
"Loh itu kan Lisa, dia di sini juga?" ucap Sophia. Dia melihat Lisa seperti berbicara serius dengan Pria yang tentunya orang penting di perusahaan itu.
"Mereka sedang membicarakan apa yah? Kelihatan nya sangat serius sekali?" ucap Sophia dia pun mengambil foto mereka berdua. Setelah itu pura-pura tidak melihat lagi.
Lisa melihat Sophia di sana mau menghampiri nya namun dia sudah di panggil akhirnya tidak jadi.
"Permisi Mbak Sophia. Anda di panggil ke ruangan pak Bos." ucap staf. Sophia tersenyum. Dia pun naik ke ruangan suami nya.
"Loh kemana semua orang tadi? kok sudah sepi saja?" ucap Nya.
"Tumben-tumbenan sekali kamu datang ke sini." ucap Gerwyn yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kamu gak suka yah kalau aku datang ke sini?" tanya Sophia sambil bersandar ke meja sedikit duduk menatap ke arah suami nya.
"Ada apa?" tanya Gerwyn.
Sophia tersenyum dia mendekati Gerwyn, dia menarik dasi Gerwyn. Dia menyentuh dada Gerwyn.
"Pak bagaimana dengan laporan ini?" Tiba-tiba Staf wanita masuk tampa mengetuk pintu.
Sophia dan Gerwyn kaget. Mereka sama-sama kaget. Staf itu langsung memutar badan nya setelah meletakkan laporan nya di atas meja.
Sophia mendekati pintu dan menguncinya. Darel menatap istrinya.
"Sebenarnya apa yang kamu mau Sophia? Kamu membuat saya gelisah saja." ucap Gerwyn. "Kenapa Mas? Apa kamu sudah tidak terbiasa di sentuh seperti ini?" Tasya Sophia menyentuh dadanya lagi.
Tangan Sophia mulai aktif. Tiba-tiba Gerwyn menahan nya.
"Tunggu dulu Sophia. Jangan menganggu saya bekerja, saya tidak mau menunda pekerjaan saya." ucap Gerwyn.
Dia terlihat sudah sangat gugup.
"Mas lupa hari ini hari apa?" tanya Sophia.
"Hari Jumat." jawab Gerwyn sambil membalikkan badannya melihat laporan.
Namun tiba-tiba dia terdiam sejenak.
"Hari Jumat? Itu artinya kamu sudah selesai ujian Minggu ini?" tanya Gerwyn.
Sophia tersenyum. Gerwyn Menghela nafas panjang dia menatap wajah istri nya. Dia mau mencium namun tidak jadi dia menahan nya sebisa mungkin.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan mas? tidak ada larangan lagi untuk melakukan nya." ucap Sophia.
"Ini di kantor Sophia. Saya Masih ada pekerjaan." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum dia memberikan ciuman yang panas pada suami nya dengan singkat.
"Sudah enam hari kamu sudah berpuasa, mas boleh melakukan apapun pada ku malam'ini." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum dia menggigit bibir nya.
"Happp... Akhirnya dapat juga." ucap Sophia mengangangkat dompet Gerwyn.
"Untuk apa sayang?" tanya Gerwyn.
"Sststt!! Aku butuh satu kartu saja." ucap Sophia. Dia mengambil kartu Gerwyn.
"Aku dengan Mamah dan juga Ano mau Makan di restoran mewah. Kalau mas masih kerja tidak apa-apa kalau tidak ikut." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum manis.
"Semoga happy sayang.. Berhati-hati lah di jalan jangan lupa Mengabari suami mu ini." ucap Gerwyn.
"Oke Beby.. Muach..." dia mencium pipi Gerwyn dan setelah itu langsung pergi begitu saja.
"Sadar Gerwyn, sadar." ucap nya sambil menepuk-nepuk pipi nya.
"Sebaiknya aku mengajak Hena untuk merayakan ini," ucap Sophia. Dia menelpon Hena namun dia tidak menjawab.
"Kemana sih dia? tidak biasa nya dia mengabaikan telepon ku seperti ini." ucap Sophia. Dia mencoba lagi namun hasilnya sama saja.
