Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Pertengkaran Vano dengan Ibunya Hena


__ADS_3

"Ini ponsel untuk kamu pakai belajar, untuk hiburan dan juga untuk nelpon sama teman-teman atau keluarga kamu." ucap buk Linda.


Ano membuka nya. "Wahh Bagus banget." ucap Ano.


Namun tiba-tiba Ano terdiam lagi. Buk Linda yang melihat nya Heran.


"Loh kenapa? Kamu gak suka bentuk nya? Ini sudah ponsel yang paling bagus." ucap Buk Linda. "Bukan buk, aku takut mbak Sophia marah." ucap Ano.


"Kok marah? Emangnya kenapa?" tanya buk Linda.


"Ini pasti sangat mahal, kalau mbak Sophia tau dia pasti marah sama ku." ucap Ano.


"Ssstt jangan khawatir, nanti ibu yang bicara pada nya, Kamu jangan pikir kan itu." ucap buk Linda, Ano pun mengangguk.


Tidak beberapa lama Gerwyn Selesai mencuci pakaian nya.


"Siap siap?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk dia Duduk di samping Sophia.


"Kamu lah baca buku apa ?" tanya Gerwyn.


"Nih lagi baca mata pelajaran yang sebelumnya. Aku terkadang lupa ingat." ucap Sophia.


"Pantesan saja di sekolah kamu selalu juara dan di kenal pintar, kamu sangat rajin belajar." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Kamu mau makan sesuatu gak? kita bisa memesan nya lewat online." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Aku Hanya ingin Masak makan malam, namun paha ku Masih sangat sakit." ucap Sophia memasang wajah lesu.


"Saya sudah memesan Obat nya pada Vano, tapi dia belum bisa langsung ke sini karena tiba-tiba bertemu mamah nya di luar." ucap Gerwyn.


"Vano? Mas meminta Vano membeli nya?" ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Tidak ada yang salah kan?" ucap Gerwyn. Sophia Menghela nafas panjang.


"Aku yang malu kalau seperti ini mas." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum. "Vano sudah seperti badan saya yang kedua, jadi dia tau apa saja yang saya lakukan, lagian obat itu dia tidak akan mengerti untuk apa gunanya." ucap Gerwyn.


Sophia hanya bisa diam. "Kamu gak tidur siang? saya akan memasang sprei yang baru." ucap Gerwyn. Sophia melihat Gerwyn memasang Sprei namun tak kunjung biasa, Sophia senyum-senyum sendiri melihat nya.


"Seorang bapak CEO memasang Sprei saja tidak bisa , Humm." ucap Sophia. Gerwyn diam ketika melihat Sophia Membuat nya dengan mudah.

__ADS_1


"Kok gampang banget?" tanya Gerwyn, Sophia senyum. dia mendekati Gerwyn.


"Mas hanya bisa nya marah-marah, cari uang yang banyak dan tidur." ucap Sophia. Gerwyn seketika gemes dengan Sophia dia menahan Sophia mengangkat nya ke kasur.


"Aaaa Ampun mas, aku tidak mau melakukan nya lagi." ucap Sophia. Gerwyn menggelitik badan istri nya sampai istri nya lemas karena tertawa.


Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Gerwyn menatap wajah Sophia yang tersenyum.


"Berjanji lah Akan selalu mencintai saya." ucap Gerwyn.


"aku janji." ucap Sophia, Gerwyn tersenyum dia mencium kening Sophia.


"Aku mau tidur siang," ucap Sophia mengawas kan Gerwyn dari Atas nya. Gerwyn pun ikut berbaring dan memeluk Sophia dari belakang.


Di tempat lain Hena sedang jalan-jalan bersama ibu dan ayah nya.


Mereka masuk ke sebuah Restoran yang cukup ramai. Namun tidak sengaja saat masuk ke dalam Hena menabrak wanita.


"Maaf-maaf Mbak, saya tidak sengaja, saya buru-buru." ucap wanita yang berseragam seperti pengasuh.


