
Tepat di jam tiga sore.
"Akhirnya pulang juga, aku sudah sangat lelah." ucap Hena sambil menguap.
"Kamu masih bekerja seperti biasa yah Hen? Badan kamu semakin kurus." ucap Sophia. Hena tersenyum sambil mengangguk ke arah Sophia.
"Aku tidak ada pilihan lain lagi. Aku senang kok bekerja seperti ini, setidaknya aku tidak merasakan sakit hati lagi. Aku sudah bebas mau melakukan apapun yang mau aku perbuat."Ucap Hena. Sophia hanya diam saja.
"Kamu pulang pakai apa? Masih di anterin Adit yah?" tanya Hena. Sophia mengangguk.
"Ya udah, aku pulang duluan yah, sampai jumpai besok." Hena pun Pergi.
Setelah Hena pergi dia juga berkemas mau pulang. Dia melihat dari kejauhan kalau mobil Gerwyn tak juga berpindah.
"Akhirnya kamu pulang juga, ayo segera ke mobil." ajak Gerwyn menghampiri Gerwyn.
"Loh bapak masih di sini? Kenapa tidak pulang saja?" tanya Sophia.
"Karena saya mau menunggu kamu, salah saya di mana?" tanya Gerwyn Balik. Sophia seperti mencari seseorang.
"Ano sudah ada di dalam mobil, dia datang bersama Pria itu." ucap Gerwyn.
Sophia Seketika terdiam.
"Ayo buruan masuk ke dalam mobil." ajak Gerwyn.
Sophia mengikuti Gerwyn ke dalam mobil.
Beberapa jam lalu Adit dan Ano baru sampai di depan hotel, Gerwyn melihat dan langsung menghampiri nya.
"Permisi." Gerwyn menyapa kekasih istri nya itu.
"Iyahh ada yang bisa saya bantu?" tanya Adit.
"Kak Gerwyn." Ano langsung memekik karena melihat Gerwyn. Gerwyn langsung menurunkan Ano.
"Kak Adit, kakak boleh pulang duluan, aku mau pulang sama kak Gerwyn aja." ucap Ano. "kakak mau nganterin mbak Sophia nganterin peralatan untuk tugas Sekolah nya." ucap Adit.
"Tidak perlu repot-repot, biar saya saja, kamu sudah berbicara tadi." ucap Gerwyn. Adit tidak bisa mengatakan apapun lagi.
"Baik lah kalau begitu, saya titip Ano dan juga Sophia. Permisi." Gerwyn mengangguk dan Adit pun pergi.
"Titip? Ngapain di titip Sophia adalah istri ku dan juga Ano adalah adik ipar ku." batin Gerwyn, seketika dia sangat kesal pada Adit.
__ADS_1
Sophia dan Ano masuk ke dalam, namun Sophia memilih duduk di belakang sementara Ano di depan.
"Kita mau kemana Ano?" tanya Gerwyn.
"Humm beli eskrim coklat Kak." ucap Ano.
"Oke kita berangkat yah." ucap Gerwyn. Dia melihat ke arah Sophia melalui kaca. Sophia hanya diam sambil menatap kosong ke arah jalanan.
Tidak beberapa lama sampai di tempat untuk membeli Eskrim. Mereka semua turun Gerwyn menggendong Ano untuk memilih eskrim yang dia mau.
Sophia di tawarkan oleh Gerwyn tidak mau, namun waktu di kasih langsung sama Ano dia langsung menerima nya.
Gerwyn hanya bisa diam tidak berani untuk memaksa Sophia.
"Kata Teman kamu tadi dia mau mengantar kan kamu mencari peralatan untuk tugas sekolah, apa kita tidak mencari nya sekalian?" tanya Gerwyn.
"Tidak perlu pak, saya akan mencari nya sendiri nanti." ucap Sophia. "Oohh." Gerwyn akhirnya membawa mereka pulang.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Gerwyn kamu dari mana saja? Kata nya mau istirahat malah keluyuran tidak jelas." ucap buk Linda.
Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Oohhh ya udah pergi mandi gih, ibu mau ngomong dulu sama kak Gerwyn dan mbak Sophia." ucap buk Linda, Ano mengangguk.
