
Gerwyn sudah sampai di rumah dari tadi sedang asyik menonton di ruang tamu bersama Ano tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponsel nya dia melihat dari suami nya.
"Mas aku pulang Telat hari ini, aku minta maaf karena aku harus menemani Hena, dia terlihat sangat Sedih." ucap Sophia.. Gerwyn hanya bisa menghela nafas panjang.
"Kenapa kak?" tanya Ano yang melihat wajah Gerwyn yang tiba-tiba jadi sangat murung.
"Tidak apa-apa kok." ucap Gerwyn.
"Oh iya Ano mau gak keluar malam nanti?" tanya Gerwyn.
"Enggak ah kak, aku besok ada ulangan. Aku takut terlambat ke sekolah dan nanti malam aku juga harus belajar." ucap Ano.
"Oohh begitu yah." ucap Gerwyn.
Ano mengangguk.
"Lagian malam-malam ngajak Ano mau kemana? Istri kamu sudah cepat pulang." ucap Bu Linda meletakkan teh di depan anak nya dan susu untuk Ano.
"Sophia lagi ada urusan dengan Teman nya mah." ucap Gerwyn. "Oohh.." ucap Bu Linda.
"Tadi di sekolah Ano makan apa?" tanya Bu Linda.
"Tadi di ajak Makan sama Bu Ena." ucap Ano.
"Oohh Bagus deh, ibu sangat khawatir kamu tidak makan di luar." ucap Bu Linda. Ano tersenyum.
Di tempat lain Sophia dan Hena sedang berada di Perjalanan Menuju tempat yang mau di kunjungi oleh Hena.
"Tumben-tumbenan banget sih kamu ngajak aku ke Cafe yang di pinggir pantai?" tanya Sophia.
"Aku rasa lebih tenang di sana." ucap Hena.
"Emang sebelum nya kamu sudah ke sana? Sudah beberapa kali aku mengajak kamu ke sana namun kamu tetap tidak mau." ucap Sophia.
"Aku hanya tidak ada waktu saja, kamu tau sendiri selama aku bekerja di Club itu waktu ku sangat tersita habis." ucap Hena.
Sophia tersenyum.
"Aku tau kalau kamu sekarang pasti mau membebaskan diri kan? Aku akan menemani kamu, ini waktu nya aku untuk membalas semua kebaikan kamu." ucap Sophia.
Hena tersenyum. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. "Angin di sini cukup besar yah." ucap Sophia. Namun Hena hanya diam saja dia berdiri di pinggir pantai memandangi ke arah tengah pantai.
__ADS_1
"Aku sangat menyesal masuk ke dalam dunia seperti ini. Ini sungguh penyesalan besar bagi ku." ucap Hena. Sophia mendekati Hena.
"Semua nya sudah terjadi. Tidak ada gunanya penyesalan lebih baik kamu memperbaiki diri." ucap Sophia. Hena duduk.
"Aku minta maaf sudah membawa kamu ke dunia itu sebelum nya. Aku sangat bersyukur pak Gerwyn membawa kamu pergi dari sana. Kalau sampai sekarang kamu masih di sana aku adalah orang yang paling bersalah." ucap Hena.
Sophia memeluk Hena.
"Aku tau Niat kamu dulu baik, aku juga tidak mempermasalahkan itu, kalau bukan seperti itu mungkin aku tidak akan bisa bertemu dengan mas Gerwyn dan berjodoh dengan nya sekarang." ucap Sophia.
Hena tersenyum.
"Ada apa lagi Wyn?" tanya Bibi melihat wajah Gerwyn yang duduk lesu di depan nya.
"Sophia sekarang lebih sering menghabiskan waktu dengan teman nya, sekolah nya. Aku merasa dia tidak perduli lagi pada ku." ucap Gerwyn.
Bibi tertawa. Bibi mencubit pipi Gerwyn namun Gerwyn langsung menepis nya.
"Ada apa sih?" tanya Gerwyn.
"Apa ini beneran Gerwyn yang aku kenal?" ucap Bibi.
"Kamu sudah seperti pria yang tidak percaya diri, tidak mempunyai pendirian kalau seperti ini Tiap hari." ucap Bibi.
