Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Dua wanita yang membuat Sophia kesal


__ADS_3

"Bapak harus melihat ini. Ternyata yang menyerang pak Vano di perjalanan adalah orang suruhan ayah nya istri Bapak." ucap Tobi.


Tobi memberikan semua bukti pada Gerwyn dan semua bukti sangat lengkap, namun untuk saat ini Ayah Mertua nya itu tidak tau tinggal di mana, bahkan saat keluar dia melakukan penyamaran.


"Apa hanya tentang ini saja?" tanya Gerwyn. "Saya juga melihat akhir-akhir kalau Liam melamar pekerjaan di salah satu cabang perusahaan kita." ucap Tobi.


Gerwyn tersenyum. "Apa uang hasil penjualan rumah itu sudah habis oleh nya?" ucap Gerwyn lagi.


"Saya mendengar kalau dia di usir oleh Bibik dan juga Paman nya karena menjudikan semua uang itu Tampa sepengetahuan Paman nya." ucap Tobi.


Gerwyn diam. "Apa dia di terima perusahaan kita?" tanya Gerwyn. "Di tolak Pak karena dia hanya memiliki Ijazah SMA dan nilai nya tidak mendukung." ucap Tobi.


"Minta mereka untuk menerima Liam di sana namun di bagian OB." ucap Gerwyn.


"Apa Bapak yakin?" tanya Tobi. "Lakukan apa yang saya perintahkan!" ucap Gerwyn.


"Baik Pak. Saya akan melakukan nya." ucap Tobi.


"Saya rasa semua yang sudah saya selidiki hanya ini yang dapat saya sampaikan Pak. Kalau begitu saya akan permisi." ucap Tobi. "Baiklah. Saya akan menunggu informasi selanjutnya." ucap Gerwyn. Tobi mengangguk.


Sophia yang ternyata masih menguping mendengar pintu di buka dia langsung ngumpet.


"Huff Untung saja tidak ada yang melihat ku." ucap Sophia setelah melihat suaminya dan Tobi keluar.


"Aku sama sekali tidak bisa mendengar mereka membicarakan apa. Apa yah yang sedang mereka bicarakan." batin Sophia.


Dia tidak mendapatkan apa pun akhirnya dia memilih untuk pulang sebelum pulang dia menjemput Ano pulang dulu.


"Vano kamu sudah makan siang?" tanya Gerwyn pada Vano yang Masih fokus dengan pekerjaan nya.


"Belum pak." jawab Vano. "Saya membeli satu porsi makanan, kamu bisa memakan ini karena istri saya membawa bekal." ucap Gerwyn.


Vano menutup laptop nya.


"Baik Pak. Terimakasih banyak." ucap Vano. Mereka pun Makan sama-sama di ruangan Vano.


"Apa kamu sudah tau kalau orang yang menyerang kamu adalah Anak buah Pak Syaputra?" tanya Gerwyn. Vano terdiam sejenak menatap Gerwyn.


"Ayah nya mbak Sophia yang Bapak maksud?" tanya Vano. Gerwyn mengangguk.

__ADS_1


"Atas unsur apa mereka mencegat ku?" tanya Vano.


"Seperti nya dia tau kalau kita tidak berhenti mencari nya." ucap Gerwyn. Vano terdiam.


"Mulai dari sekarang kita harus hati-hati. Bisa jadi dia ada di sekitar kita." ucap Gerwyn.


"Baik Pak." ucap Vano. Sophia baru saja sampai di sekolah Ano.


"Selamat siang mbak Sophia." sapa Bu Ena.


"Siang Bu, adik saya mana yah Bu?" tanya Sophia.


"Masih di dalam Mbak dengan Enjelita menyiapkan tugas mereka." ucap Bu Ena. "Oohh kalau begitu saya akan menunggu di sini." ucap Sophia.


Bu Ena Duduk di dekat Sophia.


"Pak Gerwyn semenjak menikah sudah tidak pernah menjadi model lagi yah, padahal saya adalah penggemar berat nya." ucap Bu Ena.


Sophi diam. "Saya yakin sih semua wanita pasti jatuh cinta pada Pak Gerwyn. Wajah tampan, badan bagus, kaya raya dan sangat pintar." ucap Bu Ena.


