Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Penyesalan


__ADS_3

"Darah?" Gerwyn seketika mengingat betapa kuatnya dia mendorong badan Sophia ke arah pintu. Dia melihat si tungkai shower ada darah dan bahkan sampai bengkok.


Dia langsung menelpon ibu nya namun tidak ada yang menjawab, kebetulan security tadi sudah pulang Gerwyn langsung di antar kan ke rumah sakit tempat Sophia di rawat.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai Gerwyn melihat Ibu nya, adik ipar nya dan juga Hena. Ano sedang di wawancara oleh polisi dan juga Ibu nya.


Melihat Gerwyn datang Ano seketika menunjuk Gerwyn.


"Aku melihat kak Gerwyn keluar dari kamar setelah mendengar keributan." ucap Ano. Semua mata tertuju pada Gerwyn.


"Apa yang terjadi Mah?"


"Kemana saja kamu? Istri kamu koma di rumah sakit dari pagi tadi tapi kamu baru datang di malam hari." ucap Ibu nya.


"Aku tidak mengerti buk, apa maksud nya ini? Kenapa ada polisi."


"Pak Gerwyn silahkan ikut kami ke kantor polisi." ucap polisi menahan tangan Gerwyn.


"Saya tidak melakukan apapun Pak, kenapa saya di bawa ke kantor polisi?" tanya Gerwyn.


"Anda di tangkap karena tuduhan merencanakan pembunuhan pada suadari yang bernama Sophia yang tidak melainkan itu istri bapak sendiri."


"Tidak mungkin! Saya hanya tidak sengaja karena sedang marah."


"Jadi benar bapak yang mendorong Sophia ke kamar mandi?" tanya Hena. Gerwyn diam.


Seketika Hena memasang wajah marah.


"Bawa dia pak, saya mau dia mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya." ucap Hena sangat marah.


"Jangan bawa anak saya ke kantor polisi Pak, saya mohon." sekarang buk Linda yang tidak terima Gerwyn di bawa oleh kepolisian.


"Tidak apa-apa Mah, aku harus tanggung jawab atas perbuatan ku sendiri." ucap Gerwyn. Tangan nya langsung di borgol dia di bawa keluar dari rumah sakit meninggalkan Buk Linda yang menangis.


Hena hanya bisa mengelus punggung buk Linda.


Gerwyn di bawa ke kantor polisi hanya diam tidak banyak berontak bahkan berbicara pun tidak.


Setelah di interogasi dan dia mengakui kesalahannya.


Buat sementara Gerwyn di masuk kan ke dalam sel dulu.


"Pak Gerwyn!" panggil Vano yang baru saja datang.


Gerwyn menatap Vano.


"Tolong bawa saya menemui istri saya." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Tidak bisa Pak, karena kasus bapak masih dalam proses." ucap Vano.


"Kamu atur semua nya! Untuk apa kamu ke sini, saya tidak mau di sini, saya mau keluar." Gerwyn marah, Vano segera mencari cara.


Akhirnya Gerwyn boleh mengunjungi Istri nya namun dengan kawalan polisi. Setelah sampai di rumah sakit Gerwyn masuk sendiri ke ruangan Sophia dengan tangan di borgol di depan.


"Pasien kehilangan darah sangat banyak sehingga kami mencari darah yang cocok untuk istri bapak, luka di bagian kepala nya cukup sangat serius untung saja tidak berdampak pada bagian dalam.


Dan di bagian punggung nya terdapat beberapa tukang retak akibat benturan yang keras ke lantai." jelas dokter.


Gerwyn dia menatap Sophia yang tidak sadar kan diri.


"Apa darah nya sudah ada?" tanya Gerwyn. Dokter menggeleng kan kepala nya.


"Kemungkinan Besok pagi Pak namun kami tidak bisa menjamin karena banyak nya pasien yang membutuhkan darah." ucap dokter.


"Ambil darah saya Dok." ucap Gerwyn.


"Baiklah lah Pak, mari kita periksa dulu yah." ucap dokter.


Ternyata darah Gerwyn cocok dengan Darah Sophia dengan cepat dokter mengambil tindakan.


