
Keesokan harinya seperti biasa Ano dan Gerwyn pergi ke tujuan masing-masing. Namun Gerwyn tidak pagi sekali berangkat nya.
Sophia sedang mencari baju ke kantor untuk suami nya.
Tidak beberapa lama suaminya Keluar dari kamar mandi.
"Sophia, Ambil ini!" ucap Gerwyn. memberikan kartu pada nya.
"Untuk apa Ini mas?" tanya Sophia.
"Untuk kamu pakai, gunakan sesuai kebutuhan kamu, Jangan menganggap ini adalah bayaran tapi ini adalah kewajiban saya sebagai seorang suami." ucap Gerwyn.
Sophia mengambil nya sambil tersenyum. "Makasih yah, aku pasti menggunakan nya sebaik mungkin." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.
"Oh iya Pin nya tanggal nikah kita." ucap Gerwyn.
"Tanggal nikah. Apa mas mengingat nya?" tanya Sophia.
"Sebenarnya sudah lupa tanggal nya, Tapi saya melihat nya di buku nikah." ucap Gerwyn. Sophia seketika tersenyum.
"Kalau kamu ingat?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Aku waktu itu tidak memikirkan itu lagi. Tapi aku akan mengingat nya mulai dari sekarang." ucap Sophia. Gerwyn mengelus kepala Sophia.
"Ya udah buruan pakai baju, nanti Masuk angin." ucap Sophia. "Kamu gak mau lihat Roti sobek milik suami kamu ini?" tanya Gerwyn.
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Sudah lah kak, jangan menggoda ku Sekarang cepat berangkat." ucap Sophia.
Gerwyn mengangguk dia memasang pakaian nya dan segera keluar menyusul istri nya.
"Sudah siap?" Gerwyn mengangguk ketika Sophia Bertanya.
"Ya udah hati-hati yah." ucap Sophia.
Gerwyn mencium kening Sophia langsung pergi.
Sophia melambaikan tangan nya ke arah mobil Gerwyn.
"Non." panggil Bibik.
"Ih Bibik bikin terkejut saja, ada apa?" tanya Sophia.
__ADS_1
"Saya seumur-umur bekerja di sini baru melihat versi Pak Gerwyn yang sekarang. kalau melihat pak Gerwyn tersenyum seperti itu membuat saya semakin tenang dan betah." ucap Bibik.
Sophia tersenyum.
"Alhamdulillah kalau mas Gerwyn mau berubah menjadi lebih lembut dan baik. Saya orang yang paling bahagia." ucap Sophia.
"Humm sangat beruntung pak Gerwyn mendapatkan non Sophia." ucap Bibik.
"Ah Bibik bisa saja, justru saya yang beruntung. Ya sudah Bibik istirahat saja, saya mau belajar di kamar." ucap Sophia. Bibik mengangguk.
"Kalau seperti ini keinginan Buk Linda pasti sangat cepat terkabul mendapatkan cucu." ucap Bibik sambil tersenyum bahagia.
Dia pun melanjutkan pekerjaannya sementara Sophia ke kamar dia merapikan kamar terlebih dahulu setelah itu mengeluarkan buku yang akan di pelajari nya nanti, persiapan Untuk ujian bulan depan.
Sophia ingin lulus dengan nilai yang baik, sebenarnya dia sangat kecewa mengetahui nilai magang nya ternyata di bantu oleh Frans dan juga semua teman-teman nya, hanya beberapa saja yang mungkin nilai nya benar-benar bagus dari atasan.
"Assalamualaikum Ibu!" salam Hena.
"Walaikumsalam Hena! Kenapa kamu baru pulang Hen? ibu sangat khawatir." ucap Ibu nya.
"Maaf buk, aku lupa ngabarin aku kalau aku tidur di tempat kerja Tiap hari nya, di pagi hari aku baru bisa pulang." ucap Hena.
"Ya ampun nak, maafin Ibu yah tidak bisa memberikan kamu uang yang cukup. Yang ada ibu yang minta sama kamu." ucap Ibu nya.
"Sudah buk Jangan di bahas lagi, Ibu sama Ayah dan adik-adik sudah makan?" tanya Hena.
"Udah juga kok Buk. Ya udah kalau begitu Ku mandi sebentar agar lebih segar." ucap Hena.