Gerwyn diam. "Sudah berapa kali aku bilang kamu harus banyak mengerti pada istri kamu yang sedang sibuk ujian, dan juga dia harus banyak berdiskusi dengan teman-teman nya." ucap Bibi.
"Di tambah lagi kamu juga harus fokus pada pencarian bukti tentang pembunuhan itu." ucap Bibi.
"Aku sudah membatalkan pencarian itu." ucap b
Gerwyn.
"Loh bagaimana bisa?" tanya Bibi kaget karena Gerwyn memutuskan nya begitu saja.
"Aku sudah tau kalau ayah Sophia yang menembak papah ku, untuk apa ku mencari tau lagi?" ucap Gerwyn.
Bibi Menghela nafas panjang.
"Aku yakin kamu melakukan ini bukan karena itu kan? Kamu harus menemukan kenapa dia melakukan itu, bagaimana bisa dia melakukan itu sementara mereka sudah lama bekerja sama." ucap Bibi.
"Apa karena kamu takut kehilangan Sophia kamu menghentikan semua nya? Ingat Gerwyn kamu melakukan ini sudah sangat lama, sekarang kamu dengan mudah bisa mendapatkan informasi karena paman dan Bibik nya Sophia sudah mau berbicara sebagian." ucap Bibi.
__ADS_1
Gerwyn diam. "Di tambah lagi jejak-jejak Ayah nya Sophia Sudah hampir ketahuan." ucap Bibi. Gerwyn diam.
"Jangan jadikan Sophia sebagai alasan untuk kamu memecahkan misteri ini, kamu harus menepati janji kamu pada papah kamu." ucap Bibi.
Gerwyn tiba-tiba menangis. "Aku anak yang sangat payah. Aku sangat payah." ucap nya.
"Kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini." ucap Gerwyn. Tidak beberapa lama akhirnya Bibi mengantarkan Gerwyn pulang ke rumah karena dia sudah mabuk.
"Ya Allah Gerwyn. Dia kenapa nak Bibi?" tanya Bu Linda.
"Biasa lah Bik, dia ikut bergabung dengan kami dan di paksa minum akhirnya dia minum sedikit dan tiba-tiba mabuk." ucap Bibi.
Karena Ibu nya tidak boleh tau kalau Gerwyn mempunyai kepribadian yang sangat buruk. Bibi berusaha menyembunyikan itu dari Bu Linda.
"Ya udah bik saya akan membantu membawa ke kamar." ucap Bibi, Setelah di kamar Gerwyn berbaring di kasur.
"Terimakasih yah Nak Bibi." ucap Bu Linda Bibi Mengangguk.
"Oh iya Vano belum sembuh yah nak? Bibik sangat ingin dia kembali membantu Gerwyn dengan cepat, kelihatan nya di sangat lelah ketika tidak ada Vano." ucap Bu Linda.
"Hari ini Vano pulang dari rumah sakit, mungkin setelah beberapa hari dia bisa kembali bekerja. Saya tidak bisa lama-lama di sini bik, kekasih saya menunggu di dalam mobil." ucap Bibi.
Bu Linda mengangguk.
"Sophia kemana sih? ini sudah jam 10 malam kenapa dia belum pulang?" ucap Bu Linda.
Tidak beberapa lama Sophia pulang.
"Akhirnya kamu pulang juga Sophia." ucap Bu Linda.
"Mamah.. Kenapa Mamah belum tidur, ini sudah larut malam." ucap Sophia.
"Justru Mamah yang harus bertanya kamu dari mana? ini sudah jam sepuluh malam. Kamu sudah memiliki suami seharusnya kamu tau kalau kamu tidak boleh keluar ketika ada suami di rumah." ucap Bu Linda. Kelihatan sekali kalau Bu Linda marah.
"Maafin Aku mah, aku tadi menemani Hena." ucap Sophia.
"Suami kamu adalah Gerwyn bukan Hena. Kewajiban kamu mengurus suami kamu, karena kamu dia mabuk. Dari Kemarin kamu selalu mengabaikan dia." ucap Bu Linda.
Sophia diam. Bu Linda langsung meninggalkan dia.
"Mamah sampai marah seperti itu karena mas Gerwyn mabuk." ucap Sophia.
__ADS_1