Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Ternyata Gerwyn salah menilai Elis


__ADS_3

Hena mendengar itu membuat nya jadi ikut panik. Sophia mencoba menelpon lagi suami nya namun tidak aktif lagi, bisa jadi saja jaringan nya tidak ada.


Sophia tidak terlalu panik karena dia merasa tidak salah. Dia tidak ada hubungan apapun dengan Riki.


Tapi dia takut Gerwyn memilih itu sampai dia tidak bisa fokus bekerja.


"Makanan nya sudah siap, kamu Makan biar cepat sembuh. Ujian bukan hanya membutuhkan Pikiran yang oke tapi badan juga harus Sehat." ucap RIki.


"Terimakasih yah." ucap Hena. Riki duduk di samping Sophia. "Sophia pinjam buku kamu yang ini boleh?" tanya Riki. "Loh untuk apa Sama kamu?" tanya Sophia.


"Humm aku suka saja membaca nya, aku sudah membaca beberapa lembar aku sangat suka. Boleh yah aku pinjam." ucap Riki.


"Baiklah, tapi jangan lupa di kembali kan, aku belum selesai membaca nya." ucap Sophia. Riki tersenyum sambil mengangguk.


Di tempat lain Gerwyn dan juga Elis sedang berjalan ke rumah Pak kepala desa, mbok tidak bisa ikut karena kurang enak badan jadi nya Elis yang mendampingi Gerwyn ke sana.


Gerwyn merasa Aneh dengan Elis yang dari tadi hanya diam saja. Sudah setengah perjalanan mereka tidak berbicara satu sama lain. Gerwyn hanyut dengan pikiran nya sendiri begitu juga dengan Elis.


Namun kali ini Gerwyn melihat Elis aneh sekali karena dia adalah wanita yang cerewet.


"Elis!" panggil Gerwyn. Elis menoleh ke arah Gerwyn.


"Iyah kang Ada apa?" tanya Elis.


"Elis baik-baik saja? Kenapa kelihatan nya Sedang ada masalah yang di pikirkan? tidak seperti biasanya." ucap Gerwyn.


"Enggak kok kang." ucap Elis.


"Oohh." ucap Gerwyn. Mereka melanjutkan perjalanan lagi.


"Oh iya kang. Apa benar kang Gerwyn sudah mempunyai istri?" tanya Elis.


Gerwyn menoleh ke arah Elis.


"Sudah. Saya sudah menikah mungkin sudah hampir Satu tahun." ucap Gerwyn. Elis langsung terdiam.


"Elis tau dari Mbok yah?" tanya Gerwyn.


Elis mengangguk.

__ADS_1


"Mbok melarang saya dekat-dekat dengan Kang Gerwyn." ucap Elis.


"Loh kenapa begitu?" tanya Gerwyn.


"Mungkin dia berfikir kalau saya suka sama kang Gerwyn. Padahal tidak. Saya hanya suka sama kang Gerwyn karena sangat tampan, baik dan tidak banyak bicara seperti Pria-pria desa lainnya." ucap Elis.


"Loh kok seperti ini? Justru saya pikir kamu yang suka sama saya dan kecewa karena saya memiliki istri." ucap Gerwyn.


"Saya memang sedikit kecewa karena kang sudah ada yang punya, tapi bukan berarti saya marah. Saya hanya ingin Berteman dengan kang Gerwyn." ucap Elis.


Gerwyn tiba-tiba tersenyum.


"Kalau begitu mari kita berteman."' ucap Gerwyn. Elis menggeleng kan kepala nya.


"Mbok tidak mengijinkan aku dekat-dekat dengan Kang Gerwyn, aku takut mbok marah." ucap Elis.


"Biar saya yang berbicara dengan Mbok nanti nya, kamu jangan cemberut lagi dan mari lah berteman." ucap Gerwyn..l


"Emangnya kang Gerwyn mau temenan sama perempuan desa seperti ku?" tanya Elis.


"Loh kenapa tidak? justru saya sangat senang bisa bertemu dengan kamu, kalau bukan karena kamu awal nya yang menawarkan penginapan dan memasak kan Makanan untuk saya, mungkin saya tidak tau bagaimana nasib saya sekarang." ucap Gerwyn.


