
"Aku sama sekali tidak mempunyai keahlian untuk mendekati pria lain Hena. Kamu tau sendiri aku sangat takut pada pria." ucap Sophia.
Karena dulu pdkt dengan Adit cukup lama baru mereka pacaran.
"Sudah lah dari pada kamu pusing lebih baik habis Kan makanan kamu." ucap Hena, Sophia mengangguk.
"Oh iya kamu khawatir lagi kalau Vano datang menganggu dan menjelek-jelekkan aku, karena aku sudah menemui nya kemarin." ucap Hena.
"Maksud kamu apa?" tanya Sophia.
"Maksud aku, dia tidak akan datang lagi, aku sudah menegur dia." ucap Hena.
"Kamu Menemui nya karena hal itu?" tanya Sophia. Hena mengangguk. "Aku tidak terima dengan penyampaian nya pada mu." ucap Hena.
"Kamu sudah salah paham Hena, dia tidak menjelek-jelekkan kamu, dia hanya minta bantu saja." ucap Sophia.
"Sama saja kan! Seharusnya kamu tidak tau agar kamu tidak perlu ikut campur." ucap Hena. "Aku ikut campur demi kebaikan kamu Hena." ucap Sophia.
"Intinya aku tidak mau meninggalkan om Davit, jangan pernah meminta ku untuk meninggalkan dia karena itu tidak mungkin." ucap Hena.
"Terserah kamu saja Deh Hena, aku semakin pusing melihat kelakuan kamu, aku tidak pernah berfikir kamu seperti ini, aku dulu pernah berada di posisi kesulitan, tapi sekarang kamu tidak kesulitan lagi, tabungan kamu sudah sangat banyak kamu bisa membuat usaha dan meninggalkan pekerjaan seperti ini." ucap Sophia.
"Nasib kita tidak sama Sophia, kamu sangat beruntung karena orang kaya yang mau menikahi kamu, sementara aku tidak ada yang akan bertanggung jawab pada hidup ku." ucap Hena.
"Maksud aku bukan seperti itu, aku bukan menyalah kan tapi aku mohon jangan ganggu rumah tangga orang lain.." ucap Sophia.
"Aku sama sekali tidak menganggu mereka, aku menemani om Davit Ketika dia butuh saja." ucap Hena. Sophia menghela nafas panjang.
"Ya sudah terserah kamu saja. Aku minta maaf sudah ikut campur lagi." ucap Sophia langsung meninggalkan Hena.
Setelah pulang dari hotel Sophia duduk di taman kampus sendiri sambil memegang ponsel nya.
"Haii.." Sapa Frans pada Sophia. Melihat Frans Sophia langsung berdiri namun di tahan oleh Frans...
"Duduk saja tidak apa-apa kok, Aku hanya melihat kamu dari kejauhan melamun sambil memasang wajah cemberut, kamu ada masalah apa?" tanya Frans. Sophia langsung menggeleng kan kepala nya...
"Enggak ada kok Kak, aku hanya memikirkan nilai dan juga bagaimana sekolah ku nanti, aku takut nilai ku tidak bagus." ucap Sophia.
"Kamu jangan khawatir, saya bisa menjamin nilai kamu bagus, selain bekerja dengan benar dan juga cerdas kamu sopan, tidak mempunyai kasus apapun selalu bekerja dengan bagus memuaskan atasan dengan hasil kerja kamu." ucap Frans.
__ADS_1
Sophia tersenyum. "Terimakasih kak." ucap Sophia.
"Kamu gak langsung pulang? Supir kamu mana?" tanya Frans.
"Saya pulang tidak di jemput oleh supir." ucap Sophia.
"Humm bagaimana kalau aku antar pulang, kamu tidak perlu menunggu seseorang untuk menjemput kamu." ucap Frans.
Sophia Mengangguk. Dia juga tidak enak untuk menolak.
Sampai di mobil Frans dia meminta supir turun.
"Silahkan masuk." ucap Frans sambil membuka pintu.
Sophia mengucap terima kasih dan naik ke dalam mobil.
