Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Ponsel baru


__ADS_3

Gerwyn turun dari mobil membuka pintu.


"Ano masuk! Kita akan kesekolah bersama, kalau mbak Sophia tidak mau ikut biarkan dia jalan kaki." ucap Gerwyn.


"Ayo Mbak. Kita tidak perlu naik bus ke sana kalau kak Gerwyn mau nganterin." ucap Ano.


Sophia menoleh ke arah Gerwyn.


"Buruan naik!" ucap Gerwyn, Sophia pun akhirnya naik.


Gerwyn memangku Ano duduk di belakang.


Sementara Sophia yang duduk di samping Gerwyn hanya diam saja. "Sudah siap datang ke sekolah baru kamu?" tanya Gerwyn pada Ano.


"Siap Kak." ucap Ano terlihat sangat senang.


"lain kali jangan membawa anak kecil berjalan di jalan raya Menuju halte bis, bagaimana kalau tiba-tiba Ada kecelakaan." ucap Gerwyn.


Sophia hanya diam saja. Karena itu sudah hal biasa bagi nya, tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai, baru parkir di luar saja sudah membuat Ano sangat senang melihat bangunan sekolah yang begitu mewah.


Sophia mengikuti mereka dari belakang.


"Ya Allah sangat beruntung sekali Ano bisa Sekolah di sini, aku berharap dia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada." batin Sophia terus mengikuti Gerwyn ke ruangan guru.


"Selamat datang Pak, Mbak, silahkan duduk." ucap Guru menyambut mereka dengan hangat.


Cukup lama berbicara dengan guru setelah selesai Ano langsung mengajak Sophia untuk berkeliling.


Sementara Gerwyn duduk di taman untuk istirahat sambil melihat Ano dan Sophia dari kejauhan.


"Saya mau kamu yang bertanggung jawab atas Ano berangkat sekolah dan pulang sekolah, kamu juga harus menjaga nya ketika di luar." ucap Gerwyn pada Supir yang berdiri di samping nya.


"Baik pak, saya akan melaksanakan nya." ucap Supir. Gerwyn tersenyum tipis.


Tidak beberapa lama Sophia dan Ano menghampiri Gerwyn yang duduk dari tadi di bawah pohon yang sangat rindang dan tentunya sangat sejuk.


"kakak kok duduk aja sih di sini? pemandangan di sana sangat bagus." ucap Ano. "Kakak sudah tau kok." ucap Gerwyn.


"Jangan bilang kalau bapak dulu SMP di sini?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk.

__ADS_1


"Wahhh pasti enak banget yah." ucap Ano langsung. Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.


Gerwyn melihat Sophia yang berkeringat sambil makan eskrim coklat yang terkena bawah bibir nya sedikit.


"Bapak mau?" tanya Sophia memberikan eskrim yang masih sisa satu lagi di tangan nya.


Gerwyn diam saja, Sophia langsung membukanya dan memberikan pada Gerwyn.


"Terimakasih yah pak sudah mau memilih dan membayar Sekolah ini untuk Ano." ucap Sophia.


"Saya melakukan ini sebagai tanda terimakasih juga pada Ano sudah mau menemani Mamah di rumah, bahkan Mamah sangat menyukai Ano, sangat jarang Mamah bisa dekat dengan orang lain namun dengan Ano mereka visa begitu akrab." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum.


"Oh iya habis ini kita belum bisa pulang, kamu harus ikut saya untuk beli ponsel baru." ucap Gerwyn.


Gerwyn pagi tadi melihat ponsel Sophia yang sudah banyak rusak nya di atas meja. melihat itu dia jadi merasa bersalah marah pada Sophia yang tidak bisa di hubungi tadi malam.


"Tapi saya tidak ada uang untuk membeli ponsel baru pak." ucap Sophia jujur.


"Huff saya pikir kamu keluar seharian mencari uang, ternyata bukan." ucap Gerwyn.


Sophia diam. Setelah selesai Ano berjalan-jalan di sekolah itu akhirnya mereka pun pergi. Tidak beberapa lama mereka sampai di sebuah toko ponsel yang begitu besar dan di tengah-tengah mall.


