
Di tempat lain Lisa sangat kesal.
"Sial sekali rencana ku tidak berhasil." ucap Lisa kesal sambil melemparkan Tas nya ke dalam mobil nya.
Dia sudah merencanakan untuk bisa tidur dengan Gerwyn.
Di tempat lain.
"Bibik lagi apa?" tanya Sophia pada Bu Linda yang duduk sendirian di balkon kamar nya.
"Eh Enjel kamu di sini nak?" ucap Bu Linda. Enjel tersenyum dia merangkul punggung Bu Linda.
"Bagaimana kabar Bibik di sini?" tanya Enjel. "Yah begitulah nak, kapan kamu sampai? Bagaimana kabar Gerwyn dan juga Sophia?" tanya Bu Linda.
"Baik-baik saja kok Bik, om Gerwyn juga baru pulang bekerja dari luar kota waktu itu." ucap Enjel.
"Oohhh. Tapi Bibik mendengar kalau kamu menginap di rumah nya Vano. Bagaimana kabar Mamah nya Vano?" tanya Bu Linda.
"Cukup baik Bik. Semua nya baik-baik saja. Walaupun dia lumpuh tapi dia sangat bersemangat sekali." ucap Enjel. Bu Linda tersenyum.
"Lalu Bibik kelihatan nya termenung saja di sini, apa yang sedang Bibik pikir kan?" tanya Enjel.
"Gak tau nak, tiba-tiba saja Bibik kefikiran suami Bibik." ucap Buk Linda.
Enjel terdiam sejenak.
"Bibik yakin kalau dia di sini dia melihat Gerwyn sudah menikah dia pasti akan senang sekali." ucap Bu Linda.
"Bibik gak boleh memikirkan tentang paman lagi. Aku takut nanti sakit Bibik Kambuh lagi." ucap Enjel.
"Bibik sudah sembuh. Bibik sekarang tidak pernah merasakan sakit itu lagi." ucap Bu Linda.
"Alhamdulillah kalau begitu bik, aku juga senang mendengar nya." ucap Enjel.
"Ibu memutuskan untuk Kembali ke rumah Bibik yang dulu. Bibik harus belajar menerima kenyataan. Menantu dan anak Bibik juga ada di sana." ucap Bu Linda.
"Alhamdulillah kalau seperti itu Bik, semua keputusan Bibik adalah Yang terbaik untuk Bibik. Aku mendukung Bibik." ucap Enjel.
__ADS_1
Bu Linda tersenyum.
"Bibik boleh tanya sesuatu?" tanya Buk Linda.
"Boleh Bu, ada apa?" tanya Enjel.
"Bibik tau kalau kamu dengan Gerwyn sangat Akrab, Gerwyn juga sangat terbuka sama kamu. Apa dia pernah bercerita tentang Pencarian pembunuhan paman kamu?" tanya Bu Linda.
Enjel terdiam sejenak. "Humm seingat aku gak ada sih Bik, soal nya om Gerwyn sangat tertutup tentang itu." ucap Enjel.
"Oohh gitu yah. Bibik berfikir kalau Gerwyn menyembunyikan sesuatu dari Bibik." ucap Bu Linda.
"Ah tidak mungkin Bik. Om Gerwyn tidak mungkin menyembunyikan sesuatu dari Bibik." ucap Enjel.
"Dan kalau tentang Isu-isu dulu Masih ada kah kamu mendengar nya?" tanya Bu Linda. "Isu apa Tante?" tanya Enjel.
"Isu tentang Gerwyn yang bergonta ganti pasangan walaupun sedang bersama Okta. Dan juga mabuk-mabukan. Kalau itu benar Bibik tidak Akan kasih ampun." ucap Bu Linda.
Enjel tertawa.
"Tidak mungkin lah Bik. Orang seperti Om Gerwyn pasti banyak musuhnya. Jadi mereka pasti berusaha untuk menjatuhkan nama baik Om Gerwyn, jangan dengarkan orang yang menjatuhkan om Gerwyn." ucap Enjel.
Enjel tersenyum.
"Maafin aku yah Bik, aku tidak bisa jujur. Aku sangat merasa bersalah sekali menyembunyikan ini dari Bibik. Namun ini adalah kebaikan untuk Bibik dan juga om Gerwyn." Batin Enjel.
