Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia marah pada Ano karena dia cemburu.


__ADS_3

Ano ternyata sedang main robot-robot nya. "Ano kenapa tidak turun untuk makan malam?" tanya Sophia sambil duduk di dekat Ano.


"Aku tidak mau makan kalau tidak ada kak Gerwyn!" ucap Ano. "Loh kok gitu?" tanya Sophia. "Aku mau sama kak Gerwyn saja, mbak gak sayang lagi sama aku." ucap Ano.


"Jangan ngomong gitu dong dek, nanti mbak sedih loh, mbak paling sayang sama Ano." ucap Sophia. Ano diam.


"Ayo makan malam dulu yok, nanti kalau kamu tidak makan sakit terus gak bisa sekolah deh." ucap Sophia.


"Biarin aja aku sakit, mbak juga gak perduli." ucap Ano. Sophia Menghela nafas panjang.


Dia melihat Ano yang sibuk dengan mainan nya.


"Kamu minta mainan lagi sama kak Gerwyn?" tanya Sophia. Ano tidak menjawab.


"Sudah berapa kali mbak bilang jangan minta mainan yang mahal pada kak Gerwyn." ucap Sophia marah. "Tapi ini sangat bagus Mbak, aku sudah lama menginginkan ini." ucap Ano.


Tiba-tiba Sophia mengambil semua mainan itu memasukkan ke kotak nya kembali. "Mulai dari sekarang kamu tidak boleh minta mainan lagi sama kak Gerwyn, tidak ada manfaatnya Ano, kamu harus tau siapa kita di sini." ucap Sophia.


"Mbak itu mainan aku, kembali kan." ucap Ano.


"Mbak gak mau, karena kamu asik main kamu tidak menjawab mbak sama sekali, kamu tidak makan dan juga tidak belajar, lihat Al-Qur'an kamu sama sekali tidak ada kamu buka!" ucap Sophia.


"Pokoknya mbak gak mau tau kamu turun ke bawah makan, jangan main terus!" ucap Sophia.


"Aku gak mau, aku benci mbak Sophia! Aku gak mau!" ucap Ano marah langsung naik ke kasur nya dan menutupi tubuh nya dengan selimut sambil menangis.


Sophia menyimpan semua mainan itu. Dan keluar. Tidak terasa hari semakin larut malam. Sophia masih sibuk dengan pelajaran nya.

__ADS_1


Tiba-tiba Gerwyn masuk ke dalam. "Apa yang kamu lakukan pada Ano?" tanya Gerwyn. Sophia menoleh ke arah Gerwyn.


Dia melihat penampilan Gerwyn yang sangat berantakan sekali.


"Akhirnya pulang juga. Bagaimana pesta nya malam ini seru kan?" ucap Sophia. Gerwyn menatap heran pada Sophia.


"Kamu kenapa?" tanya Gerwyn. "Aku gak kenapa-napa." ucap Sophia.


"Lalu ada Apa dengan Ano? Kenapa dia menangis?" tanya Gerwyn. "Aku memarahi nya dan mengambil semua mainan nya, dia sama sekali tidak belajar dan tidak mau makan karena itu." ucap Sophia.


Gerwyn menatap Sophia.


"Apa yang kamu lakukan? Dia hanya bermain apa itu salah?" tanya Gerwyn berusaha berbicara dengan pelan.


"Jadi menurut mas itu gak salah? Ini semua karena mas memanjakan dia, dia jadi tidak tau asal usul nya dari mana, dia di sini status nya apa, dan dia tidak menyadari kalau aku lah yang menanggung semua nya." ucap Sophia.


"Mas tidak perlu ikut campur. Aku tau cara mendidik nya dengan benar." ucap Sophia.


"Dia bermain hanya di malam hari kan? Kamu melihat nya bermain saat malam kan? Apa kamu pernah melihat pelajaran nya, kamu bertanya kegiatan nya bagaimana? Apa saja yang terjadi, kemauan nya apa?" ucap Gerwyn.