"Eh tunggu Dulu nak, leher kamu kenapa?"
Seketika Hena langsung memasang wajah panik dan menutup nya bisa-bisa nya dia lupa kalau ada tanda merah di leher nya.
"Oohh ini di gigit nyamuk buk, di tempat kerja banyak nyamuk, badan ku juga merah-merah sekarang." ucap Hena.
"Oohh begitu, ya udah kamu pergi mandi gih, biar ibu kasih Obat." ucap Ibu nya.
Hena mengangguk dia langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya.
"Huff sampai kapan sih aku bekerja di Club itu? Mami ada-ada aja permintaan nya, aku mau keluar dia malah bilang satu Minggu lagi." batin Hena.
Dia pun langsung mandi. Setelah selesai mandi dia menelpon Sophia. Sophia yang sangat fokus membaca buku mengabaikan telepon nya.
Namun Hena tidak mau menyerah dia pun terus menelpon tampa henti sampai Sophia menjawab.
__ADS_1
"Ya ampun Hena, tidak henti-hentinya mengganggu ku!" ucap Sophia dia pun menjawab nya.
"Ada apa Hena? Aku sedang belajar." ucap Sophia.
"Aku ingin kamu sekarang ke sini, aku gak mau tau pokoknya harus ke sini." ucap Hena.
"Baiklah-baiklah, aku akan kesana sekarang." ucap Sophia. Dia pun segera ke rumah teman nya itu, namun sebelum ke sana dia membeli buah-buahan dan juga makanan lain untuk Ibu nya Hena.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Wah rumah Hena yang di beli oleh Om Davit besar juga yah " batin Sophia.
"Akhirnya kamu datang juga Sophia, ayo masuk, ibu sama ayah nungguin di dalam." ajak Hena.
"Kamu yakin gak apa-apa kalau Ibu mu tau kamu tinggal di rumah ini?" tanya Sophia.
"mereka tidak tau, mereka tau ini adalah rumah teman ku." ucap Hena, Sophia Menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan Teman nya itu.
"Sophia! kamu di sini juga?" ibu Hena menyambut Sophia. Mereka sudah lama kenal namun tetap saja Sophia sedikit canggung.
"Iyah buk, apa kabar ibu sama bapak?" tanya Sophia.
"Alhamdulillah baik, kamu semakin cantik saja Yah." ucap Ibu Hena.
"Terimakasih buk, ini ada sedikit makanan untuk adik-adik." ucap Sophia. "Kalau boleh tau Sophia tinggal di mana? Kenapa tidak tinggal dengan Hena saja? Di sini gratis jadi kamu tidak perlu mengeluarkan biaya lagi." ucap Ibu Hena.
"Mana level lagi Sophia tinggal di rumah seperti ini, rumah nya jauh lebih mewah." batin Hena.
"Gak apa-apa kok buk, aku hanya tidak ingin merepotkan Hena kok." ucap Sophia.
"Kalian sudah lama kenal, jadi tidak ada salah nya." ucap Ibu Hena lagi.
"Sophia juga bekerja Buk, jadi jauh dari sini itu sebab nya dia tidak bersama ku." ucap Hena.
"Oohh begitu. Semoga rejeki kamu lancar Terus yah Nak." ucap Ibu Hena.
"Oh iya adik kamu mana? kenapa Tidak kamu bawa?" tanya Ibu Hena lagi. "Dia sedang sekolah Buk." ucap Sophia. "Oohh bagus lah, semoga saja kamu Sama Adik kamu sukses dan harus tetap bersama yah." ucap ibu Hena. Sophia tersenyum sambil mengangguk.
"Kalian berbicara lah, ibu mau mengupas buah nya dulu."
Sophia mengangguk.
"Bapak belum mandi, bapak mau mandi dulu." ucap Ayah Hena. Hena dan Sophia tinggal di ruang tamu.
__ADS_1
"Ada apa kamu mendadak meminta aku ke sini?" tanya Sophia.
"Aku sudah meminta ijin untuk keluar dari Club itu pada mami, dia malah bilang tunggu satu Minggu lagi, bagaimana ini? Aku tidak mungkin seperti ini terus sementara ibu ku di sini." ucap Hena