
"Pak gerwyn." panggil Bu Ena Saat Gerwyn mau pulang, karena Dani juga sudah pulang.
"Iyah ada apa bu?" tanya Gerwyn.
"Kenapa akhir-akhir ini bapak sangat jarang menjemput Ano ke sekolah?" tanya Bu Ena.
"Say sibuk bekerja, ada hal yang penting mau di bicarakan?" tanya Gerwyn.
Bu Ena Menggeleng kan kepala nya.
"Saya hanya Heran saja Pak." ucap Ena.
"Ya udah kalau tidak ada yang penting kamu permisi Dulu." ucap Gerwyn langsung meninggalkan Bu Ena.
"Pak Gerwyn kok tiba-tiba jadi Cuek seperti itu sih? Biasanya juga sangat ramah dan berbicara basa-basi." ucap Bu Ena sambil cemberut.
Di perjalanan pulang Gerwyn menatap adik ipar nya.
"Kenapa kakak menatap ku seperti itu? Apa aku membuat kesalahan?" tanya Ano.
"Kamu sudah janji pada kakak untuk melaporkan setiap kali mbak Sophia pergi dengan pria lain, lalu kenapa kamu tidak memberi tahu Kakak kalau ternyata Kalian sangat sering bertemu dengan mamah nya Frans dan mereka tidak tau kalau mbak Sophia sudah Menikah." ucap Gerwyn.
Ano seketika terdiam.
"Kamu di minta sama mbak Sophia untuk berbohong yah?" tanya Gerwyn. Ano diam.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Kakak jangan marah sama Mbak Sophia." ucap Ano.
"Ku lebih baik ganti baju, istirahat." ucap Gerwyn. Ano mengangguk dia pun meninggalkan Gerwyn.
Gerwyn masuk ke kamar Tampa mengetuk pintu sama sekali. Dia melihat istrinya sedang duduk di kursi mencatat Entah pelajaran apa yang sedang di catat oleh nya.
"Sophia saya mau berbicara." ucap Gerwyn. Sophia terkejut karena Gerwyn tiba-tiba datang.
"Mas Gerwyn membuat ku kaget saja. Ada apa mas?" tanya Sophia dengan biasa.
"Apa hubungan kamu dengan Frans?" tanya Gerwyn. Sophia terdiam sejenak karena bingung.
"Emang nya ada apa mas? Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan pak Frans." ucap Sophia.
"Jawab Jujur!" ucap Gerwyn meninggikan suara nya. Sophia berdiri.
__ADS_1
"Aku sudah Jujur, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan nya." ucap Sophia menyakinkan suami nya itu.
"Dan kenapa kamu membohongi saya selama saya di rumah paman bersama mamah kamu sering di bawa oleh nya ke rumah orang tua nya." ucap Gerwyn.
"Mas salah paham, bukan sering bisa di bilang hanya sekitar tiga kalau tidak empat kali." ucap Sophia.
"Owh jadi menurut kamu itu tidak sering? Kalau hanya sekedar atasan dan bawahan mungkin tidak sesering itu, bahkan dia tidak jarang ke rumah ini. Kamu juga tidak mengakui kalau kamu sudah menikah dengan saya." ucap Gerwyn.
"Mas sudah salah paham." ucap Sophia.
"Salah paham bagaimana? sudah jelas-jelas seperti itu bukan?" tanya Gerwyn.
Sophia mendekati Gerwyn.
"Aku dengan Frans tidak ada hubungan apapun. Bahkan mas bisa bertanya langsung pada nya." ucap Sophia.
"Lalu kenapa kamu sering bepergian bersama dia?" tanya Gerwyn.
"Aku kerumahnya karena waktu itu Mamah nya ulang tahun, selanjutnya Mamah nya mengundang ke rumah dan waktu itu aku ada pembahasan pekerjaan dan aky terpaksa menyusul pak Frans ke sana." ucap Sophia.
"Tetapi kenapa kamu tidak memberi tahu mereka kalau kamu sudah menikah. Saya bertemu dengan kakak nya Frans dia bilang kalau mereka berfikir kamu adalah kekasih nya Frans." ucap Gerwyn.
