Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Gerwyn paham dengan pergaulan istri nya


__ADS_3

"Tapi bagaimana jika nanti aku terlibat Om?" tanya Hena.


"Om janji tidak akan melibatkan kamu sama sekali, Om tidak mau sekolah kamu terganggu hanya karena Om." ucap Om Davit.


"Boleh yah Hena." ucap Nia.


Hena dengan Nia sudah cukup dekat. Mereka tidak pernah berselisih apapun karena Nia memang sangat baik pada Hena.


Dia sudah menganggap Hena seperti keponakan nya sendiri sama seperti Om Davit memperlakukan Hena dengan baik.


Nia tidak ingin om Davit membenci nya karena tidak suka pada Hena.


Akhirnya dia harus menghilangkan rasa cemburunya pada Hena.


Setelah itu Om Davit meninggalkan Nia di sana.


"Kita masuk yok mbak." ajak Hena. Mereka masuk kedalam.


"Oh iya kemarin Kata Om Davit kamu abis Operasi, bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Nia.


"Seperti yang mbak lihat, aku sudah mulai Baikan walaupun sedikit sakit sih." ucap Hena. "Kamu sendiri saja Tinggal di sini? Apa kamu bisa mengurus diri sendiri?" tanya Nia.


"Gak begitu bisa sih mbak, cuman ada teman ku yang selalu datang membantu ku di sini." ucap Hena. "Oohh Bagus lah kalau begitu. Agar luka kamu juga cepat sembuh." ucap Nia.


Di rumah Sophia baru saja selesai membantu Ano menyelesaikan tugas nya.


"Ano!" panggil Sophia pada Ano yang bermain game di ponsel nya.


'Humm apa mbak?" tanya Ano.


"Kamu pernah kefikiran kalau Keluarga kita sedang mencari keberadaan kita gak?" tanya Sophia. Ano langsung menggeleng kan kepala nya aku tidak pernah berfikir seperti itu." ucap Ano.


"Aku berharap tidak ada satupun yang mencari kita mbak, aku tidak mau bertemu dengan mereka." ucap Ano.


"Tapi akhir-akhir ini mbak merasa ada yang mencari Mbak." ucap Sophia.


"Aku tidak mau membahas nya mba, aku mau main game Jangan mengganggu ku." ucap Ano. Sophia diam dia memikirkan sesuatu namun tiba-tiba dia mengingat foto itu dia berlari ke kamar dia sangat takut kalau suami nya menelpon tidak di jawab oleh nya.

__ADS_1


Setelah memeriksa ponsel nya tidak ada panggilan Telepon dan juga pesan.


"Aaaaahhhh!!!! Jangan-jangan Mas Gerwyn marah dan tidak mau menelpon ku lagi." ucap nya.


Dia jadi overthinking sendiri.


Dia berbaring di kasur sambil menunggu Gerwyn menelpon Nya namun dia Malah ketiduran di kasur. Keesokan harinya Gerwyn dan Boy sudah ada di rumah Kakek Setyo.


"Ada apa keperluan datang ke rumah kakek? apa ada yang bisa kakek bantu?" tanya Kakek Setyo.


"Kedatangan saya ke sini untuk bersilaturahmi saja kek. Saya mendengar sebelum nya kalau kakek pernah bekerja di keluarga Pak Nicolas." ucap Gerwyn.


Sejenak Kakek Setyo diam. "Maksud kamu apa Yah?" tanya Kakek Setyo.


"Saya hanya ingin tau beberapa tentang keluarga itu, Apa Kakek bisa membantu saya?" tanya Gerwyn. "Saya tidak bisa memberi tahu tentang keluarga orang lain." ucap Kakek Setyo.


"Saya adalah utusan dari putra tunggal nya, kakek jangan khawatir." ucap Gerwyn.


"Nama saya adalah Gerwyn." ucap Gerwyn memperkenalkan diri nya. sebenarnya dia ingin memakai Nama samaran namun sudah terlanjur semua orang tau kalau nama nya adalah Gerwyn.