Setelah selesai Gerwyn kembali ke ruangan Sophia.


Dia duduk di kursi sambil terdiam menatap wajah Sophia yang sangat pucat.


"Saya minta maaf sudah membuat kamu seperti ini, saya tidak bermaksud membuat kamu kritis seperti ini, maaf kan saya." Gerwyn menunduk kan kepala nya.


Gerwyn melihat darah yang mengalir lewat selang ke tubuh Sophia.


"Berjanji lah untuk sadar dan sembuh, kamu bisa melakukan apapun pada saya." ucap Gerwyn.


Dia mengelus tangan Sophia yang kena air mata nya.


"Pak Gerwyn waktu nya kembali ke kantor." ucap pengawal nya.


"Tunggu dulu pak." Vano menahan polisi agar tidak membawa Gerwyn.


Gerwyn menatap lama wajah Sophia dan kembali menyerah kan diri pada polisi. Hena yang baru saja datang karena baru selesai bekerja.


"Ngapain bapak ke sini lagi? Bapak puas melihat Sophia koma seperti itu? Bapak sangat jahat." ucap Hena.


Namun polisi membawa Gerwyn langsung saat Gerwyn mau berbicara.


"Kamu yang namanya Hena?" tanya Vano.


Hena menatap Vano.

__ADS_1


"Iyah dengan saya sendiri, ada apa?"


"Saya mohon cabut laporan tentang bos saya, itu hanya kecelakaan tidak disengaja, mana mungkin pak Gerwyn mencelakakan istri nya sendiri." ucap Vano.


"Apa! Di cabut? Seperti nya anda salah orang untuk memohon saya mencabut laporan itu, sahabat saya hampir mati dan sekarang entah bagaimana dan anda dengan mudah nya meminta saya mencabut laporan? tidak bisa!" ucap Hena.


"Tapi mbak, ini demi nama baik keluarga Buk Sophia dan keluarga Pak Gerwyn."


"Saya tidak perduli, dia harus merasakan apa yang telah di perbuat oleh nya."


Hena langsung masuk ke ruangan Sophia. Dia kaget melihat darah yang sudah masuk pada Sophia.


"Loh bukannya besok pagi yah darah nya ada? Alhamdulillah kalau dengan cepat mereka mendapatkan nya." ucap Hena..


Keesokan harinya.


Buk Linda datang mengunjungi anak nya yang di dalam sel.


"Mamah.. Bagaimana keadaan Sophia mah?"


"Khawatir kan diri kamu terlebih dahulu nak," ucap buk Linda.


"Aku tidak apa-apa Mah, sekarang bagaimana keadaan Sophia."


"Dia sudah lebih baik, namun belum sadar kan diri."


Gerwyn langsung diam.


"Mamah tidak mengerti apa yang terlintas di benak kamu sehingga tega mencelakakan istri kamu sendiri dan pergi begitu saja." ucap Buk Linda.


"Aku marah pada nya karena mengadukan hubungan ku sebelum nya dengan Okta pada Mamah, hanya dia yang tau dan hanya dia yang bertemu mamah."


Buk Linda menghela nafas panjang.


"Bukan dia yang mengadu kan nya pada mamah, justru Mamah yang mencari tahu sendiri. Dia tidak tau apa-apa kamu sudah salah paham."


Gerwyn langsung terdiam, seketika penyesalan memenuhi pikiran nya.


"Mamah sudah curiga lama sama kamu, karena Mamah tau seperti apa kamu, apa yang kamu lakukan di luar sana Mamah pasti tau." ucap buk Linda.


"Aku minta maaf mah."


"Bukan sama Mamah kamu minta maaf tapi sama istri kamu, dia yang menanggung semua perbuatan kamu, sudah jelas kamu salah tapi malah menyalah kan orang lain." ucap buk Linda.


Gerwyn memegang tangan ibunya.


"Bawa aku menemui Sophia lagi Mah, aku mohon." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Mamah yakin kamu tidak bisa bertemu dengan nya karena Ano dan teman nya tidak mengijinkan siapa pun masuk untuk melihat nya." ucap buk Linda.


.


__ADS_2