"Aku minta maaf soal itu kak. Masalah nya aku tidak ingin semua orang tau karena urusan nya Akan rumit." ucap Sophia. Karena Gerwyn yang memalsukan semua identitas nya agar bisa menikah dengan cepat sah secara negara dan agama.
"Aku minta maaf kalau sudah tidak jujur sama mas, tapi tidak semua yang aku lakukan mas harus tau, aku takut mas jadi kefikiran." ucap Sophia.
"Saya sama sekali tidak keberatan kalau yang bersangkutan atas kamu. Justru saya sangat ingin tau semua apa yang kamu lakukan. Saat kamu mau tidur, Makan, mandi Atau hal sekecil apapun. Saya juga ingin tau kamu ada di mana dengan siapa." ucap Gerwyn.
Sophia menatap mata suami nya yang menatap nya begitu tulus.
"Terimakasih sudah mau memperdulikan wanita seperti ku mas, aku sangat beruntung. Maafin aku yang belum Bisa seperti yang mas mau." ucap Sophia.
Gerwyn memeluk pinggang istri nya.
"Kamu tau sekarang kamu adalah hidup saya, saya sudah menyerahkan semua cinta dan hati saya untuk kamu seorang. Kamu yang jadi terakhir untuk saya." ucap Gerwyn.
Sophia mencium bibir Gerwyn. Gerwyn membalas nya dengan penuh cinta.
"Aku juga hanya mencintai Mas seorang." ucap Sophia. Gerwyn memeluk istrinya.
"Saya mohon jangan pernah membuat saya berfikir kalau kamu akan pergi dari saya suatu saat nanti." ucap Gerwyn.
Sophia Menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Itu tidak Akan mungkin." ucap Sophia.
Ano di dalam kamar tidak bisa tidur Siang karena khawatir Gerwyn marah pada mbak nya, dia memutuskan untuk ke kamar Mbak nya.
Dia mengetuk pintu dan Gerwyn membuka nya.
"Aku minta maaf Kak, mbak, aku yang salah tidak jujur sebelum nya." ucap Ano menunduk.
Sophia kebingungan.
Gerwyn mendekati Ano.
"Aku mohon kak jangan marahin mbak sophia.' ucap Ano.
Gerwyn jongkok di depan Ano.
"Kakak tidak bisa marah pada Mbak Sophia. Kamu tidak perlu khawatir." ucap Gerwyn. "Apa kakak akan Marah pada ku?" tanya Ano.
"Itu tidak mungkin Ano. Ano bukan lagi seperti Adek untuk saya tapi sudah seperti anak sendiri, siapa yang tega memarahi anak nya sendiri.' ucap Gerwyn.
Ano langsung memeluk Gerwyn begitu eratnya.
"Terimakasih kak." ucap Ano. Sophia dan Ano tersenyum. Mereka berhasil lolos dari kemarahan Gerwyn.
"Ya udah sekarang tidur Siang gih, nanti sore Kakak mau ngajak makan di luar." ucap Gerwyn
"Hore!!!" dia bersorak. Setelah itu Ano keluar. Gerwyn tersenyum ke arah Sophia.
"Sini sayang." Gerwyn membawa Sophia ke kasur dan mereka tidur siang bersama.
Gerwyn sudah tidur namun Sophia masih asyik memandangi wajah suaminya.
"Tuhan begitu baik kepada ku. Sekarang aku mengerti arti dari kata setelah ada badai pasti akan datang pelangi." batin Sophia. dia mengelus wajah suaminya.
Di kantor Frans sedang asyik bermain ponsel nya karena tidak ada pekerjaan yang harus di lakukan lagi.
"Permisi pak, ada yang mencari bapak di sini." ucap sekretaris nya. Frans melihat kakak nya datang bersama Ponakan nya.
"Kak Dani. Enjel kenapa bisa di sini?" tanya Frans..
"Kebetulan saja lewat sini. Bagaimana kabar kamu? Mamah meminta untuk datang ke rumah." ucap Dani.
"Seperti nya aku tidak bisa kak. Aku malu karena tidak bisa membawa Sophia menemani dia ke pernikahan Anak teman nya." ucap Frans. Karena hari pernikahan itu ada hari ini.
__ADS_1