Sangat jarang Sophia dan Ano jalan-jalan ke tempat seperti itu, dan sekarang mereka berdua terlihat sangat senang walaupun mereka hanya diam saja.


"Pilihlah ponsel yang kamu suka, soal bayaran saya akan memotong dari sebagian gaji kamu bekerja dengan saya sebagai istri pura-pura." ucap Gerwyn berbisik ke telinga Sophia. Sophia pun langsung memilih ponsel namun dia sangat kaget karena sangat mahal dia mencari yang murah namun yang paling murah sekitar empat juta.


"Loh kenapa gak jadi?" tanya Gerwyn melihat Sophia mau pergi." Kita cari di toko lain aja pak disitu sangat mahal." ucap Sophia.


Ano dan Gerwyn mengikuti kemana pun Sophia pergi, karena sudah muak Sophia terus berpindah toko mencari yang paling murah akhirnya Gerwyn membeli Tampa persetujuan dari Sophia.


"Ambil ini dan kita harus segera pulang, saya akan ke kantor." ucap Gerwyn memberikan Ponsel pada Sophia. Sophia kaget karena di berikan Gerwyn adalah ponsel mahal.


"Ini adalah ponsel yang sangat mahal pak, saya takut tidak bisa membayar nya Nanti." ucap Sophia.


"Saya tidak bisa menunggu kamu lebih lama lagi untuk mencari ponsel di seluruh mall ini,. ini adalah penjualan ponsel yang berkualitas bagus sangat jarang ponsel yang murah di sini." ucap Gerwyn.


"Ayo buruan kita pulang, kamu sudah membuat kaki saya sakit." ucap Gerwyn menarik tangan Sophia pulang. Sementara Ano sudah kecapean dia terlebih dahulu ke mobil.

__ADS_1


Sophia melihat tangan nya yang di genggam oleh Gerwyn membuat dia senyum sendiri.


Gerwyn di antar kan terlebih dahulu ke kantor nya terlebih dahulu. Sophia dan Ano harus ikut mengantar kan Gerwyn.


"bawa mereka dengan selamat sampai di rumah." ucap Gerwyn pada Supir dan langsung turun.


"Pak." panggil Sophia dari dalam mobil membuka kaca mobil. Gerwyn menoleh ke arah Sophia.


"Terimakasih yah pak." ucap Sophia menunjuk kan ponsel nya.


Gerwyn mengangguk.


"Semangat kerja nya." ucap Sophia tersenyum sehingga Gigi rapi bersih terlihat untuk pertama kali oleh Gerwyn. Sophia terlihat sangat senang mendapat ponsel baru.


Gerwyn pun akhirnya masuk.


"Mbak handphone baru nya sangat cantik." ucap Ano.


"Terimakasih dek." ucap Sophia langsung membuka nya..


Mereka berdua mengambil foto bersama.


"Wahh kualitas kamera nya sangat bagus." ucap Sophia.


Dia melihat ternyata sudah ada kartu baru di dalam dan bahkan sudah tercantum nomor Gerwyn di dalam.


Karena iseng Sophia mengirim foto mereka pada Gerwyn hanya itu yang ada di sana, dia mau pamer karena kamera nya sangat bagus.


Gerwyn yang baru saja sampai di ruangan nya mendengar notifikasi masuk dia segera membuka nya dan melihat foto Sophia dan Ano.


"Humm ada-ada aja kelakuan nya." ucap Gerwyn.


"Kenapa bapak hanya melihat Saja? Apa kah ini benar-benar bagus?" tanya Sophia karena Gerwyn tidak membalas apa pun.


"Saya sedang bekerja, jangan ganggu saya!" ucap Gerwyn, Sophia menghela nafas panjang


"Huff dasar pria cuek." batin Sophia.


Gerwyn memerhatikan foto itu terus.

__ADS_1


"Permisi pak, saya ada kopi untuk bapak." Seseorang datang membawa kopi membuka Gerwyn terkejut dan langsung menarik Ponsel nya.


__ADS_2