
Satu Minggu berlalu Sophia sudah kembali pulang ke rumah kontrakan nya.
"Kamu jagain Sophia yah, mbak mau beli bubur dulu untuk dia." ucap Hena pada Ano, Ano hanya mengangguk saja.
Hena pun keluar untuk mencari bubur.
Sophia yang masih di kursi roda tidak bisa ngapa-ngapain.
Tidak beberapa lama Hena pergi mertua Sophia datang dengan asisten pribadi nya yang bernama Nani.
"Tante kenapa bisa ada di sini?" tanya Sophia kaget.
"Tante baru bisa datang sekarang ke sini, nih Tante bawain buah-buahan dan juga makanan yang bergizi untuk kamu." ucap buk Linda.
Sophia melihat makanan yang begitu banyak di letak kan di atas meja.
"Silahkan duduk dulu Tante." Sophia mempersilahkan mereka duduk.
"Kenapa kamu memilih untuk pulang ke sini? Sementara di sini kamu hanya tinggal dengan adik kamu saja."
"Mungkin tinggal di sini adalah jalan satu-satunya untuk tidak merepotkan Tante Dan juga Gerwyn, sebelum nya aku minta maaf sudah merepotkan Tante datang jauh-jauh ke sini." ucap Sophia.
Buk Linda tersenyum dia memegang tangan Sophia.
"Justru Tante yang minta maaf sama kamu sudah memperlakukan tidak baik selama nya ini, bahkan Tante mengucap kan kata-kata yang tidak pantas pada kamu, Tante sangat menyesali nya." ucap buk Linda.
Namun Hena tiba-tiba datang. Hena Menatap buk Linda dengan tatapan seperti mengusir.
"Ngapain ibu ke sini? Pasti ibu sama seperti pak Gerwyn mau mencaci teman saya kan?" ucap Hena.
Sophia berusaha menenangkan Hena.
"Jaga yah cara berbicara kamu pada orang yang lebih tua! masih kecil tapi tidak mempunyai etika." ucap Nani.
"Tante Linda datang ke sini dengan baik-baik Hen, jangan marah-marah seperti itu." ucap Sophia.
"Kalau Kalian tidak suka saya ada di sini, saya akan permisi." ucap buk Linda.
"Enggak kok Tante, jangan bawa ke hati. Silahkan duduk lagi?" ucap Sophia. Hena langsung ke dapur.
mereka makan siang sama-sama di atas meja sederhana milik Sophia.
"Sophia! Aku sudah bilang kan kita harus memberikan pelajaran pada keluarga seperti itu Jangan mau tinggal diam saja karena uang yang di berikan pada kamu."
"Hena tenang dulu, jangan marah-marah seperti itu kamu tau kan buk Linda itu adalah mertua aku dia orang tua kita harus menghormati dia." ucap Sophia.
"Kamu tidak perlu takut pada nya Sophia. Kamu tinggal mengurus surat cerai. Dan kembali lagi seperti biasa." ucap Hena.
__ADS_1
Sophia menghela nafas panjang menatap Hena.
"Kamu tidak tau di posisi aku seperti apa kan? Kamu meminta aku kembali seperti sebelum nya? Aku capek hidup seperti itu Hena dan bagaimana kalau pihak sekolah tau." ucap Sophia.
Hena terdiam.
"Aku tau kamu perduli sama aku, aku tau kamu tidak terima perlakuan nya pada ku, tidak bisa langsung mengambil keputusan, pak Gerwyn bukan orang biasa." ucap Sophia .
"Ya sudah aku minta maaf, aku harus segera pergi magang kamu istirahat lah, setelah pulang aku langsung ke sini." ucap Hena.
Dia membantu Sophia ke kasur dan tidur siang untuk istirahat.
"Ano mbak pergi dulu yah. Tolong jagain mbak Sophia yah " ucap Hena.
"Kamu tidak perlu khawatir saya akan merawat nya di sini." ucap buk Linda namun Hena mengabaikan nya.
