Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sama sekali tidak mempunyai hati


__ADS_3

"Ibu aku mau kesana boleh?" tanya Ano sambil menunjuk ke arah meja yang ada aquarium Besar.


"Boleh dong." ucap bu Linda mereka pun langsung ke berjalan ke arah meja itu.


Mereka memuaskan untuk jalan-jalan menghabis kan waktu untuk bersama. "Mbak Enjel, aku juga mau Eskrim." ucap Ano kebetulan Enjel lagi makan eskrim.


"Kamu mau? Beli sendiri dong." ucap Enjel.


"Enjel, tidak baik seperti itu, ayo cepat beli untuk Ano." ucap Ibu nya. "Ya udah tunggu aja sebentar lagi Om nya pasti datang nganterin ke sini." ucap Enjel.


Di rumah Sophia terbangun, dia melihat sudah jam sepuluh Tujuh malam. "Mas! Mas!" panggil Sophia membangun kan Gerwyn.


"Humm.. Ada apa?" tanya Gerwyn dengan suara serak.


"Mamah sama Ano sudah pulang belum?" tanya Sophia. "Seperti nya belum." ucap Gerwyn.


Sophia Menghela nafas panjang. Rasa khawatir mulai di rasakan oleh nya.


"Tidak perlu khawatir sayang, Lagian mereka juga ramai-ramai." ucap Gerwyn.


Sophia diam, Gerwyn menarik Sophia ke pelukan nya.


"Aku belum mandi Mas, aku mau mandi dulu." ucap Sophia.


"Nanti saja, sama-sama Dengan saya." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Kalau kita bersama kita tidak akan jadi mandi." ucap Sophia. Gerwyn terkekeh. "Istri ku sudah mulai pintar yah." ucap Gerwyn mencium hidung Sophia.


"Oh iya Mas bagaimana kabar Sophia? Kami berencana menjenguk nya Besok pagi." ucap Sophia.


"Saya juga tidak tau, karena Vano tidak bilang apa-apa, seperti nya dia dalam keadaan hati yang tidak baik. Saya tidak sempat bertanya apa yang kamu suruh tanya." ucap Gerwyn.


"Huff bilang saja mas males nanya nya." ucap Sophia. Gerwyn diam dia mengelus punggung Sophia.


"Tidur lah lagi." ucap Gerwyn. "Aku tidak bisa tidur lagi, Aku merasa tidak nyaman." ucap Sophia.


Gerwyn mengintip ke balik selimut.


"Kamu sendiri yang meminta nya mengeluarkan di atas perut jadi nya sedikit kotor." ucap Gerwyn.


"Jangan membahas nya lagi mas, aku malu." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum. Sophia melihat ponsel nya ada pesan masuk. Ternyata itu dari Frans.

__ADS_1


"Sophia aku hanya bertanya bagaimana pemintaan saya kemarin? Kamu bisa kan? Dua hari lagi acara nya." ucap Frans.


"Acara apa?" tanya Gerwyn langsung karena dia juga ikut membaca pesan nya.


"Aku di ajak oleh ibu nya kak Frans untuk menemani nya ke acara pernikahan anak teman nya." ucap Sophia. "Terus kamu mau?" tanya Gerwyn.


"Aku tidak enak sama Ibu nya kak Frans mas, tapi aku harus ijin Dulu sama mas." ucap Sophia. "Saya tidak mengijinkan nya." ucap Gerwyn.


Sophia terdiam sejenak. "Oh oh okelah kalau begitu." ucap Sophia seperti sedikit berat karena dia pasti tidak enak pada Frans dan juga Ibu nya.


Sophia membalas pesan Frans.


"Aku minta maaf yah, aku tidak bisa, aku kebetulan ada acara yang tidak bisa di tinggal kan." ucap Sophia.


Frans dan mamah nya membaca pesan itu seketika mereka terdiam.


"Loh kok cuman di lihat saja sih? Apa jangan-jangan kak Frans marah yah." batin Sophia.


"Tapi aku tidak mungkin pergi kalau tidak ada ijin dari suami ku, ah sudahlah aku pasrah dengan itu. Keadaan nya sulit sekarang." batin Sophia.