Hena melihat ke arah mana wanita itu pergi. wanita itu menyusul ibu-ibu yang duduk di kursi roda yang duduk juga di restoran itu.


Vano sedang menyuapi Ibu nya. Ibu nya terlihat sangat senang di perlakukan dengan baik oleh Vano..


"Hena! Kamu lihatin apa nak? Ayo buruan di pesan, Ibu gak paham." ucap Ibu Nya. Hena langsung memesan, kebetulan Meja Mereka berdekatan dengan Vano.


Namun sepertinya Vano belum menyadari kalau Ada Hena di sana. Hena tidak berhenti memerhatikan mereka.


"Oohh ternyata itu Ibu nya." batin Hena.


"Sus tolong Ambil tisu bersih kan mulut Mamah." ucap Vano.


tidak beberapa lama akhirnya Selesai.


"Kamu mau kemana nak? Kita baru saja selesai Makan." ucap mamah Vano.


"Ada barang yang harus aku antar ke bos KU Mah, nanti kalau sudah selesai aku akan pulang ke rumah. Sus tolong bawa Mamah pulang." ucap Vano.


"Tapi nak, Mamah gak yakin kamu pulang. Ini mau sama kamu." ucap mamah nya. Vano Menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Mah aku lagi kerja mah." ucap Vano.


"Tapi nak, Mamah sangat kesepian di rumah, tidak ada siapa-siapa di rumah selain Bibik dan juga Suster, Papah kamu belum juga pulang, Mamah mau tinggal sama kamu saja." ucap Mamah Vano.


"Mamah tidak akan betah tinggal di apartemen ku, sempit, berantakan dan sangat jauh." ucap Vano.


"Gak apa-apa nak, yang penting Mamah ketemu kamu, kalau kamu gak mau mamah juga mau kok di anterin ke rumah kakak kamu." ucap mamah nya lagi.


"Lebih baik Mamah di rumah Mamah sendiri, Mamah tau kalau istri kakak tidak suka sama mamah. Jangan membuat perkelahian dia antara anak-anak Mamah." ucap Vano.


Mamah nya seketika terdiam.


"Buk! Buk, mau kemana?" tanya Hena karena melihat Ibu nya beranjak.


"Hei nak jangan berbicara seperti itu pada ibu mu sendiri, dia sudah membesar kan mu, karena dia cacat kalian tidak mau mengurus Nya." ucap ibu Hena.


Vano menatap ibu itu.


"Udah buk, itu bukan urusan kita." ucap Hena.


"Ibu tidak bisa membiarkan Anak yang tega pada orang tua nya." ucap ibu Hena lagi.


Vano melihat Hena, dia menatap Hena dengan tatapan penuh benci.


"Ibu tidak apa-apa? Kalau mereka tidak mau mengurus ibu biarkan saja buk, mereka akan tau akibat nya nanti." ucap ibu Hena pada Mamah nya Vano.


"Saya baik-baik saja Buk, Saya memang sangat sering menyusahkan anak-anak saya, bahkan saya sama sekali tidak berguna sehingga suami saya tidak perduli pada saya lagi." ucap Mamah Vano.


"Lebih baik ibu jangan ikut campur urusan orang lain, urus saja anak ibu sendiri." ucap Vano.


"Kenapa dengan anak saya? Dia anak yang baik, dia bisa membahagiakan orang tua nya." ucap ibu Hena.


"Ibu belum tau kelakuan anak ibu sebenarnya kan? Mungkin dia lebih buruk dari pada saya." ucap Vano.


"Sudah Vano, tidak baik seperti itu." ucap Mamah nya.


"Kamu sungguh anak yang tidak Sopan, kamu Sama sekali tidak mengenal anak saya dengan mudah nya mengatakan Anak saya kelakuan nya buruk." ucap ibu Hena.


"Kami minta maaf buk, saya akan membawa ibu saya keluar." ucap Hena langsung membawa Ibu nya keluar.

__ADS_1


__ADS_2