Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Masih tetap Bucin


__ADS_3

"Yang sabar yah Tante. Tante pasti Akan sembuh dan Sehat lagi." ucap Enjel.


"Mustahil untuk Tante bisa berjalan lagi nak, Dulu dokter bilang ini akan sembuh namun tidak beberapa lama di nyatakan lumpuh selama nya." ucap Buk Tari.


Enjel memeluk buk Tari begitu erat.


Sophia bisa merasakan kalau Enjel sangat menyanyangi Bu Tari.


Sophia sengaja mengambil Video Enjel dan mengirim kan nya pada Hena.


Hena yang baru saja selesai Makan di suapin oleh Om Davit melihat ponsel nya yang hidup. Dia melihat pesan dari Sophia.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat kaget seperti itu?" tanya Om Davit. Hena menggeleng kan kepala nya dia langsung mematikan ponsel nya.


"Tidak apa-apa kok." ucap Hena. "dapat pesan dari siapa? Wajah kamu seketika langsung berubah panik seperti itu." tanya Om Davit.


Hena diam saja.


"Oh iya om, apa om tidak takut kalau suatu saat nanti istri Om tau hubungan kita?" tanya Hena. Om Davit Menggeleng kan kepala nya.


Hena diam.


"Apa tidak sebaiknya kita berpisah saja Om? Aku rasa Aku hanya merepotkan Om saja. Aku menjadi beban Sama Om." ucap Hena.


"Huss berbicara apa kamu. Om tidak Akan mau berpisah dengan kamu." ucap Om Davit.


"Tapi aku tidak mau karena aku hubungan Om dengan keluarga om berantakan." ucap Hena.


Om Davit diam.


"Sudah lah jangan di bahas lagi, yang penting kamu Sehat dulu." ucap Om Davit.


Hena membahas itu membuat nya semakin pusing akhirnya dia pun diam tidak membahas lagi.


Sophia dan Enjel baru saja sampai di rumah. Sophia merasa tidak ada kegiatan di rumah dia pun menjemput Ano ke sekolah nya.


Namun setelah sampai di rumah sana dia mendapat pesan dari suami nya kalau dia akan pulang malam.


Sophia sama sekali tidak mempermasalahkan. Dia mempunyai waktu untuk melihat Hena di Rumah sakit.

__ADS_1


"Vano kamu sudah Makan siang?" tanya Gerwyn pada Vano yang kebetulan lewat di depan nya.


"Belum Pak." jawab Vano.


"Ayo Makan siang dengan saya." ajak Gerwyn. "Tapi biasanya bapak makan bekal dari rumah." ucap Vano heran.."Sudah habis, istri saya membuat nya sangat sedikit sehingga saya tidak kenyang. Ayo makan siang." ajak Gerwyn merangkul pundak Sekretaris nya itu.


Setelah meninggal perusahaan Vano melihat Mobil nona Lisa datang. Dia seakan mengerti kenapa Gerwyn memilih makan di luar.


"Saya menghindari Lisa. Saya sedikit tidak nyaman saat bersama nya." ucap Gerwyn.


"Itu adalah hal biasa Pak, saya paham." ucap Vano.


"Saya memerhatikan Seharian kamu tidak tersenyum, bahkan tidak bercanda dengan teman-teman kamu, apa ada masalah lagi?" tanya Gerwyn.


"Seperti yang bapak tau, Masalah yang selalu membuat saya seperti ini hanya lah tentang nasib keluarga saya.' ucap Vano.


"Huff saya sudah Bosan mendengar nya, saya juga sudah bosan melihat wajah kamu yang seperti ini." ucap Gerwyn..Vano tersenyum tidak enak.


"Saya meminta Sophia ikut pada Enjel ke rumah orang tua kamu. saya sengaja agar sedikit membantu." ucap Gerwyn.."Terimakasih banyak bapak sudah mau membantu saya. Tapi seperti nya tidak mungkin Pak. Mungkin semua nya akan berakhir karena Enjel sudah tau semua nya." ucap Vano.


"Apa maksud kamu Enjel akan memberi tahu Mamah kamu?" tanya Gerwyn. Vano mengangguk.


