Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Keputusan


__ADS_3

Sophia berdiri di depan pintu kamar Gerwyn, dia tidak berani masuk.


"Aku lebih baik tidur di kamar Ano," ucap Sophia, dia pun berhak meninggalkan pintu kamar Gerwyn dan ke kamar Ano.


Keesokan harinya...


Gerwyn sedang fokus bekerja di ruangan nya tiba-tiba mendapat kan pesan dari Sophia.


Gerwyn awal nya tidak mau membuka nya namun Karena penasaran akhirnya dia membuka nya.


"Aku ingin berbicara dengan bapak berdua saja nanti malam, temui aku di Alamat yang sudah ku kirim." isi pesan Sophia.


Tiba-tiba Pintu ada yang mengetuk.


"Permisi Tuan, saya mengantarkan bekal makan siang Bapak." ucap supir. Gerwyn mengambil nya.


Karena sudah sangat lapar dia pun membuka bekal itu.


Tadi pagi Sophia tidak Masak sarapan itu sebabnya Gerwyn tidak makan sampai siang.


Dia berfikir itu bekal dari Sophia namun ternyata tidak setelah mencicipi. Dia menutup nya.


"Seperti nya Bibik benar kalau Sophia tidak Akan masak lagi untuk ku." ucap Gerwyn. Karena Bibik menceritakan kekecewaan Sophia pada Gerwyn yang tidak mau memakan masakan nya.


Gerwyn terpaksa menghabiskan makanan itu. Setelah selesai makan dia tidak lagi berselera untuk bekerja, dia sama sekali tidak fokus.


"Vano saya mau pulang, tolong anterin semua file-file yang sudah selesai kamu kerjakan pada saya nanti yah." ucap Gerwyn.


"Baik Pak." ucap Vano.


Gerwyn pun pulang, namun setelah sampai di rumah dia kaget melihat ada koper besar.


"Loh ini koper Siapa Bik?" tanya Gerwyn.


"Ini koper Nyonya Den." ucap Bibik.


Dia langsung ke kamar dan melihat mamah nya sudah rapi.


"Mamah mau kemana?" tanya Gerwyn.


"Kamu sudah pulang nak? Alhamdulillah kamu sudah pulang, mamah lupa mengabari kamu kalau Mamah ingin tinggal di rumah Adek Mamah." ucap buk Linda.


"Maksud Mamah?"


"Paman kamu tidak bisa datang ke sini, dia ingin Mamah di rawat di sana, di sana juga ada Orang yang pintar bisa menghilangkan penyakit di badan." ucap buk Linda.

__ADS_1


"Siapa teman Mamah?" tanya Gerwyn.


"Paman dan Bibi kamu sudah di perjalanan menjemput Mamah ke sini, kamu jangan khawatir, Mamah juga ingin suasana yang berbeda, Mamah juga sangat merindukan mereka." ucap buk Linda.


"Aku sama sekali tidak masalah mah, tapi nanti di sana gak ada yang jagain mamah, di sini masih ada Sophia dan Bibik." ucap Gerwyn.


"Sophia tadi Ijin sama Mamah untuk tinggal di rumah teman nya untuk beberapa hari, dia bilang kamu sudah tau, dan kamu juga memberikan ijin." ucap Buk Linda.


Gerwyn semakin bingung.


Buk Linda memegang tangan Gerwyn.


"Sophia adalah perempuan yang baik, jangan mengecewakan dia nak. Jujur dengan perasaan kamu sendiri jangan menyembunyikan perasaan kamu pada Sophia." ucap buk Linda.


"Mamah yakin dia pasti marah sama kamu, itu sebabnya dia menginap di rumah teman nya. Mamah tidak akan pernah ikut campur, tapi kalau kamu tidak bisa memperbaiki hubungan rumah tangga Kalian Mamah sendiri yang Akan turun tangan." ucap buk Linda.


Gerwyn diam.


"Kamu yang Akan menyesal kalau Sophia meninggalkan kamu, bukan dia yang menyesal." ucap buk Linda.


"Mamah semakin pusing melihat sifat kamu yang selalu menyalah kan Sophia. Itu sebabnya mamah ingin pergi, setelah pikiran Mamah tenang, Mamah pasti pulang kok." ucap buk Linda.


