
"Kalau nanti aku sudah bertemu dengan dia aku akan bilang Dulu." ucap Sophia. Adit tersenyum.
"Aku senang banget setelah kita putus namun kita bisa berteman seperti ini, semoga hubungan pertemanan kita tidak pernah renggang." ucap Adit.
"Justru aku yang sangat rugi kalau membuat pertemanan kita ini rusak." ucap Sophia. "Ayo buruan berangkat kak." ucap Ano dari dalam mobil.
"Tunggu sebentar Ano." ucap Adit.
"Ya udah kalau begitu kami pergi dulu, sebelum larut malam aku akan mengantar kan Ano pulang." ucap Adit
Sophia menganguk. Adit dengan Ano pergi meninggalkan Sophia di rumah.
Wajah Sophia terlihat sangat lesu sekali. Perut nya tiba-tiba Sangat mual dia berlari ke kamar mandi secepat nya.
"Ya Allah perut ku kenapa tiba-tiba sering mual seperti ini?" ucap Sophia dia duduk lemas di ruang tamu.
Sophia merasa ngantuk dia pun tiduran di sofa. Tidak beberapa lama Bu Linda kembali ke rumah dia melihat Sophia yang berbaring di Sofa ruang tamu.
"Kenapa dia bisa tidur di sini?" ucap Bu Linda. Dia mau membangun kan namun tidak jadi.
"Bik berikan Sophia selimut." ucap Bu Linda. "Baik Bu." ucap Bibik.
Bibik datang membawa kan selimut dan Bu Linda menyelimuti nya.
"Tadi pagi Non Sophia masak begitu banyak untuk Di bawa ke orang tua dan juga kakak nya, mungkin karena itu Non Sophia kelelahan." ucap Bibik.
"Masak?" ucap Bu Linda. "Iyah Bu, non Sophia beberapa kali pusing karena masak. Dan saya takut kalau masakan Non Sophia tidak di makan sama sekali." ucap Bibik.
Bu Linda melihat bekal yang ada di atas meja, yang satu nya lecet parah. Bu Linda yakin kalau makanan nya terjatuh.
"Ini pasti perbuatan Ayah nya." batin Bu Linda.
"Saya sangat kasihan kepada non Sophia Bu," ucap Bibik. "Seharusnya aku tidak perlu memarahi Sophia. Kalau dia tau semua nya mungkin dia tidak akan meminta hal seperti itu." batin Bu Linda.
"Ibu jangan sering mengabaikan non Sophia Bu, lagi hamil seperti ini pasti membuat nya sangat sensitif." ucap Bibik.
Bu Linda hanya mengangguk.
"Oh iya Bu bagaimana dengan keadaan Pak Gerwyn?" tanya Bibik.
__ADS_1
"Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik Bik." ucap Bu Linda. Bibik lega mendengar itu. "Saya kembali ingin mengambil pakaian ganti untuk Gerwyn, tolong di siapin yah Bik." ucap Bu Linda.
Bibik menganguk.
Di rumah sakit Gerwyn melihat seseorang datang dan ternyata itu adalah Bibi.
"Bagaimana keadaan loe?" tanya Bibi. Gerwyn berusaha untuk duduk. "Sudah tiduran saja." ucap Bibi. Gerwyn tersenyum.
"Seperti yang kamu lihat sendiri." ucap Gerwyn.
"Huff aku tidak habis pikir dengan istri kamu." ucap Bibi.
"jangan menyalah kan dia Bi, dia hanya ingin Ayah nya bebas, Dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi." ucap Gerwyn.
"Ini nih Teman gua yang takut sama istri nya sendiri." ucap Bibi. "Karena aku sayang sama dia Bi, aku sangat mencintai dia." ucap Gerwyn.
"Baiklah-baiklah aku paham. Kamu sangat bodoh karena cinta." ucap Bibi. Gerwyn diam.
"Sekarang bagaimana keadaan Pak putra dan juga Liam?" tanya Gerwyn. "Saya membayar polisi memberikan hukuman yang pantas untuk mereka." ucap Bibi.
"Apa Sophia tau?" tanya Gerwyn.