Cukup lama mereka berbicara namun Gerwyn tidak mendapatkan info apa pun dari kakek itu, Gerwyn paham kalau kakek itu sedang menyembunyikan rahasia.


Gerwyn baru tau tempat itu, sebelum nya dia tidak tau karena itu benar-benar sangat tertutup sekali teman nya.


Dan Tempat itu adalah milik Ayah nya.


Setelah berbicara cukup lama Gerwyn di suruh pulang oleh Kakek Setyo itu karena sudah Sore juga. Perjalanan dari sana ke kampung sebelah cukup jauh. Akhirnya mereka pulang.


"Tunggu berhenti dulu." ucap z Gerwyn meminta boy berhenti di tempat yang lancar jaringan.


Dia melihat ponsel nya sudah banyak pesan masuk dari istri nya minta maaf kalau salah paham tentang foto itu,. namun Untung nya saja Bibi menjelaskan Siapa pria itu.


Gerwyn tersenyum dia langsung menelpon istri nya.


"Halo mas, aku bisa menjelaskan nya, aku mohon jangan salah paham dulu." ucap Sophia. Gerwyn tertawa kecil.


"Apa yang mau kamu jelas kan? Saya tau pria itu, dia ketua Kelas kamu kan?" ucap Gerwyn.

__ADS_1


Sophi langsung terdiam.


"Saya akan selalu percaya pada kamu." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang. Dia sangat lega.


"Mas serius gak marah kan?" tanya Sophia. "Enggak sayang. Kenapa harus marah? Kamu memiliki Dunia kamu sendiri kehidupan kamu sendiri pergaulan kamu, tidak mungkin saya harus melarang kamu Tiap pergi dengan pria mana pun." ucap Gerwyn.


"Karena saya tau tatapan Suka atau tidak," ucap Gerwyn, Sophia tersenyum.


"Terimakasih yah mas sudah percaya." ucap Sophia.


"Baiklah. Kamu bagaimana kabar nya? Ano bagaikan sekolah nya?" tanya Gerwyn.


"Semua baik-baik saja mas, mas di sana bagaimana?" tanya Sophia.


"Baik juga kok. Hanya saja saya sangat merindukan istri tercinta." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Kapan mas Akan pulang? Aku juga sangat merindukan mas." ucap Sophia.


"Yang sabar yah, kalau sudah selesai saya pasti akan mengabari kamu." ucap Gerwyn.


"Ya udah kalau begitu titip salam Buat Ano. Kita tidak bisa lama-lama berbicara saya harus segera kembali ke penginapan." ucap Gerwyn.


"Baiklah mas, mas hati-hati." ucap Sophia. Gerwyn menginyakan setelah itu mereka mematikan sambungan telepon.


"Sudah selesai, ayo kita pulang." ajak Gerwyn masuk ke dalam mobil. Boy pun menjalan kan mobil nya.


"Oh iya malam ini kamu tidur di penginapan saya tidak apa-apa kan? Kamu jangan khawatir tentang Bayaran nya." ucap Gerwyn.


"Memang nya Besok kamu mau kemana?" tanya Boy pada Gerwyn.


"Besok kita harus ke tempat keluarga kakek itu lagi." ucap Gerwyn. "Huff apa kamu tidak Bosan ke sana Mulu? Kapan kita jalan-jalan? Saya Akan menyupir terus."' ucap Boy.


"Kamu mau uang gak?" tanya Gerwyn. "Yah mau dong, hanya saja ke sana sangat jauh. Tapi demi uang aku akan Kuat." ucap Boy. Gerwyn menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan boy.


"Oh iya boy kamu tidak kefikiran untuk menikah lagi?" tanya Gerwyn. Boy menggeleng kan kepala nya.


"Ayah dan ibu saya tidak memberikan Ijin lagi kepada saya untuk menikah." ucap boy.

__ADS_1


"Ya iyalah, perempuan juga mana Mau sama kamu." ucap Gerwyn. Boy memukul lengan Gerwyn. Gerwyn sangat terkejut dia mau marah namun dia harus berpura-pura kalem agar tidak ada yang curiga.


__ADS_2