"Aku mandi dulu yah." ucap Sophia turun dari kasur.


"Kamu yakin gak mau mandi bareng? saya bisa membantu mengosok punggung kamu." ucap Gerwyn.


Gerwyn tersenyum dia berbaring senyum-senyum sendiri menatap langit-langit kamar nya.


"Liam kemana semua uang penjualan Rumah yang paman suruh kamu pegang? Paman mau membeli beberapa sapi agar bisa di jadikan tabungan." ucap Paman nya pada Liam yang hendak pergi.


"Humm uang nya aku simpan di bank paman, nanti aku akan mengambil nya." ucap Liam.


"Kamu sendiri mau kemana?" tanya Paman Liam. Karena melihat Keponakan nya sangat rapi.


"Oohhh aku mau bertemu teman Paman." ucap Liam.


"Setiap hari kamu keluar, bersama teman terus Atau jangan-jangan uang itu sudah kamu habiskan untuk foya-foya?" tanya paman nya.


"Enggak kok Paman, aku hanya mengambil beberapa saja, uang itu Masih ada di bank kok paman." ucap Liam.


"Sudah-sudah jangan di debat kan Mulu, lebih baik kamu pergi sekarang. Jangan pulang malam atau mabuk." ucap Bibik nya.


"Baik bik, Aku berangkat dulu Yah." ucap Liam, menyalim tangan mereka dan dia langsung pergi.

__ADS_1


"Buk kamu khawatir gak sekarang keadaan Sophia dan Ano seperti apa?" ucap Paman nya.


"Sudah lah tidak perlu memikirkan nya, dia sudah besar dan bisa menjaga dirinya sendiri." ucap istri nya itu.


"Sudah berapa bulan kita tidak mendengar kabar nya lagi, apa dia masih sekolah atau tidak."


"Sudah lah Ayah, lebih baik mengurus anak-anak kita dari pada mereka. Mereka pergi tanpa ijin dulu pada kita."


"Tapi bukan nya kita yang mengusir mereka."


"Maksud ibu dari rumah kontrakan nya, dan sekarang dia tidak tinggal di sana." Suami nya pun terdiam.


"Ah sudahlah ayah jangan membahas nya ibu bilang. Ibu sama sekali tidak perduli."


Di tempat lain Liam baru saja Sampai di tongkrongan nya, mereka langsung main judi bersama.


"Liam loe yakin gak apa-apa menjudikan dan uang penjualan tanah Kalian?" tanya teman akrab Liam.


"Loe tidak perlu ikut campur, semua nya ini adalah hak milik gua, tidak ada yang bisa melarang gua menghabis kan nya." ucap Liam.


Mereka semua Terdiam.


Setelah pulang dari tongkrongan nya dia kalah dia sangat kesal dan langsung pulang.


"Liam mana uang yang paman minta?" tanya paman nya.


"Ini! Ambil saja sendiri di bank paman, aku sangat lelah paman." ucap Liam masuk ke dalam kamar nya.


"Ayah aku mau beli sepeda, teman-teman ku sudah punya sepeda hanya aku sendiri yang belum punya, aku malu." ucap Anak perempuan nya.


"Baiklah nak, nanti kita beli yah, ayah sama ibu mau ke Bank dulu." ucap Paman. Anak nya tersenyum sambil mengangguk.


Setelah keluar paman nya terkejut melihat motor baru yang sangat mahal di depan rumah nya.


"Motor siapa ini bu?"


"Ini Motor nya Liam Ayah."


"Motor Liam? Dengan apa dia membeli nya? Ini pasti sangat mahal." "Ibu juga tidak tau, Tapi dia bilang usaha nya sendiri."


Suami nya Menghela nafas panjang, mereka pun langsung ke bank mengambil uang.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai mereka mengambil jumlah yang cukup banyak, namun ternyata Saldo tidak cukup, dia memeriksa Saldo dulu ternyata Saldo nya hanya sepuluh juta. Seketika paman itu terdiam Lemas.


__ADS_2