Gerwyn melihat Bibi sangat kesal. "Maafin aku sudah membuat kamu terbawa-bawa ke Masalah ini." ucap Gerwyn.
"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan soal itu, hanya saja kurang baik apa Sophia kepada mereka." ucap Bibi.
"Sudah bi jangan membahas itu lagi." ucap Gerwyn.
"Baiklah-baiklah. Aku hanya kesal saja." ucap Bibi.
"Tok!! Tok!! tok!!" Tiba-tiba orang mengetuk pintu ruangan Gerwyn.
"Masuk saja!" ucap Gerwyn. Dan ternyata itu adalah Vano dan juga Hena.
"Ada pak Bibi?" ucap Vano. Bibi tersenyum dia melihat ke arah Hena.
"Ternyata kamu benar-benar sudah bersama dengan Vano." ucap Bibi pada Hena. Hena tersenyum.
"Kamu tidak perlu sungkan kepada saya, lupakan masa lalu, saya senang kamu sudah banyak berubah sekarang." ucap Bibi. Hena tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Bapak?" tanya Vano. "Seperti yang kamu lihat, tembakan ini cukup membuat saya sulit bergerak, bernafas." ucap Gerwyn.
Vano tersenyum. "Bagaimana dengan perusahaan?" tanya Gerwyn.
"Bisa gak sih satu hari saja loe memikirkan diri loe sendiri?" ucap Bibi kesal. "Pekerjaan adalah hidup ku. kamu Diam saja." ucap Gerwyn.. Bibi Hanya bisa menghela nafas panjang.
"Saya ke sini sekaligus mau menjelaskan ini pak." ucap Vano. Bibi hanya diam saja mendengar kan Vano menjelaskan panjang lebar tentang pekerjaan kepada Gerwyn.
Gerwyn dengan sangat fokus mendengar kan nya.
Di rumah..
"Mamah mau ke rumah sakit lagi?" tanya Sophia melihat Bu Linda sudah rapi dan membawa tas berisi baju Gerwyn.
"Iyahh." ucap Bu Linda. "Oohh.. Hati-hati yah Mah." ucap Sophia. Bu Linda menganguk Sophia tetap duduk di sofa.
Bu Linda mau pergi namun terhenti. Dia menoleh ke arah Sophia. "Apa kamu mau ikut dengan Mamah ke rumah sakit?" tanya Bu Linda. Sophia langsung berdiri.
"Serius aku boleh ikut mamah?" tanya Sophia..Bu Linda menganguk.
"Kamu mandi dulu gih, wajah kamu Pucat sekali." ucap Bu Linda.. Sophia mengangguk dia langsung mandi dengan sangat cepat. Setelah itu mereka pun langsung berangkat.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah sakit.
"Ayo kamu Periksa kesehatan kamu dulu. Mamah takut Kamu kenapa-kenapa, wajah kamu pucat, hawa badan kamu juga panas." ucap Bu Linda.
"Ini sudah biasa mah, aku hanya masuk angin saja. Lagian aku sedang hamil wajar saja jika terlihat sangat pucat." ucap Sophia.
"Periksa dulu." ucap Bu Linda. Sophia tidak bisa nolak akhirnya mereka memeriksa kesehatan Sophia dan benar saja Sophia demam, namun tidak parah. Di sarankan Sophia banyak istirahat dan juga banyak Makan makanan yang sehat banyak vitamin nya.
Setelah selesai dari sana mereka menyusul Gerwyn ke ruangan nya. Mereka masuk dan melihat Sangat ramai.. Gerwyn yang tadi nya sangat fokus ke Vano tidak sadar kalau istri nya datang.
"Gerwyn lihat istri Loe datang," ucap Bibi. Gerwyn menoleh ke arah mamah dan juga istri nya.
"Nanti saja kita lanjutkan." ucap Gerwyn. Vano menganguk dia langsung menyudahi penjelasan nya. Sophia mendekati Gerwyn dan memeluk nya.
"Kenapa kamu baru datang? Saya sangat merindukan kamu, saya juga mengkhawatirkan kamu." ucap Gerwyn.
"Aku istirahat di rumah mas." ucap Sophia.
__ADS_1