"Kamu tidak pernah melakukan itu, setelah kamu melakukan itu baru kamu Sadar kalau Ano adalah anak yang baik, Bukan dia yang meminta mainan mahal itu justru saya yang membeli nya untuk penambah semangat dia, semua barang-barang yang kamu beli untuk nya hanya untuk di pakai sebentar saja." ucap Gerwyn.


"Kamu membeli yang tidak di perlukan oleh dia, kamu membeli nya sepatu yang sama sekali tidak jaman nya dan tidak cocok untuk nya, apa kamu tau dia di ejek satu kelas karena memakai sepatu yang tidak bagus." ucap Gerwyn.


"Bukan nya Saya tidak memberikan uang banyak pada kamu, saya selalu memberikan uang untuk kamu, namun kamu sama sekali tidak menggunakan nya." ucap Gerwyn.


Sophia jadi terdiam. Dia baru sadar kalau ternyata Adik nya bukan lah di sekolah biasa, dia harus mengimbangi semua teman-teman nya agar tidak mendapatkan cacian.

__ADS_1


"Ano juga cerita kalau semua teman-teman nya di jemput oleh ayah, ibu dan juga saudara mereka, sementara dia harus menunggu cukup lama di sana baru supir datang karena dia harus mengerjakan kerjaan lain." ucap Gerwyn.


"Aku hanya tidak ingin dia terlalu manja, aku tidak ingin dia merepotkan mas, aku juga tidak mau terus membebani." ucap Sophia.


Gerwyn menatap Sophia.


"Kamu tidak perlu memarahi nya! Kamu jangan memaksa nya melakukan sesuatu kalau dia tidak mau, apa kamu tidak sadar kalau dia trauma, kamu saudara yang tidak paham dengan Adik mu sendiri." ucap Gerwyn.


"Sudah lah aku tidak mau membahas nya. Aku sudah masak makan malam, apa mas mau makan?" tanya Sophia.


"Tidak perlu! Saya tidak lapar." ucap Gerwyn. Dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Tiara melihat Gerwyn masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa aku salah? Kenapa aku merasa yang di lakukan mas Gerwyn itu tidak baik untuk Ano, aku hanya takut Ano kebiasaan dan di saat aku sudah tidak sanggup lagi mana mungkin aku bisa menuruti keinginan Ano." batin Sophia.


Sophia tidak fokus belajar dia pun melipat buku-buku nya dan menyimpan semua nya, setelah itu dia tidur. Tidak beberapa lama Gerwyn keluar dari kamar mandi. Dia naik ke kasur namun langsung membelakangi Sophia.


"Aku tidak bisa mengontrol emosi ku hari ini hanya karena melihat mas Gerwyn bisa bersama wanita lain. Mereka terlihat sangat dekat. Aku melampiaskan nya pada Ano." batin Sophia dia melihat punggung gerwyn.


"Huff sudah lah, aku tidak boleh melupakan kalau mas Gerwyn bukan orang yang seperti biasa nya, dia bisa bersama wanita lain Tampa cinta, bahkan aku bisa menebak kalau dia tidak pernah mencintai orang lain selain Mbak Okta." batin Sophia.


Sophia tidak bisa tidur dia pun keluar dari kamar itu, dia berjalan-jalan di lantai satu sambil melihat ke bawah..


"Huff aku sangat merindukan Ibu, aku merindukan ayah. Di mana keberadaan mu sekarang Ayah? Apa kamu benar-benar sudah meninggal dunia?" ucap Sophia.


"Ibu aku tidak tidak bisa menepati janji ku untuk tidak pernah memarahi Ano, namun dari dulu aku selalu menjadi kan Ano pelampiasan ku ketika aku lelah, ketika aku sedih ketika aku merasa marah, aku menjadi kan nya pelampiasan. Aku tidak bisa sabar menghadapi sifat nya, sehingga Sekarang dia tidak terbuka pada ku." ucap Sophia Air mata nya mulai keluar.


"Dia tidak lagi memercayai aku untuk tempat curhat nya, ini semua karena aku." ucap Sophia. Dia mengingat saat mau ke kamar Ano tidak sengaja mendengar Ano menjelaskan sesuatu pada Gerwyn, tiap curhat mereka selalu bersama.

__ADS_1


__ADS_2