"Ya udah kalau begitu, aku keluar dulu yah bik." ucap Enjel.
"Temanin Bibik untuk berbicara dulu." ucap Bu Linda. Enjel yang tadi nya mau menghindari, sekarang tidak bisa.
"Mantan-mantan Gerwyn sangat banyak. Apalagi yang namanya Lisa itu, mereka sudah lama bersama. Apa tidak ada kabar tentang dia?" tanya Bu Linda.
"Bibik sudah mempunyai menantu, kenapa masih bertanya orang lain, mungkin mereka juga sudah menikah." ucap Enjel.
"Bibik sangat tau kalau Lisa dan juga Gerwyn saling mencintai. Bahkan Gerwyn sangat mencintai Lisa. Namun hanya karena Berjauhan mereka putus begitu saja, jadi Bibik Takut suatu saat nanti dia kembali dan merusak hubungan Gerwyn dengan Sophia." ucap Bu Linda.
"Bibik harus percaya kalau Sophia dan Om Gerwyn bisa mengurus rumah tangga mereka dengan baik, mempertahankan nya." ucap Enjel.. Enjel tau kalau Sebenarnya Bu Linda ragu pada Sophia karena Masih sangat muda sekali.
__ADS_1
"Kamu benar juga Enjel. Sudah lah kita jangan membahas nya lagi." ucap Bu Linda.
Di rumah Gerwyn dan Sophia baru saja sampai.
"Saya langsung ke Kantor yah." ucap Gerwyn pada Sophia setelah mengantar kan istri nya.
"Tunggu Dulu mas, aku mau bertanya tentang kata-kata mas tadi malam." ucap Sophia.
"Ada apa?" tanya Gerwyn. bingung karena tidak mengingat apa yang di katakan oleh nya tadi malam.
"Tadi malam mas bilang kalau seseorang memasuk kan obat kuat ke minum mas. Emang sebelum nya mas bertemu dengan siapa?" tanya Sophia.
"Oohh itu. Teman-teman saya mungkin iseng." ucap Gerwyn.
"Kak Bibi? Bukan nya dia sangat jarang bertemu dengan mas? Dia juga hari ini ada acara di luar melihat postingan nya." ucap Sophia.
"Kamu tidak akan kenal sama sekali." ucap Gerwyn. "Ya udah deh, lain kali mas hati-hati yah." ucap Sophia.
"Saya minta maaf lagi-lagi sudah membuat kamu sakit." ucap Gerwyn. "Bukan masalah itu Nya. Mas sebelum nya sudah janji tidak akan pernah tidur dengan orang lain. Dan kalau sampai itu terjadi aku tidak Akan memaafkan mas." ucap Sophia.
"Istri saya sudah sangat pandai mengancam, saya sudah janji itu tandanya itu tidak akan terjadi. Tapi kamu harus siap siaga untuk bisa melayani saya." ucap Gerwyn mencium pipi istri nya.
Sophia tersenyum. "ya udah kalau begitu saya berangkat dulu yah," ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.
Gerwyn mencium seluruh wajah Sophia.
"Tunggu saya pulang di rumah." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk. Gerwyn pun meninggalkan rumah itu.
Dia senyum-senyum sendiri di dalam mobil. "Seandainya aku tau dari dulu mempunyai istri se indah ini, aku akan menikah dari Dulu." ucap Gerwyn.
"Eh tunggu dulu. Masih baik aku menikah sekarang itu sebabnya aku menikah dengan Sophia, kalau tidak aku mungkin bertemu wanita-wanita liar." ucap Gerwyn.
"Seperti ini hidup ku jauh lebih tenang dan setiap Pergi bekerja semangat, apalagi kalau pulang." ucap Gerwyn dia senyum-senyum sendiri tidak lupa memasang musik yang lagi happy.
sesampainya di kantor semua karyawan sudah tegang. Namun melihat mood bos nya lagi baik mereka pun sedikit tenang. Semua proposal yang di perbaiki semua nya sesuai permintaan Gerwyn.
Akhirnya mereka semua Aman. Tidak ada yang kena pecat hari ini.
__ADS_1
Gerwyn bekerja dengan tenang di ruangan nya. Namun Bodyguard nya menghubungi dia.