Dan akhirnya dia menyerah. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering dari Riki.
"Riki? Kenapa dia menelpon ku? bukan kah dia hari ini bersama keluarga nya?" ucap Sophia.
"Iyah halo Ki?" ucap Sophia.
"Kamu sama Hena gak Sophia?" tanya Riki.
"Enggak Ki, aku baru saja menelpon nya, mau mengajak makan di luar namun tidak di jawab." ucap Sophia.
"Oohhh. Ya udah kalau begitu aku minta maaf sudah menganggu kamu." ucap Riki. Panggilan pun langsung mati.
"Untung saja Riki tidak mengajak untuk makan di luar juga, kalau dia mengajak aku pasti bingung menjawabnya seperti apa. Aku sudah janji pada mamah dan Ano." ucap Sophia.
__ADS_1
Setelah beberapa jam akhirnya Mereka sampai di restoran yang benar-benar mewah. "Oh iya mah aku sudah memesan makanan yang sehat untuk Mamah. Mamah gak boleh makan makanan yang berminyak." ucap Sophia.
Bu Linda tersenyum. "Ayo Ano di makan." ucap Bu Linda.
Mereka pun makan bersama.
"Gerwyn Gak datang yah Sophia?" tanya Bu Linda lagi. "Enggak mah, dia sangat sibuk." ucap Sophia.
"Dia selalu saja sibuk dengan pekerjaan nya sehingga tidak ada waktu untuk keluarga. Mamah sangat membenci itu. Tapi mamah senang karena dia menikah dan mamah akhirnya mempunyai teman." ucap Bu Linda.
"Mas Gerwyn Bekerja agar kita bisa Makan Enak seperti ini mah. Karena di Balik istri yang foya-foya Makan di tempat mewah ada suami yang banting tulang Bekerja Siang malam agar istri dan keluarga nya bahagia." ucap Sophia.
Bu Linda tertawa.
"Kamu bisa saja berbicara pada mamah seperti itu." ucap Bu Linda. Sophia tertawa juga.
"Maafin aku datang hanya menjadi beban untuk mas Gerwyn dan untuk Mamah." ucap Sophia.
Bu Linda tersenyum. "Kamu adalah wanita yang baik, kamu bukan beban, Mamah sangat beruntung bertemu dengan kamu dan juga Ano." ucap Bu Linda. Sophia tersenyum.
Dia menyeka bibir Bu Linda. "Mamah makan seperti anak kecil." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum.
"Adegan kamu tadi membuat mamah teringat almarhum Papah nya Gerwyn. Dia sering membersihkan Bibir Mamah tanpa ada rasa Malu dan selalu marah dan bilang. "Kamu jangan Makan seperti anak kecil, santai saja Makan nya." Dia berbicara seperti itu sambil memasang wajah galak nya." ucap Bu Linda.
Sophia terdiam sejenak.
"Maafin aku yah mah, sudah membuat mamah teringat." ucap Sophia.
"Loh kok kamu minta maaf? Mamah bilang itu karena mamah suka." ucap Bu Linda. "Tapi mamah jadi teringat." ucap Sophia.
"Jadi menurut kamu selama ini Mamah melupakan nya? Itu tidak mungkin Sophia, tidak perlu merasa bersalah seperti ini. sesungguhnya Mamah tidak pernah melupakan dia. walaupun kami sudah beda Dunia Tapi dia selalu ada di hati Mamah. Kami saling Merindukan dan suatu saat nanti pasti ada pertemuan." ucap Bu Linda.
Sophia Terdiam.
"Mamah sangat mencintai Dia. Kamu juga Sama Gerwyn harus saling mencintai yah nak." ucap Bu Linda.. Sophia mengangguk.
"Assalamualaikum semua nya...." Tiba-tiba Gerwyn datang.
"Walaikumsalam.. Loh kata nya mas gak bisa datang, kok bisa datang tiba-tiba?" tanya Sophia. Darel tersenyum.
Dia duduk di samping Sophia.
__ADS_1
"Seprais.." ucap Gerwyn.
Tiba-tiba mati lampu membuat mereka semua panik.