"Ibu suka pada suami saya?" tanya Sophia langsung berdiri.


"Ingat yah Bu. Mas Gerwyn sudah mempunyai istri Dan istri nya itu adalah saya." ucap Sophia.


"Tapi seperti nya hubungan kalian tidak begitu baik. Seperti ada masalah saja. Dan juga kalau publik tau pak Gerwyn menikah dengan gadis SMA dia pasti akan sangat malu dan kamu pasti akan di buli." ucap Bu Ena.


Sophia menatap Bu Ena.


"Masalah ibu sama saya apa sih? Saya tidak pernah mengganggu ibu." ucap Sophia.


"Kamu tidak salah, hanya saja pak Gerwyn salah pilih istri seperti kamu." ucap Bu Ena.


Sophia Menghela nafas panjang.


"Terserah ibu deh." ucap Sophia dengan kesal dia meninggal Bu Ena yang tersenyum licik. "Loh mbak Sophia mau kemana Bu? Kenapa dia meninggal kan aku?" tanya Ano.


"Dia menunggu Ano di luar. Kata nya bosan di sini, ayo buruan keluar." ucap Bu Ena membawa Ano keluar.


"Aku pulang dulu ya Bu." ucap Ano melihat mobil Masih ada di depan sekolah. Bu Ena menganguk.

__ADS_1


Setelah Ano masuk ke dalam mobil Bu Ena kembali masuk ke dalam sekolah.


"Mbak tumben banget jemput aku?" tanya Ano."Enggak kok kebetulan mbak baru pulang dari kantor kak Gerwyn." ucap Sophia.


"Oohh gitu." ucap Ano. Selama perjalanan Sophia hanya diam saja. Sampai di rumah Ano langsung mencari Bu Linda.


"Ahhh aku tidak melakukan apapun namun aku sangat lelah sekali." ucap Sophia menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Sophia kamu sudah pulang?" ucap Bu Linda. Sophia kaget dia langsung duduk dengan benar memasang wajah tersenyum.


"Iyah Mah." jawab Sophia.


"Kamu dari mana saja? Gerwyn bilang kamu ke kantor nya pagi ini dan kamu hanya sebentar di sana. Ini sudah jam satu kenapa kamu baru pulang?" tanya Bu Linda.


"Kenapa Mamah pakai nanyain segala sih? aku harus jawab apa?" batin Sophia. "Kamu ketemu teman-teman kamu lagi Yah?" tanya Bu Linda. Sophia tersenyum.


"Huff kamu harus mengurangi bermain dengan teman kamu." ucap Bu Linda. "Aku minta maaf. Aku tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Sophia.


"Nih minum dulu. Mamah buat teh sendiri untuk kamu." ucap Bu Linda. "Terimakasih mah, Mamah repot-repot, aku bisa buat sendiri." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum.


"Aku sedikit curiga nih dengan sifat mamah, ada apa sih? Bikin panik saja." batin Sophia.


"Mamah mau membicarakan Soal kamu dengan Gerwyn gak apa-apa kan?" tanya Bu Linda.


"Soal apa Mah?" tanya Sophia.


"Mamah sudah pernah membuat ini sebelum nya sama kamu sih, hanya saja mamah mau bertanya lagi." ucap Bu Linda.


Sophia semakin panik.


"Kamu belum memberikan tubuh kamu pada Gerwyn kan?" tanya Bu Linda. Sophia terdiam sejenak.


"Ma-maksud Mamah?" tanya Sophia.


"Gak apa-apa sih nak, Mamah hanya memastikan saja. Sebentar lagi kamu akan lulus SMA seperti permintaan Mamah. Mamah ingin cepat punya Cucu." ucap Bu Linda.


Sophia menghela nafas panjang. "Sudah ku duga." batin Sophia.


"Aku belum memikirkan sampai ke sana mah, aku hanya ingin fokus terlebih dahulu dengan Sekolah ku." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum.

__ADS_1


"Kamu juga mau kan nganggur satu tahun untuk mengandung? Setelah kamu lahiran kamu bisa melanjutkan kuliah." ucap Bu Linda. Sophia terdiam dia sangat bingung mau mengatakan apapun, dia tidak mau membuat keputusan yang salah.


__ADS_2