
Gerwyn menepuk sofa yang di Samping nya mengode agar istri nya duduk di sana juga.
Sophia melihat kiri kanan berharap Bibik tidak melihat nya. Sophia langsung pindah dia duduk di samping Gerwyn.
"Humm aku menukar pakaian sebentar." ucap Sophia karena kurang nyaman. Gerwyn juga tidak bisa menahan melihat kulit Sophia yang mulus.
Setelah itu Sophia kembali.
"Bagaimana keputusan kamu tentang hubungan kita?'" tanya Gerwyn. Sophia menatap Gerwyn.
"Apakah masih harus aku jawab, mas sudah melihat aku duduk di sini dan menunggu mas selama berminggu-minggu?" ucap Sophia.
Gerwyn menatap Sophia.
"Saya mencintai kamu." ucap Gerwyn memegang tangan Sophia. Sophia tersenyum malu-malu, dia menatap wajah suaminya.
"Aku juga mencintai mas." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum dia jadi senyum-senyum malu. Begitu juga dengan Sophia.
"Ayo kita mulai dari sekarang semua nya." ucap Gerwyn, Sophia tersenyum sambil mengangguk.
Gerwyn berbaring di paha Sophia. Sophia mengelus kepala Gerwyn.
"Bagaimana keadaan Tante Linda, mas tinggalkan?" tanya Sophia. "Mamah sudah baikan kok, kamu jangan khawatir." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Kamu sedang apa tadi?" tanya Gerwyn.
"Aku.. Aku sedang membaca buku di kamar Ano." ucap Sophia. "Oohhh." ucap Gerwyn.
Baru saja mereka diam, Sophia mau berbicara lagi namun sadar kalau suami nya sudah tidur.
"Seperti nya dia kelelahan." batin Sophia. dia pun meletakkan bantal agar dia bisa kembali melanjutkan lukisan nya.
Tidak beberapa lama Ano pulang. Sophia bergegas lari keluar.
"Makasih yah sudah nganterin Ano. Lebih baik kakak langsung pulang, pak Gerwyn sudah pulang, aku tidak enak." ucap Sophia.
"Tapi saya mau melihat lukisan yang kamu buat." ucap Frans. "Nanti aku akan mengabari kakak kalau sudah selesai sekarang kakak pulang yah, ucap Sophia. Akhirnya Frans pun pergi.
__ADS_1
"Kenapa sih mbak gak jujur saja kalau mbak sudah menikah? Kan kasihan kalau Om Frans beneran suka sama Mbak." ucap Ano.
"Huff kamu tidak mengerti dek, ayo buruan masuk, kamu tidak merindukan kak Gerwyn?" ucap Sophia. Ano langsung berlari ke dalam..
"Kak Gerwyn! Kak." ucap Ano. Gerwyn yang tadi nya Masih tidur di sofa kaget gara-gara suara Ano.
"Kakak di sini, kamu sudah pulang?" ucap Gerwyn. Ano berlari ke ruang tamu dan memeluk Ipar nya itu.
"Kenapa kakak pulang tidak mengabari kami? Aku seharusnya tidak perlu ke sekolah dan menunggu kakak." ucap Ano.
"Gak sekolah nanti bodoh dong, lagian kakak tetap di sini kok nungguin Ano pulang." ucap Gerwyn. Ano duduk di pangkuan kak Gerwyn.
"Bagaimana selama kakak gak di sini, mbak Sophia pergi sama cowok gak?" tanya Gerwyn. Ano menolak ke arah Sophia.
"Humm pergi nya cuma sama Om Frans, tapi aku ikut kok kak, jadi aku bisa memantau nya." ucap Ano. Seketika Sophia geregetan pada adiknya.
"Aduh Ano kenapa pakai di bilang segala sih." batin Sophia dia sudah sangat khawatir di marahi oleh Gerwyn.
"Selain om Frans ada gak?" tanya Gerwyn.
"Gak tau Om, kan mbak Sophia cantik pasti banyak cowok yang deketin." ucap Ano, Ano juga sengaja membuat Gerwyn panas.
"Baik Kak, Tapi jangan marah-marah sama mbak Sophia yah." ucap Ano. Gerwyn mengangguk, Ano pun pergi ke kamar nya.