"Sebelum Pulang aku mau ngajakin kamu ke tempat yang bisa bikin mood balik lagi, aku yakin kamu pasti suka." ucap Frans.
"Kemana? Adek ku pasti menunggu di rumah, lebih baik kita langsung pulang saja kak." ucap Sophia.
"Jangan khawatir kita hanya sebentar saja Kok." ucap Frans.
"Udah ayo turun saja." ajak Frans. Sophia mengikuti Frans untuk Turun. "Pak beli tiket masuk nya dua yah." ucap Frans pada penjaga tiket di depan.
Setelah dapat tiket mereka masuk.
"Kenapa di sini sangat sepi kak?" tanya Sophia.
Frans hanya diam saja sambil tersenyum. Namun setelah masuk ke dalam ternyata sangat ramai di dalam.
Yang tadi nya Sophia khawatir sekarang dia tersenyum melihat anak-anak yang sibuk berlarian ke sana kemari, bahkan banyak juga tempat yang sangat bagus.
"Wahh tempat ini sangat bagus, aku harus membawa Ano ke sini."batin Sophia.
"Sophia!" Panggil Frans, Sophia menoleh ke arah Frans ternyata dia sudah membeli Eskrim. Sophia menerima nya.
"Bagaimana kamu suka?" tanya Frans. Sophia mengangguk.
Selain ini di sana juga ada sungai, tetapi hanya orang dewasa saja yang bisa ke sana. Kamu mau melihat nya?"
__ADS_1
Sophia mengangguk.
Sampai di sana Sophia sangat suka. Sophia sangat menikmati pemandangan di sore dari sana. Mereka berdua cukup lama menjalani taman yang luas itu.
Bahkan mereka naik sepedaan. Tidak lupa Frans mengajak Sophia untuk berfoto. Dia meminta pengunjung lain untuk berfoto.
Sudah cukup lelah Sophia pun mengajak untuk pulang. tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Terimakasih Yah kak sudah membawa aku senang-senang." ucap Sophia. "Aku senang melihat kamu tersenyum, aku tau kamu sedang ada beban fikiran, tapi jangan lupa untuk tersenyum yah." ucap Frans. Sophia mengangguk sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu kamu masuk gih," ucap Frans.
Sophia mengangguk dia melambaikan tangan nya pada Frans dan masuk ke dalam.
"Mbak dari mana saja? Kenapa sangat lama Pulang?" tanya Ano. "Mbak tadi ada urusan. Emang nya kenapa dek?" tanya Sophia.
"Dari tadi Kak Gerwyn nelpon Bibik Bertanya kenapa mbak belum pulang." ucap Ano. Sophia Menghela nafas panjang.
Di tempat lain Gerwyn sedang mendidih wajah nya sangat merah ketika melihat Sophia di antar oleh pria lain melalui CCTV yang terhubung pada ponsel nya.
"Berani-beraninya dia pergi dengan pria lain." ucap Gerwyn.
Wajah nya sudah sangat merah menahan Cemburu. Dia melihat ponsel nya berdering.
"dari mana saja kamu? Kamu pergi dengan siapa?" tanya Darel langsung membuat Sophia terkejut.
"Aku baru saja pulang, aku pergi dengan teman ku ke taman tadi." ucap Sophia.
"Ke taman? Ke taman bersama seorang pria?" ucap Gerwyn.
"Aku pergi dengan teman perempuan ku juga." ucap Sophia.
"Jangan berbohong Sophia! Saya tidak ingin melihat kamu pergi dengan pria lain lagi!" ucap Gerwyn.
"Sangat Aneh! Mas lebih baik tidak menelpon ku kalau hanya mau marah-marah saja!" ucap Sophia langsung mematikan sambungan telepon.
Sophia menoleh ke arah Ano yang hanya bisa diam mendengar pertengkaran mereka berdua.
"Mbak hanya pusing dengan pekerjaan dan memutuskan untuk ikut dengan teman mbak untuk menghibur diri, itu saja salah!" ucap Sophia marah juga pada Ano dan pergi.
__ADS_1
Ano terdiam dia hanya bisa pasrah saja.