Sophia mengangguk dia pun pergi.
"Ada apa Mah?" tanya Gerwyn.
"Kalian menikah sudah cukup lama, namun tidak ada tanda-tanda kehamilan yang Mamah lihat pada Sophia. Jadi Mamah mau kalian berdua honeymoon ke tempat yang romantis menurut kalian berdua." ucap buk Linda.
Gerwyn langsung memasang wajah Aneh.
"Aku gak bisa mah, mamah tau semenjak beberapa hari di penjara semua pekerjaan ku berantakan nya, aku tidak bisa dalam waktu singkat ini." ucap Gerwyn.
Buk Linda diam, belum apa-apa Anak nya sudah menolak saja.
"Ya udah Mah aku ke kamar dulu yah." ucap Gerwyn meninggalkan Ibu nya.
"Maaf yah kalau Tante menyinggung perasaan kamu, namun Tante hanya ingin hubungan kalian semakin dekat." ucap Buk Linda.
"Gerwyn hanya karena kelelahan saja Tante. Jangan khawatir." ucap Sophia. Buk Linda mengangguk.
__ADS_1
"Oh iya sebelumnya kamu sudah periksa kan kalau kamu sehat-sehat saja? Kamu tidak mandul kan?" tanya buk Linda. Sophia yang di tanya seperti itu langsung terdiam.
"Tante hanya ingin memiliki cucu dari Gerwyn sebelum Ibu Tua, ini adalah keinginan Almarhum papah Gerwyn, namun saat itu Gerwyn masih belum mau menikah muda." ucap Buk Linda.
"Kalau boleh tau Almarhum suami Tante meninggal karena apa?" tanya Sophia. Namun tiba-tiba buk Linda menangis dia memegang kepala nya.
"Aaaaa tidak!! Jangan pergi.."" Buk Linda berteriak histeris sambil memegang kepala nya. Gerwyn keluar dari kamar.
"Ada apa?" tanya Gerwyn.
Dia melihat ibunya sudah menangis seperti ketakutan.
"Aku hanya bertanya tentang almarhum suami Buk Linda, namun tiba-tiba menangis." ucap Sophia.
"Kenapa kamu bertanya itu? Untuk apa kamu tau itu, kalau terjadi apa-apa sama mamah kamu akan tau akibat nya!" ucap Gerwyn marah dan langsung menggendong ibunya ke dalam mobil dam dilarikan ke rumah sakit.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai, di rumah sakit buo Linda sedang di periksa sementara Sophia duduk di luar melihat Gerwyn yang mondar-mandir di depan pintu.
Sophia tidak tau kalau akan seperti ini, kalau bisa mengudur Waktu dia tidak akan bertanya itu.
Gerwyn menatap Sophia yang hanya diam saja.
Tidak beberapa lama dokter keluar.
"Bagaimana keadaan Mamah saya dokter?" tanya Gerwyn.
"Kita berbicara di ruangan saya yah." ucap dokter. Gerwyn pun mengikuti dokter, sementara Sophia masuk ke dalam ruangan Buk Linda.
Dia melihat buk Linda yang terbaring lemas di atas tempat tidur.
"Maafin aku Tante sudah membuat Tante sakit seperti ini." ucap Sophia memegang tangan buk Linda.
Di ruangan dokter.
"Buk Linda seperti nya tidak meminum rutin obat nya, gejala nya ini sudah sering terjadi tapi dia berusaha untuk menyembunyikan nya. Dan sekarang semakin parah sehingga buk Linda harus di rawat beberapa Hari dulu, saya sarankan agar buk Linda Selalu di pantau." ucap dokter.
"Buk Linda mempunyai luka yang sangat membekas di dalam hati nya dan pikir nya, jadi kalau bisa jangan ada yang membahas masa lalu atau jangan ada barang-barang yang mengingatkan nya ke masa lalu saat bersama suami nya." ucap dokter.
"Baik dok, saya paham." ucap Gerwyn.
"Baiklah kalau begitu, saya sudah memberikan obat, selanjutnya akan di tangani oleh perawat." ucap dokter.
**Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga dong mampir di karya baru ku yang berjudul "Pria dingin itu adalah suami ku" di tunggu yah, terimakasih 🙏