Buk Linda datang ke kamar Sophia.
"Loh kok belum tidur? Nih Tante buatin air hangat Siapa tau kamu haus." ucap buk Linda.
"Terimakasih Tante."
Buk Linda mengangguk dia mau keluar namun di tahan oleh Sophia.
"Bagaimana kabar Gerwyn Tante? Kenapa dia malah menahan diri di sana?" tanya Sophia.
Sophia terdiam.
"Dia tidak akan keluar dari sana kalau bukan kamu yang menjemput dia. Tante tidak habis pikir apa yang di pikirkan oleh dia." ucap buk Linda.
"Tante mohon maafkan anak Tante, mungkin dia tidak sengaja, Tante sangat kasihan pada nya." ucap buk Linda.
Sophia masih tetap diam.
"Tante tau kamu pasti tidak akan memaafkan dia, tidak tidak akan memaksa kamu untuk memanfaatkan nya." ucap buk Linda.
Karena sudah sore Sophia terbangun dia kaget melihat buk Linda masih di sana dan ketiduran di samping nya sambil duduk.
"Loh kok masih di sini?" ucap Sophia. Dia bangun namun ternyata buk Linda juga ikut bangun.
"Tante kenapa tidak pulang untuk istirahat?"
"Tante takut tidak ada yang membantu kamu di sini." ucap buk Linda.
"Tante jangan khawatir saya sudah baik-baik saja, bahkan sudah bisa melakukan apapun sendiri. Tante boleh pulang kalau mau pulang."
"Di rumah sangat sepi, Tante tidak betah," ucap buk Linda.
__ADS_1
"Kalau begitu Tante nginap saja di sini, tapi tempat tidur hanya seadanya saja." ucap Sophia.
"Serius Tante boleh menginap di sini?" tanya buk Linda. Sophia mengangguk.
"Tante janji tidak akan merepotkan kamu, Tante Akan tidur di kamar Ano kamu bisa istirahat dengan tenang." ucap buk Linda terlihat sangat senang.
Keesokan harinya..
"Assalamualaikum." seseorang datang mengetuk pintu.
"Kak Adit.." ucap Ano langsung berlari pada Adit yang berdiri di depan pintu.
Sophia yang baru saja selesai sarapan melihat Adit datang tidak kalah senang nya dia mendekati.
"Bagaimana keadaan kamu Sophia? Kenapa kamu baru mengabari aku?" tanya Adit langsung memeluk Sophia.
"Aku sudah lebih baik, aku sangat merindukan kamu." ucap Sophia.
Adit melihat luka di kepala Sophia yang di bungkus.
"Ini sudah lebih baik kok, kamu jangan khawatir.' ucap Sophia.
"Siapa yang melakukan ini pada kamu?" tanya Adit.
"Yang membuat mbak Sophia seperti itu adalah Kak.." belum jadi berbicara Sophia langsung menutup mulut Ano.
"Ano lebih baik bangunin Tante Linda untuk sarapan yah, mbak mau ngomong dulu sama kak Adit."
Ano dengan cemberut pun langsung pergi.
"Siapa yang melakukan ini pada kamu?"
"Aku kecelakaan di kamar mandi, itu tidak perlu di bahas lagi aku juga baik-baik saja sekarang." ucap Sophia.
Adit mengelus rambut Sophia.
"Semoga cepat sembuh yah sayang." ucap Adit mencium kening Sophia.
"Makasih yah." ucap Sophia.
Adit tersenyum.
"Kamu sudah makan? Aku tadi masak sarapan, mungkin kurang enak karena belum bisa banget untuk masak." ucap Sophia.
"Jangan di paksa in untuk masak kalau belum bisa, kan bisa di pesan dari luar." ucap Adit.
"Aku harus melawan rasa sakit nya, kalau di ikuti Terus aku tidak akan bangun dari tempat tidur." ucap Sophia.
__ADS_1
"Kamu memang wanita yang sangat kuat, aku sangat salut sama kamu." ucap Adit.