"Aku juga mau tidur siang mas, aku ke kamar dulu." ucap Sophia langsung pergi begitu saja.
"Huff untung aja aku bisa Lolos." ucap nya setelah sampai di kamar, namun tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Gerwyn masuk. Dia menutup pintu menatap Sophia langsung tersenyum.
Sophia sudah sangat takut dia tidak tau apa yang akan terjadi.
"Jangan Salah paham dulu mas, aku hanya berteman baik dengan dia." ucap Sophia membela diri, namun tiba-tiba Gerwyn mendorong Sophia tidur di kasur. Sophia sangat takut sehingga menutupi wajahnya.
"Jangan hukum aku mas, aku minta maaf, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Frans." ucap Sophia.
Gerwyn menghela nafas panjang.
Dia membuka tangan Sophia dari wajah nya.
__ADS_1
"Saya tidak tau harus melakukan apa sama kamu, saya tidak suka pasangan saya pergi dengan pria lain, namun saya tidak bisa memungkiri pergaulan kamu." ucap Gerwyn meletakkan kepalanya di dada kiri Sophia.
"Saya selalu melihat kamu di anterin oleh pria itu, saya juga melihat kalian pergi bersama, saya sangat cemburu." ucap Gerwyn. Sophia kaget dengan kata-kata Gerwyn.
Dia lupa kalau ternyata suami nya bukan orang sembarangan yang mempunyai dua mata ternyata suami nya saja yang jauh namun dia bisa tau apa yang di lakukan istri nya.
"Saya tidak bisa menahan diri, saya memaksakan untuk pulang hari ini, karena semakin ke sini kalian semakin sering bertemu." ucap Gerwyn.
"A-aku minta maaf, aku tidak berniat sama sekali untuk menghianati mas, tapi aku bingung menjelaskan nya bagaimana." ucap Sophia.
Gerwyn berbaring di samping Sophia. "Kamu adalah milik Saya, tidak ada yang bisa mendekati kamu atau berusaha mengambil kamu dari saya." ucap Gerwyn memegang wajah Sophia.
Sophia duduk di samping Gerwyn menatap wajah suaminya yang pusing dengan pikiran nya sendiri.
"Kita memang baru saja mengungkapkan perasaan, tapi aku akan berusaha untuk selalu yakin dan semakin mencintai mas." ucap Sophia.
Gerwyn merentangkan kedua tangannya dia meminta agar di peluk. "Karena saya sadar kamu belum mencintai saya sepenuhnya membuat saya takut." ucap Gerwyn.
Sophia memeluk suaminya sambil tersenyum.
Dia mencium bibir Gerwyn.
"Aku sudah yakin kalau aku akan memperjuangkan pernikahan kita?" ucap Sophia. "Kamu serius?" tanya Gerwyn, Sophia mengangguk.
"Beberapa detik saya akan mencium bibir kamu, kamu bisa menghindarinya kalau tidak mau." ucap Gerwyn. Namun Sophia hanya tersenyum Gerwyn langsung ******* bibir Sophia dengan ganas.
Mereka melakukan ciuman yang sangat ganas di kasur, namun tiba-tiba Pintu kamar ada yang mengetuk.
"Aaaaa siapa pun yang berani menganggu akan di berikan hukuman." ucap Gerwyn kesal sambil membuka pintu.
Sophia bersandar ke sandaran Kasur sambil tersenyum.
"Siapa?" tanya Gerwyn dengan kuat, namun setelah melihat Ano dia langsung menjadi kalem.
"Aku mau sama kak Gerwyn, aku masih rindu." ucap Ano.
Gerwyn menoleh ke arah Sophia yang hanya senyum.
__ADS_1
"Humm baiklah kamu boleh masuk." ucap Gerwyn. Sophia melihat Gerwyn menjadi layu Karena di ganggu Adik nya.
"Kak, aku boleh tidur siang di sini gak? Aku ingin di peluk kakak." ucap Ano. "Boleh dong, gak ganggu kok. Kakak juga sangat merindukan kamu." ucap Gerwyn. memeluk Ano menyembunyikan wajah Ano di pelukan nya sementara tangan nya menyentuh tangan Sophia.