
"Kamu ngapain berhenti? Ayo jalan saja!" ucap Sophia.
"Kamu pilih buah yang kamu mau. Nanti anak kamu ngiler karena kamu tidak menuruti keinginan di waktu ngidam Kamu." ucap Adit.
Tampa pikir panjang Sophia turun dia memilih buah yang ingin dia makan dan mengambil begitu banyak dan setelah itu Adit membayar nya.
Adit kembali ke dalam mobil dan melihat Sophia yang sangat rakus memakan buah-buahan.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Gerwyn yang sedang duduk di balkon melihat Istrinya keluar dari mobil Adit membuat nya sangat Cemburu di tambah lagi Adit yang membuka pintu untuk istri nya.
"Sophia! Apa-apaan ini!" ucap Gerwyn setelah menyusul ke bawah.
Sophia kaget karena Gerwyn tiba-tiba datang.
"Mas Gerwyn.. Ini tidak seperti apa yang Kamu pikir kan, kebetulan aku ketemu dengan Adit. Jadi dia mengantar kan aku pulang ke sini." ucap Sophia.
"Tidak sengaja? Kamu pikir saya bisa di bohongi? Kamu dengan dia memiliki hubungan lagi kan?" ucap Gerwyn.
Sophia Menggeleng kan kepala nya. "Enggak mas, aku mohon jangan berfikir yang tidak-tidak." ucap Sophia.
"Sebaiknya kamu pulang saja Adit. Terimakasih sudah mengantarkan kan aku pulang." ucap Sophia kepada Adit. Adit menganguk dia pun pergi.
"Kenapa kamu meminta nya pergi? Kamu tau kalau kebohongan kalian terbongkar?" tanya Gerwyn. Sophia Menghela nafas panjang.
"Berhenti Curiga mas, aku dengan Adit sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi." ucap Sophia. Gerwyn kesal dia langsung pergi karena tidak percaya pada istri nya.
Sophia menoleh ke arah Mamah mertua nya. "Nanti juga dia pasti baik." ucap Bu Linda.
"Aku dengan Adit tidak ada hubungan lagi mah, aku hanya ingin berhubungan baik dengan nya karena dia sangat baik kepada ku." ucap Sophia.
"Mamah percaya kok, sebaiknya kamu mandi dan makan yah, Ano sudah menunggu di meja Makan. Sophia menganguk.
di tempat lain Yana menutup pintu balkon nya, dia sudah sangat kecewa kepada Bibi yang tak kunjung datang.
"Aku tidak akan pernah perduli lagi kepada nya, semua pria hanya bisa memberikan harapan palsu dan mempermainkan hati wanita, aku tidak mau lagi kenal sama dia!" ucap Yana.
"Non Yana waktu nya makan Malam." ucap Bibik yang baru saja datang ke kamar Yana
"Baik Bik." ucap Yana. Dia langsung turun ke bawah. Dia kaget karena melihat Bibi sudah ada di meja makan bersama kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Huff aku pasti salah lihat!" ucap Yana mengucek mata nya namun ternyata itu sungguh-sungguh Bibi.
"Yana ayo ikut makan sama-sama, kenapa kamu malah berdiri di sana?" tanya Mamah nya.
Yana menganguk dia pun ikut duduk di meja makan tepat di samping Bibi.
Yana sama sekali tidak mau menoleh ke arah Bibi karena dia sangat kesal. Walaupun Bibi datang dia tetap lah marah kepada Bibi.
Setelah selesai makan Bibi menyusul Yana yang duduk di depan, sebelum nya dia juga sudah ijin kepada orang tua Yana.
"Saya boleh ikut duduk?" tanya Bibi. "Ini sudah malam seharusnya kamu sudah pulang!" ucap Yana dengan nada yang jutek.
"Saya mau minta maaf sama kamu. Saya tidak bisa menepati kata-kata saya untuk datang pagi membawa kamu keluar." ucap Bibi.
