Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 299


__ADS_3

Yana mendengar itu sangat senang sekali. Tiba-tiba handphone Yana berdering.


"Siapa yang nelpon kamu?" tanya mamah nya. " Teman Mah, sebaiknya mamah keluar dan tidur di kamar mamah." ucap Yana mengusir mamah nya.


"Huff kamu tega sekali mengusir mamah." ucap mamah nya. Namun Yana terus memaksa Mamah nya keluar dan juga mengunci pintu.


"Halo.." Jawab nya menjawab telepon.


"Halo Yana, saya baru saja sampai di rumah. kamu sudah mau tidur? Apa saya menggangu kamu?" tanya Bibi.


"Enggak kok." ucap Yana.


Cukup lama mereka berbincang-bincang sampai akhir nya Yana ketiduran. Bibi tau Yana ketiduran dia tidak mematikan telepon nya dan pergi mandi karena dia belum mandi.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia keluar melihat keadaan Mamah nya.


"Loh kamu kok belum tidur?" tanya Mamah nya kepada Bibi.


"Aku belum ngantuk mah, keadaan mamah bagaimana?" tanya Mamah nya.


"Yah begitulah. Terkadang baik, terkadang juga pusing tiba-tiba." ucap Mamah nya. Bibi duduk di samping Mamah nya.


"Bagaimana dengan Yana?" tanya mamah nya.


"Doain aku supaya bisa membuat nya suka kepada ku Mah." ucap Bibi.


"Pasti dong. Lagian siapa sih yang gak suka sama anak Mamah yang ganteng ini?" ucap Mamah nya.


Bibi tersenyum. Cukup banyak mereka bicarakan karena sama-sama belum ngantuk. Sementara di tempat lain Gerwyn juga tidak bisa tidur.


Dia melihat istrinya yang sudah tidur di samping nya. Mau memeluk nya namun dia masih marah, alhasil ia hanya bisa memerhatikan istri nya.


Keesokan paginya...


"Besok adalah hari perpisahan aku Mau, mas, aku tidak bisa ikut banyak apa saja acara nya karena mungkin aku tidak kuat." ucap Sophia.


"Tidak apa-apa nak. Kamu kan sedang hamil." ucap Bu Linda.


"Mas hari ini aku ke sekolah lagi yah." ucap Sophia.

__ADS_1


"Saya akan mengantarkan kamu." ucap Gerwyn.


"Tidak perlu mas, keadaan kamu masih kurang baik." ucap Sophia.


"Biar kamu bisa pergi bersama Adit lagi? Kamu bisa berduaan dengan dia lagi?" tanya Gerwyn.


"Sudah-sudah jangan ribut di depan makanan seperti ini. Biarkan saja Gerwyn mengantarkan kamu Sophia." ucap Bu Linda. Sophia tidak bisa menolak akhirnya dia membiarkan Gerwyn ikut dengan nya.


Sophia dan Gerwyn sudah pergi Bu Linda langsung siap-siap entah mau kemana dia tidak ada yang tau.


"Bu Linda mau kemana?" tanya Supir.."Antar kan saya ke kantor polisi tempat Pak putra di tahan!" ucap Bu Linda.


"Apa ibu yakin? Ini cukup bahaya Bu." ucap supir.."Tidak perlu beritahu kepada Gerwyn." ucap Bu Linda. Supir tidak bisa melarang Bu Linda akhirnya mereka pun berangkat ke kantor polisi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Aku pasti bisa, aku harus tau di mana putriku." ucap Bu Linda. Dia mengumpulkan mental yang kuat baru bisa masuk ke dalam.


"Permisi pak, saya mau bertemu dengan yang namanya pak putra." ucap Bu Linda kepada penjaga tahanan.


Pak putra di bawa bertemu dengan Bu Linda di jaga dengan ketat oleh kepolisian.


Bu Linda menatap Pak putra dengan tatapan kecewa.


"Untuk apa ibu datang ke sini? Saya tidak ingin bertemu dengan ibu." ucap pak putra.