Mereka pun sampai di Restoran dan memesan menu makanan yang mereka mau. Sementara Nona Lisa sedang menunggu di lobby.


"Permisi Nona Lisa. Pak Gerwyn sedang Makan Siang di luar. Beliau juga Bilang setelah selesai Makan siang dia akan rapat dengan beberapa rekan nya dari luar kota." ucap Staf.


"Baiklah katakan pada nya kalau saya akan menunggu di sini sampai dia datang." ucap Nona Lisa.


"Lebih baik Nona Lisa membuat janji dengan pak Gerwyn, menunggu lama di sini Akan membuat nona Lisa jenuh." ucap staf.


"Huff kamu benar juga, baiklah kalau begitu saya akan menghubungi nya nanti. Saya permisi." ucap Nina Lisa.


"Bagaimana dia sudah pergi?" tanya Gerwyn menelpon Staf.


"Sudah Pak." jawab Staf.


"Baiklah. Terimakasih." ucap Gerwyn.


"Ayo Vano kita kembali ke kantor. Saya takut orang-orang akan menunggu kita." ucap Gerwyn. Mereka segera keluar dari restoran itu setelah membayar.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. Mereka masuk sambil berbicara sangat fokus sehingga tidak sadar ternyata Nona Lisa duduk di sana.


"Apa dia membohongi ku? Tapi kenapa dia menghindari ku? Aku sama sekali tidak mengganggu nya, tapi ya sudahlah aku akan membuat janji terlebih dahulu, tapi aku ingin bertanya tentang rencana dia untuk mengajak ku berkunjung menemui Mamah nya." ucap Nona Lisa.


"Humm sudah lah mungkin dia sangat sibuk." ucap Nona Lisa. Dia pun meninggalkan Perusahaan Gerwyn karena tidak ingin mengangguk Gerwyn juga.


Di malam hari nya...


"Kamu pulang nak?" tanya Mamahnya yang menonton di ruang tamu sama Enjel.


"Iyah Mah. Di kantor sungguh banyak kerjaan seperti biasa." ucap Gerwyn. "Oohh ya udah kamu istirahat gih." ucap Mamah nya. Gerwyn Mengangguk.


"Enjel boleh berbicara sebentar?" tanya Gerwyn. Enjel mengangguk dia mengikuti Gerwyn ke atas.


"Bagaimana pertemuan kamu dengan mamah nya Vano?" tanya Gerwyn. "Semua nya baik-baik saja, keadaan nya semakin buruk kelihatan nya dia sangat sedih, aku sangat kasihan melihat nya, dia curhat Tampa henti." ucap Enjel.


Gerwyn Terdiam.


"Oh iya tadi aku sama Sophia ada konflik di jalanan, aku sedikit emosi pada nya karena Hena." ucap Enjel.


Gerwyn menatap Enjel.


"Kamu menyalah kan istri Om? Kamu harus siap-siap mendapatkan hukuman." ucap Gerwyn.


"Aku minta maaf Om. Om tau sendiri aku sangat sayang pada Mamah nya Vano." ucap Enjel. "Kamu jangan membawa-bawa istri saya, saya saja tidak pernah menyalah kan dia atau membahas itu pada nya secara berlebihan karena dia tidak tau apa-apa." ucap Gerwyn.


"Aku sangat menyesal, dari situ Sophia hanya diam saja, Aku tidak enak. Tolong ucap kan pada nya permintaan maafku." ucap Enjel. Gerwyn menghormati nafas panjang.


"Kamu sungguh sangat berani sekali." ucap Gerwyn, dia mau marah namun itu adalah keluarga nya, akhirnya dia pun memilih untuk diam saja dan masuk ke dalam kamar.


Dia masuk mengucapkan salam dan melihat istrinya yang tengkurap di kasur sambil membaca buku.


Melihat suaminya pulang dia tersenyum dan langsung beranjak dari kasur.


"Mas Gerwyn sudah pulang?" ucap Sophia menyalim tangan suami nya dan memeluk. Gerwyn mencium kening Sophia.


"Aku sangat merindukan mas.' ucap Sophia.


Dengan manja dia terus memeluk suaminya.

__ADS_1


__ADS_2