"Sudah tidak perlu di bahas lagi!" ucap Yana. "Kamu pasti sangat marah kepada saya sehingga kamu tidak mau berbicara bahkan melihat saya pun tidak Mau." ucap Bibi.
"Kalau kamu berjanji kamu harus menepati nya, sepanjang hari aku menunggu kamu, namun kamu tak kunjung datang." ucap Yana.
Bibi menghela nafas panjang, dia duduk di samping Yana.
"Saya mengantar kan orang tua saya untuk memeriksa kesehatan nya sampai sore hari. Bukan saya melupakan janji saya namun saya tidak bisa meninggal kan orang tua saya." ucap Bibi.
"Kalau sudah tua ada saja penyakit yang datang, kamu pasti mengerti." ucap Bibi.
Yana menunduk kan kepala nya. "Kok kamu jadi diam?" tanya Bibi.
"Aku minta maaf sudah mengira kalau kamu hanya mempermainkan dan membuat harapan palsu kepada ku." ucap Yana.
"Kamu tenang saja saya sudah meminta ijin kepada orang tua kamu untuk besok. Kamu gak kemana-mana kan?" tanya Bibi.
"Sungguh?" tanya Yana girang. Bibi menganguk.
"Tapi besok Senin apa kamu tidak bekerja?" tanya Yana.
"Saya bisa libur untuk satu hari demi mendapatkan hati si cantik." ucap Bibi.
Yana tersenyum. "Saya tidak bisa lama-lama di sini karena sudah malam. Nanti orang tua kamu berfikir yang tidak-tidak." ucap Bibi.
"Kita baru saja berbicara, kamu sudah mau pulang saja?" ucap Yana.
__ADS_1
"Untuk saat ini saya tidak bisa lama-lama. Kalau kamu ingin berbicara lebih Lama berikan nomor kamu kepada saya." ucap Bibi.
"Nomor? Tapi aku tidak bisa memberikan nomor ku kepada pria." ucap Yana.
"Ini sebagai pendekatan. Kita bisa membicarakan banyak hal, aku tidak akan menyalah gunakan nomor kamu." ucap Bibi.
Yana akhirnya memberikan nomor nya. Bibi pamit untuk pulang.
Yana di dalam kamar nya memegang handphone nya.
"Yana kok kamu belum mau Tidur?" tanya mamah nya baru saja masuk ke kamar.
"Mamah.. Aku belum ngantuk." ucap Yana.
"Apa Bibi sudah bilang kalau dia mau mengajak kamu pergi Besok?" tanya mamah nya.
"Sudah kok msh." ucap Yana.
"Mamah sama papah memberikan ijin, tapi kalau kamu ragu-ragu kamu tidak perlu pergi." ucap mamah nya.
"Aku mau kok mah." ucap Yana langsung sampai membuat mamah nya Heran.
"Kamu sangat bersemangat sekali, jangan bilang kalau kamu sudah mulai tertarik kepada Bibi?" tanya mamah nya.
"Aku senang karena bisa jalan-jalan sama orang yang sudah cukup dekat dengan papah mamah, dia juga baik." ucap Yana.
"Oohhh. Tapi kalau boleh jujur mamah sama Papah sudah merestui dia dekat dengan kamu, dia anak yang berani, latar belakang nya baik, dari keluarga yang baik dan juga sudah mempunyai usaha agar dia bisa bertanggung jawab sama istri nya kelak." ucap mamah nya.
Yana mendengar itu sangat senang sekali. Tiba-tiba handphone Yana berdering.
"Siapa yang nelpon kamu?" tanya mamah nya. " Teman Mah, sebaiknya mamah keluar dan tidur di kamar mamah." ucap Yana mengusir mamah nya.
"Huff kamu tega sekali mengusir mamah." ucap mamah nya. Namun Yana terus memaksa Mamah nya keluar dan juga mengunci pintu.
"Halo.." Jawab nya menjawab telepon.
"Halo Yana, saya baru saja sampai di rumah. kamu sudah mau tidur? Apa saya menggangu kamu?" tanya Bibi.
"Enggak kok." ucap Yana.
__ADS_1