"Saya juga tidak ingin bertemu dengan bapak, saya juga ke sini karena terpaksa. Saya tidak mau melihat wajah pembunuh suami saya sendiri yang tidak tau tanda terimakasih." ucap Bu Linda.


"Tapi saya memiliki jiwa kemanusiaan, kamu adalah besan saya sekarang." ucap Bu Linda.


.Pak putra diam.


"Saya ke sini ingin bertanya di Mana Ica? Putri saya di mana?" tanya Bu Linda. Pak Putra menatap wajah Bu Linda.


"Kenapa baru sekarang Ibu perduli kepada Ica? Kenapa tidak dari dulu?" tanya pak putra.


"Saya perduli kepada putri saya, namun dia sama sekali tidak mau mendengar nasehat orang tua nya." ucap Bu Linda.


Pak Putra diam. "Beri tahu di mana putri saya kalau tidak saya akan melaporkan kamu sudah mencuri putri saya karena kamu yang menghasut dia pergi dari rumah!" ucap Bu Linda.

__ADS_1


"Bukan saya yang menghasut. Justru dia tidak Betah di rumah itu." ucap Pak putra.


"Saya tidak butuh basa-basi Bapak. Beri tahu di mana putri saya!" ucap Bu Linda dengan nada yang sangat marah.


"Saya tidak akan memberi tahu." ucap pak Putra. Bu Linda tersenyum menatap Pak Putra.


"Apakah kamu benar-benar ingin membuat saya marah Putra!!" ucap Bu Linda.


"Mah.." Panggil wanita yang membuat Bu Linda terdiam. Dia terdiam sejenak Air mata nya keluar.


Dia berbalik dan ternyata yang di belakang nya adalah Ica bersama Gerwyn dan keadaan Ica benar-benar tidak baik. Tangan nya di borgol dan di ikuti oleh dua polisi.


"Ica..." ucap Bu Linda mendekati Putri nya sambil menangis.


"Mamah, aku rindu mamah." ucap Ica. "Mamah juga sangat merindukan kamu, Mamah merindukan kamu nak." ucap Bu Linda.


Dia memeluk Ica namun baru sadar tangan nya di borgol.


"Ada apa dengan kamu? Kenapa tangan kamu di borgol?" tanya Bu Linda.


"Ica sudah hampir setengah tahun menjadi tahanan narkoba mah." ucap Gerwyn. Bu Linda mendengar itu semakin syok.


Dia menangis melihat Ica.


"Sudah berapa kali mamah bilang jangan Membantah kepada orang tua, dan pada akhirnya kamu seperti ini, ya Alloh nak." ucap Bu Linda.


"Ica tidak bisa lama-lama di sini Mah, dia harus kembali ke tahanan." ucap Gerwyn. "Lakukan sesuatu untuk melepaskan Ica Gerwyn, Mamah mohon, Mamah tidak tega melihat nya." ucap Bu Linda.


"Mamah Tenang dulu, aku akan mengurus semua nya." ucap Gerwyn. Ica di bawa pergi. Bu Linda dan Ica di pisahkan lagi membuat haru yang begitu mendalam.


Bu Linda menatap Pak Putra. "Ini semua salah mu! Kenapa kamu membawa putri ku pergi." ucap Bu Linda kepada pak putra.


"Saya tidak tau semua nya akan seperti ini Bu. Saya sangat menyanyangi Ica seperti anak saya sendiri." ucap Pak putra.


Gerwyn menarik baju pak putra.


"Saya tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Anda! Bagaimana bisa anda menyanyangi adik saya sementara anak kandung Bapak sendiri tidak Bapak perduli kan!" ucap Gerwyn.


pak putra hanya diam. "Anda tau betapa sengsaranya Sophia dan Ano? Tidak kan!" ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Dan Adik saya seperti ini karena bapak. Karena Bapak yang mengajari dan membawa Ica ke jalan yang tidak benar!" ucap Gerwyn.


"Sudah nak, sudah, sebaiknya kita melihat Ica." ucap Bu Linda.


__ADS_2