit agar bisa sampai.


Gerwyn membalas ciuman Istri nya, semakin lama semakin panas, Gerwyn mengangkat tubuh Sophia. Mereka semakin ganas. Gerwyn membaringkan tubuh Sophia di kasur namun Ano ternyata ada di kasur.


Gerwyn menoleh ke arah Ano.


Sophia Membuka mata nya karena Gerwyn berhenti.


Gerwyn menatap wajah Sophia. Dia juga tidak tega menyiksa istri nya yang terlihat sangat polos di mata nya.


"Saya tidak bisa, saya tidak bisa melakukan nya." ucap Gerwyn, Sophia terdiam memasang wajah bingung.


"Kenapa Mas? Lakukan saja, aku sudah siap." ucap Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya dia langsung bangun dari tubuh Sophia.


"Saya tidak ingin kamu kesakitan." ucap Gerwyn. Sophia bangun dia melihat Gerwyn masuk ke dalam kamar mandi.


Dia menghela nafas panjang.

__ADS_1


Gerwyn di dalam kamar mandi melampiaskan nafsu nya dengan cara menonton film dari pada harus menyakiti istri nya.


Menurut nya istri nya Masih terlalu muda, di tambah lagi dia sudah berjanji pada mamah nya untuk tidak membuat Sophia hamil sebelum Lulus SMA. Mamah nya sudah tau kalau ternyata Sophia Masih sekolah.


Awalnya Buk Linda kaget namun Gerwyn berusaha untuk Jujur karena ibu nya juga menerima Sophia dengan baik, dia tidak tega membohongi nya terus.


"Mamah tidak masalah Sophia masih anak SMA, tapi seperti nya Mamah harus menghilangkan Ego mamah untuk berharap mendapatkan Cucu dengan cepat, karena kamu harus janji sama mamah untuk tidak membuat Sophia hamil sebelum dia Lulus." ucap Buk Linda.


Gerwyn sudah t telanjur janji pada mamah nya, walaupun nafsu nya sangat besar dia pasti tidak tega melakukan itu pada orang yang dia sayang.


Tidak beberapa lama Gerwyn Keluar dari kamar mandi. Dia melihat istri dan Adik iparnya sudah tidur. Dia ikut berbaring di samping istri nya.


Dan akhirnya mereka bertiga tidur bersama.


Di tempat lain Hena baru saja pulang jalan-jalan dengan Om Davit. Dia langsung masuk ke rumah nya. Namun tiba-tiba Ibu nya menelepon mereka mau ke Jakarta untuk bertemu dengan anaknya itu.


Hena Sama sekali tidak melarang namun dia takut kalau Orang tua nya tau pekerjaan nya apa.


Akhirnya dia mengijinkan orang tua nya datang. Tidak ada pilihan lain karena dia juga sangat merindukan orang tua nya.


Sudah lama dia menunggu di lobby namun Frans tak kunjung datang menghampiri nya.


"Kak Frans kok Lama banget yah." batin Sophia. Dia bertanya pada staf namun ternyata Frans Masih ada kerjaan. Namun tidak beberapa lama akhirnya Frans datang.


"Sophia! Maaf yah sudah buat kamu lama menunggu." ucap Frans. Sophia Berdiri.


"Iyah gak apa-apa kok Kak, nih yang aku janji kan." ucap Sophia.


Frans mengambilnya. "Humm sebenarnya Mamah ingin kamu datang di acara ulang tahun nya, dia sangat ingin kamu datang lagi." ucap Frans.


"Tapi.."


"Hanya sebentar saja, kamu harus memberikan ini sendiri pada nya." ucap Frans. Sophia sebenarnya tidak bisa tapi dia tidak enak hati menolak ajakan Frans.


"Tapi kak aku harus Ijin dulu dari pak Gerwyn." ucap Sophia.

__ADS_1


"Kenapa harus ijin? Emang dia suami kamu? Lagian hanya sebentar saja." ucap Frans.


Sophia bingung harus menjawab apa, tapi dia sudah janji pada suami nya untuk rumah saja hari ini. "Mau bagaimana pun pak Gerwyn adalah bos ku Kak. Aku tidak mungkin meninggalkan rumah tampa ijin dari dia." ucap Sophia.


"Mamah akan sangat senang kamu mau datang. Jadi saya mohon datang lah." ucap Frans.


Sophia berfikir keras dia sebenarnya tidak ingin pergi.


"Baiklah kalau kamu tidak mau, saya mengerti kok. Tapi saya akan mengembalikan lukisan ini." ucap Frans.


Sophia melihat raut wajah Frans yang kecewa.


"Baiklah-baiklah kak aku akan pergi." ucap Sophia. Frans terlihat sangat senang dia tersenyum bahagia.


"Kalau begitu kita akan berangkat sekarang ajak Frans. Sophia mengangguk. Di Jalan Sophia mengabari suami nya kalau dia pulang telat jadi tidak bisa Masak Siang untuk suami nya karena ada urusan mendadak.


Gerwyn yang paham kesibukan istri nya akhirnya dia iyakan saja. Dia tidak jadi Pulang ke rumah untuk makan siang bersama istri nya.


Di dalam perjalanan Frans mengajak Sophia berbicara namun Sophia menjawab seadanya saja. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.


"Aku tidak enak untuk masuk." ucap Sophia.


"Tidak apa-apa, Lagian tidak ramai kok." ucap Frans mengandeng tangan Sophia ke dalam namun tiba-tiba Sophia melepaskan nya sambil mengucap Maaf.


Frans mengerti. Mereka masuk ke dalam.


"Haiii Mamah, lihat aku bawa Siapa?" ucap Frans. Mamah nya yang sedang menata makanan di atas meja tersenyum melihat Sophia datang dia langsung mendekati Sophia.


"Tante fikir kamu tidak mau datang, Tante sangat senang kamu mau datang." ucap Mamah nya Frans.


"Iyah Tante. Oh iya selamat ulang tahun ya Tante ini hadiah dari Adik saya, dan ini dari Kak Frans. Saya hanya membantu beberapa saja." ucap Sophia.


"Oh iya Mah ini ada hadiah dari Nita sama papah nya." ucap Frans. "Kamu letak di atas meja saja yah." ucap mamah nya pada Frans.


"Ayo Sophia kita cari tempat yang cocok untuk menggantung kan lukisan ini. Ini sangat cantik." ucap Mamah Frans. Sophia mengangguk mereka memilih Tembok yang kosong untuk memasang nya.

__ADS_1


"Kamu tau Frans selalu mengirim kan foto sebelum lukisan nya jadi, dan Tante sangat suka sekali." ucap mamah Frans. Sophia tersenyum.


__ADS_2