"Sebentar lagi kita akan sampai." ucap Gerwyn. Elis mengangguk.


"Oh iya Kang. Kang Gerwyn gak Masalah di sini kemana-mana selalu jalan kaki dan naik motor saja? Padahal kang Gerwyn di kota pasti gak pernah panas-panasan." ucap Elis.


"Gak masalah sama sekali, begini membuat tubuh semakin kuat dan Sehat Tampa harus pergi olahraga." ucap Gerwyn. Elis tersenyum.


Setelah sampai dia di sambut oleh Boy.


Namun Gerwyn Heran karena boy tiba-tiba banyak diam ketika ada Elis tidak seperti biasanya. Sama seperti Elis yang selalu menundukkan kepalanya dia tidak mau mengangkat kepalanya sama sekali karena Boy.


Gerwyn tidak terlalu ikut campur dia lebih fokus pada acara doa yang lakukan beberapa orang tua di atas panggung.


Sudah malam acara pun sudah selesai. "Ayo pulang Elis." ajak Gerwyn.


Elis mengangguk. "Ayo aku antar pulang, jalan pulang sangat gelap." ucap Boy.


Gerwyn sudah mau namun Elis malah pergi duluan..

__ADS_1


"Kang Gerwyn saja pulang duluan, aku bisa jalan kaki sendiri." ucap Elis.


"Loh kok gitu?" tanya Gerwyn kebingungan.


Akhirnya Gerwyn memilih untuk bersama pulang dengan Elis.


"Kamu kenapa sih kelihatan nya kurang baik dengan boy? Dia pria yang baik, apa dia pernah melakukan kesalahan sama kamu?" tanya Gerwyn.


Elis menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya ingin pulang jalan kaki, sudah lama juga aku tidak melewati jalan ini." ucap Elis.


Gerwyn pun mengikuti langkah kecepatan Eliss yang menurut nya sangat lambat.


"Oh iya kang cerita dong bagaimana keindahan di kota?" tanya Elis.


"Apa sebelum nya Elis belum pernah ke kota?" tanya Gerwyn. Elis menggeleng kan kepala nya.


"aku belum pernah ie kota. Aku tidak dapat ijin dari mbok mau ke kota." ucap Gerwyn.


"Humm bagaimana kalau saya yang membawa kamu ke kota agar kamu bisa melihat bagaimana kota di luar sana." ucap Gerwyn. Elis menggeleng kan kepala nya.


"Mungkin mbok akan mengijinkan namun Ketika mbah sudah pulang mereka Akan ribut tidak melihat ku di rumah." ucap Elis. Gerwyn Terdiam sejenak.


"Di kota itu begitu banyak bangunan tinggi yang menjulang tinggi ke langit, kita bisa merasakan teknologi yang maju di sana tidak seperti di sini yang sangat jauh dari listrik. Jaringan di sana sangat lancar. Semua wisata ada di sana. Tapi ada yang tidak ada di sana yaitu seperti di desa." ucap Gerwyn.


"Apa kang?" tanya Elis.


"Di desa sangat banyak tumbuhan yang membuat udara segar. Banyak pohon dan juga di sini orang nya ramah-ramah. Dan saling membantu sama lain, kalau di kota kita jarang menemukan hal seperti itu." ucap Gerwyn.


"Oohh begitu yah kang." ucap Elis. Gerwyn tersenyum.


"Humm aku aku mau tau dong seperti apa wajah istri nya Kang gerwyn." ucap Elis.


"Kebetulan ponsel saya di tinggal di rumah pak kepala desa untuk di charger. Saya tidak memiliki foto nya sekarang." ucap Gerwyn.


"Kang Gerwyn bisa menjelaskan nya lewat kata-kata saja." ucap Elis.


"Dia sangat cantik. Dia mempunyai rambut yang lebat, Wangi, wajah yang begitu simetris. terlihat dewasa namun sangat cantik sekali. Dia mempunyai mata yang indah, bulu Mata yang lentik, alis yang sedikit berantakan karena lebat, hidung mancung dan juga bibir tipis merah sangat mempesona." ucap Gerwyn sambil tersenyum mengingat istri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2