Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Hena berusaha untuk Sabar pada Vano


__ADS_3

"Hena saya serius. Saya mohon jangan menjauhi saya." ucap Vano. Hena menatap wajah Vano.


"Aku tidak akan jauh dari kamu. Aku akan ada ketika kamu membutuhkan aku, kamu jangan khawatir." ucap Hena.


Vano memeluk Hena. "Berada di dekat kamu seperti ini akan membuat saya sangat nyaman." ucap Vano.


"Lebih baik kamu segera pulang. Setidaknya melihat mamah kamu baik-baik saja atau tidak, dia pasti sangat khawatir." ucap Hena.


Vano melepaskan pelukannya.


"Tapi saya tidak ingin kembali ke rumah saat ini." ucap Vano.


"Kamu harus pulang, ketika kamu ingin ke sini datang saja." ucap Hena.. Hanya dengan cara itu dia bisa membujuk Vano untuk pulang ke rumah nya.


Vano menatap mata Hena.


"Apa kamu yakin saya bisa datang lagi ke sini?" tanya Hena.


"selagi kamu nyaman di sini saya tidak akan pernah melarang kamu untuk datang." ucap Hena.


Vano akhirnya mau pulang ke rumah.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Mamah." ucap Vano pada mamah nya yang di balkon sendirian. Mamah nya memutar kursi roda nya dan melihat Vano.


"Anak ku.. Kamu dari mana saja?" tanya Mamah nya..Vano menyalim Tangan Mamah nya.


"Maafin aku mah, aku minta maaf pergi tidak ijin sama Mamah." ucap Vano.


"Kamu membuat Mamah khawatir. Sekarang kamu baik-baik kan?" tanya Mamah nya. "Aku baik-baik saja Kok mau. Mamah tidak perlu khawatir lagi yah " ucap Vano.


Mereka berpelukan. "Mamah tidak ingin kamu jauh-jauh dari Mamah nak, Mamah takut. Mamah hanya memiliki kamu sekarang."


Vano mengelus badan mamah nya. "Aku sudah memutuskan untuk membawa Mamah tinggal di apartemen ku. Agar Mamah bisa lebih tenang, aku juga bisa jagain Mamah di sana." ucap Vano.


"Ikut kamu? Kenapa tidak kamu saja yang tinggal di sini nak?"


"Ini bukan rumah kita lagi mah." ucap Vano. Mamah nya terdiam.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu nak?"


"Gak apa-apa mah, hanya saja aku sudah nyaman di apartemen kantor ku dekat dari apartemen." ucap Vano.


"Mamah gak mau nak, Mamah mau di sini saja."


"Kalau Mamah di sini, bagaimana kalau papah datang ke lagi?" tanya Vano.

__ADS_1


"Tunggu dulu. Jangan bilang selama ini kamu sudah tau seperti apa papah kamu di luar sana. Kamu menyembunyikan semua nya dari Mamah kan?"


Vano terdiam, dia salah ngomong.


"Dan kakak kamu juga pasti menyembunyikan ini semua dari Mamah kan? kenapa kalian sangat jahat sama Mamah?"


"Bukan seperti itu mah, kami tidak bermaksud seperti itu, aku hanya takut mamah kefikiran dan akhirnya sakit lagi." ucap Vano.


"Kamu sudah membohongi Mamah selama ini, kamu kakak kamu sama seperti papah kalian. Mamah sangat kecewa." ucap Mamah nya meninggal Vano begitu saja.


Vano menghela nafas dia duduk sambil melihat mamah nya pergi.


"Serba salah." batin Vano.


Di rumah Gerwyn.


"Kenapa semua orang belum pada pulang sih? Ano juga belum pulang." ucap Sophia.


Karena Bosan akhirnya dia memutuskan untuk tidur siang saja.


Di kantor Gerwyn.


"Jadwal bapak hari ini sudah kosong." jawab Staf yang datang ke ruangan Gerwyn.


"Baik terimakasih, tolong siap kan semua data-data yang saya minta untuk di bawa ke pertemuan besok." ucap Gerwyn.