Gerwyn hanya diam saja dia membantu ibu nya keluar karena paman nya sudah datang.


"Alhamdulillah baik Paman, Paman dengan Bibik bagaimana kabar nya? Sekarang kita jarang bertemu yah." ucap Gerwyn.


"Baik juga, biasa lah Sibuk bekerja terus." ucap Paman.


"Oh iya Paman yakin mau membawa Mamah, aku takut Mamah Akan merepotkan paman di sana." ucap Gerwyn.


"Enggak lah, paman juga ingin mamah kamu sembuh, itu sebab nya paman membawa nya ke rumah Paman. Kamu percaya sama paman dan Bibik." ucap Paman.


"Oh iya ngomong-ngomong mana istri kamu? adik ipar kamu mana?" tanya Bibik. Gerwyn menoleh ke arah Mamah nya.


"Mereka sedang ada di luar, tadi sudah Ijin juga kok, kamu jangan khawatir, ayo kita berangkat." ajak Buk Linda.


"Mamah kabarin aku kalau terjadi apa-apa, kabari juga kalau sudah sampai." ucap Gerwyn. sambil memeluk Mamah nya.


"Iyah nak, kamu juga di sini baik-baik yah." ucap buk Linda.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu. Gerwyn sangat sedih di tinggal oleh Mamah nya mendadak.


"Bibik!! Ano mana?" tanya Gerwyn.


Gerwyn yang tidak melihat Ano menjadi merasa semakin kesepian.

__ADS_1


"Tadi Non Sophia sama Ano ijin untuk menginap di rumah teman nya Den." ucap Bibik.


Dia berfikir kalau Mamah nya tadi berbohong ternyata seriusan.


Malam hari nya Gerwyn sudah sampai di depan tempat yang sudah janjian dengan Sophia tadi. Di samping Danau dan terlihat sangat sepi.


"Di mana dia? Apa aku terlalu cepat ke sini?" ucap Gerwyn.


Dia masuk ke dalam, dari jauh dia melihat wanita yang berdiri di pinggir Danau memandang ke arah danau yang begitu luas.


"Kenapa kamu mengajak ketemuan di tempat seperti ini? Kenapa tidak berbicara di rumah saja?" tanya Gerwyn.


Sophia diam, dia menoleh ke arah Gerwyn.


Dia turun dari atas batu mendekati Gerwyn.


"Ano di mana? Kenapa kamu hanya sendirian di sini?" tanya Gerwyn.


"Dia aman bersama ku, dia adalah adik ku bukan adik Bapak." ucap Sophia.


"Apa yang mau kamu bicara kan? Langsung saja." ucap Gerwyn. Sophia duduk di kursi panjang. Gerwyn ikut duduk sambil melihat ke arah danau itu.


"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Gerwyn.


"Aku mau berbicara tentang hubungan pernikahan kita pak. Saya sudah bilang sebelumnya semua hubungan ini tidak ada kepastian nya. Saya sudah memutuskan untuk membicarakan ini pada bapak." ucap Sophia.


"Saya adalah istri pura-pura Bapak bukan? Saya ingin tau sampai kapan saya jadi istri pura-pura Bapak?" ucap Sophia.


Gerwyn menoleh ke arah Sophia.


"Apa maksud kamu ingin segera berpisah dan bisa bebas?" tanya Gerwyn.


"Kita menjalin hubungan tanpa ada cinta di dalam nya, untuk apa mempertahankan hubungan seperti ini? Aku juga bukan boneka atau budak yang bisa Bapak permainan begitu saja." ucap Sophia.


"Saya sudah bilang saya tidak mau berpisah." ucap Gerwyn.


"Lebih baik bapak menentukan berapa lama lagi pernikahan ini bertahan!" ucap Sophia.


"Baiklah kalau kamu ingin saya menjawab nya, saya tidak Akan pernah berpisah dengan kamu." ucap Gerwyn.


Sophia menghela nafas panjang.


"Aku tidak mau lagi melanjutkan hubungan ini, aku tidak mencintai Bapak." ucap Sophia.


"Kamu sengaja mempermainkan hati saya kan? Kemarin kamu mengatakan mencintai saya, padahal nyatanya tidak, kamu mengatakan itu agar saya bingung kan?" ucap Gerwyn mulai sadar.

__ADS_1


__ADS_2