"Aku harus segera pulang. Sophi pasti keluar di siang hari, ini tidak bisa di biarkan." ucap Gerwyn.


Selama perjalanan pulang dia membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Tunggu dulu, Vano sudah kembali dari rumah sakit, apa sebaiknya saya menjenguk dia terlebih dahulu." batin Gerwyn.


Dia membelok ke arah rumah orang tua nya Vano.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di sana.


"Pak Gerwyn. Bapak mau mencari Den Vano?" tanya Bibik yang menyambut Gerwyn. "Iyah Bik, dia ada di dalam?" tanya Gerwyn.


"Ada di dalam kok pak, mari saya antar." ucap Bibik. Gerwyn melihat Vano yang duduk di balkon sendirian.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Gerwyn. Vano kaget ada bos nya di sana.


"Bapak di sini? kenapa bapak tidak mengabari saya?" tanya Vano.


"Kamu duduk saja." ucap Gerwyn. Mereka duduk di sana.


"Seharusnya kamu harus istirahat di kamar bukan termenung memikirkan masalah hidup di sini." ucap Gerwyn.

__ADS_1


Vano diam.


"Apa yang terjadi?" tanya Gerwyn. Vano Menghela nafas panjang beberapa kali memikirkan apa dia harus menceritakan nya atau tidak.


"Kamu tidak perlu sungkan menceritakan apa yang terjadi. kamu bisa menganggap saya sebagai orang kepercayaan kamu." ucap Gerwyn.


"Mamah saya sudah tau tentang papah. Dia marah kepada saya karena tidak memberi tahu dia. Padahal saya melakukan itu karena saya memikirkan kesehatan Beliau." ucap Vano.


Gerwyn tersenyum. "Terkadang perbuatan kita dan niat baik kita di anggap oleh orang lain jahat tidak perduli. Mereka hanya tau apa yang mereka lihat dan dengar saja tidak tau apa yang sebenarnya terjadi." ucap V


Gerwyn.


"Untuk saat ini Mamah kamu butuh waktu untuk merenungkan semua nya, dia bukan marah Sama kamu melainkan marah pada diri nya sendiri sampai melampiaskan nya pada kamu." ucap Gerwyn.


"Perlahan dia pasti akan mengerti, dan bisa menerima semua nya." ucap Gerwyn.


"Papah datang untuk meminta maaf pada mamah, namun mamah tidak menerima nya lagi. Mereka merencanakan Akan bercerai." ucap Vano.


Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Saya tidak bisa melarang Mamah saya menceraikan papah karena Papah tidak perduli pada dia, namun kalau mereka bercerai semua nya akan sangat berantakan." ucap Gerwyn.


"Biarkan saja semua nya mengalir Vano. Hanya butuh waktu untuk memperbaiki semua nya." ucap Gerwyn.


Vano diam.


"Jangan sedih lagi bro, apa kita perlu mencari tempat yang nyaman, saya akan membawa kamu ke sana." ucap Gerwyn.


Vano menggeleng kan kepala nya.


"Saya besok sudah bisa bekerja pak, maafkan saya sudah banyak menyusahkan Bapak." ucap Vano.


"Tapi malam ini kita harus happy-happy, saya akan menjemput kamu Sore nanti." ucap Gerwyn.


"Tapi pak." ucap Vano.


"Tidak ada penolakan. Saya pamit pulang dulu. " ucap Gerwyn dia pun meninggalkan Vano. Kebetulan bertemu dengan mamah nya Vano, mereka berbicara sebentar setelah itu Gerwyn pergi.


Dia langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah mamah nya juga baru pulang.


"Kamu kenapa sangat cepat pulang nak? tumben-tumbenan banget?" tanya Bu Linda.


"Kebetulan tidak ada kerjaan lagi di kantor Mah. Mamah baru pulang dari mana nih?" tanya Gerwyn.


"Mamah ke salah satu butik Mamah yang ada di dekat rumah teman mamah." ucap Bu Linda.


"Oohh ya udah kalau begitu ayo masuk mah, aku bantuin bawa barang-barang nya." ucap Gerwyn.

__ADS_1


__ADS_2